BUOL – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kabupaten Buol menggelar sosialisasi Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB), E-Ijazah, dan E-Rapor di Kecamatan Bokat, Senin (19/5). Kegiatan ini diikuti sekitar 60 peserta dan turut dihadiri empat kepala desa di wilayah tersebut.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Buol, Muhamad A. Singara, menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan memberikan pemahaman kepada peserta terkait penerapan sistem digital dalam layanan pendidikan.
Menurutnya, digitalisasi mencakup proses penerimaan murid baru, pengelolaan rapor elektronik, hingga penerbitan ijazah berbasis elektronik yang kini mulai diterapkan secara bertahap.
Dalam arahannya, ia menegaskan bahwa pelaksanaan penerimaan murid baru harus berjalan secara objektif, akuntabel, transparan, serta tanpa diskriminasi. Hal ini penting guna menjamin pemerataan akses pendidikan bagi seluruh anak di Kabupaten Buol.
“Penerimaan murid baru harus berjalan dengan baik dan terbuka sehingga semua anak memiliki kesempatan yang sama mendapatkan layanan pendidikan,” ujarnya.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa penerapan E-Rapor bertujuan mempermudah guru dalam merencanakan, mengolah, dan melaporkan hasil belajar siswa secara digital. Selain meningkatkan efisiensi administrasi, sistem ini juga dinilai mampu meminimalisir kesalahan dalam pengolahan nilai karena telah terintegrasi dengan Data Pokok Pendidikan (Dapodik).
“Melalui E-Rapor, orang tua maupun siswa dapat melihat rekam jejak capaian akademik secara lebih transparan dan komprehensif,” jelasnya.
Sementara itu, penerapan E-Ijazah diharapkan dapat mempercepat proses penerbitan dokumen kelulusan, meningkatkan keamanan data, serta mencegah pemalsuan ijazah melalui sistem digital. Selain itu, E-Ijazah juga memudahkan proses verifikasi keaslian dokumen secara daring oleh alumni maupun instansi terkait.
Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Buol berharap implementasi digitalisasi pendidikan ini mampu meningkatkan kualitas layanan pendidikan sekaligus memperkuat tata kelola administrasi sekolah di daerah tersebut. (Moh Fharsi)

