Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    INFOTIPIKORINFOTIPIKOR
    • Beranda
    • REDAKSI
    • TNI – POLRI
    • Ragam & Olah Raga
    • Daerah
    • Sosial & Budaya
    • Nasional
    • Ekonomi & Bisnis
    • Pendidikan
    • Kriminal
    • Politik & Hukum
    • Iklan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    INFOTIPIKORINFOTIPIKOR
    Home»Politik & Hukum»Menakar Kinerja Anggota DPRD Buol: Pasif di Ruang Rapat, Bungkam di Hadapan Rakyat
    Politik & Hukum

    Menakar Kinerja Anggota DPRD Buol: Pasif di Ruang Rapat, Bungkam di Hadapan Rakyat

    By RedaksiApril 3, 2026Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    INFOTIPIKOR.COM | BUOL – Kritikan  terhadap kinerja DPRD Buol kian mengeras. Di tengah berbagai persoalan mendasar yang dihadapi masyarakat, para wakil rakyat dinilai lebih banyak hadir sebagai formalitas ketimbang sebagai motor penggerak perubahan. Fenomena “mode bungkam” kini tak lagi sekadar kesan melainkan mulai terbaca sebagai pola.

    Secara administratif, aktivitas DPRD memang berjalan, rapat komisi digelar, sidang paripurna dilaksanakan. Namun, substansi dari kegiatan tersebut dipertanyakan. Banyak pihak menilai forum-forum itu hanya sebatas rutinitas tanpa daya dorong nyata terhadap penyelesaian persoalan daerah.

    Pembahasan seringkali berputar di hal-hal normatif, minim terobosan dan jauh dari kebutuhan nyata masyarakat.
    Lebih ironis lagi fungsi pengawasan yang menjadi jantung kerja legislatif terkesan melemah. DPRD Buol dinilai tidak cukup tajam dalam mengkritisi kebijakan eksekutif, bahkan cenderung pasif dalam merespons isu-isu strategis. Padahal, di tengah tekanan ekonomi yang dirasakan masyarakat, kehadiran lembaga legislatif sangat dibutuhkan sebagai penyeimbang sekaligus pengontrol kekuasaan.

    Baca Juga:  Perusahaan “Seumur Jagung” Menang Proyek Rp13,2 M, Dugaan Pelanggaran Kualifikasi Menguat

    Kegiatan reses yang seharusnya menjadi jembatan antara rakyat dan wakilnya pun tak luput dari sorotan. Banyak kalangan menilai reses hanya dijalankan sebatas pemenuhan kewajiban sesuai peraturan, tanpa diikuti realisasi konkret dari hasil serapan aspirasi.

    Aspirasi masyarakat seolah berhenti di catatan, tanpa kejelasan tindak lanjut dalam bentuk program atau kebijakan.
    Di sektor ekonomi rakyat kritik menjadi semakin tajam. Saat pelaku usaha kecil, petani, dan nelayan menghadapi tekanan DPRD Buol justru dinilai tidak menunjukkan keberpihakan yang jelas. Minimnya pernyataan sikap maupun inisiatif kebijakan membuat publik mempertanyakan: dimana posisi DPRD ketika ekonomi rakyat sedang tidak baik-baik saja?

    Sejumlah pengamat menilai kondisi ini berpotensi menciptakan jarak yang semakin lebar antara rakyat dan wakilnya. Legislatif yang seharusnya menjadi corong aspirasi justru terkesan sunyi, bahkan dalam beberapa isu krusial DPRD terlihat lebih memilih aman daripada berpihak.

    Baca Juga:  Judi Slot Menjamur di Aceh Tenggara, LANN Agara Desak Kapolres Sikat Bandar hingga Akar

    “Kalau hanya hadir di rapat tapi tidak menghasilkan apa-apa itu bukan kerja, itu sekadar menggugurkan kewajiban,” ujar seorang tokoh masyarakat dengan nada kritis.

    Situasi ini menuntut evaluasi serius. DPRD Buol tidak cukup hanya aktif secara administratif, tetapi harus mampu menunjukkan keberanian politik, ketajaman analisis, dan keberpihakan yang jelas kepada rakyat. Tanpa itu, lembaga ini berisiko kehilangan legitimasi moral di mata publik.

    Pada akhirnya masyarakat Buol kini dihadapkan pada satu pertanyaan besar, apakah DPRD akan terus bertahan dalam kenyamanan rutinitas formal atau berani keluar dari “mode bungkam” dan benar-benar bekerja untuk rakyat? (Redaksi)

    Bersambung….!

    Post Views: 469
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Redaksi
    • Website

    Berani Karena Benar Tertutup Karena Salah

    Related Posts

    Judi Slot Menjamur di Aceh Tenggara, LANN Agara Desak Kapolres Sikat Bandar hingga Akar

    April 24, 2026

    Perusahaan “Seumur Jagung” Menang Proyek Rp13,2 M, Dugaan Pelanggaran Kualifikasi Menguat

    April 20, 2026

    CV Baru Seumur Hari Menang Proyek Rp3,9 M, Dugaan “Lolos Kualifikasi” Dipertanyakan

    April 20, 2026

    Comments are closed.

    Berita Terbaru

    Diduga Tak Miliki SBU BG002, CV Yuda Afrida Makmur Menangkan Proyek Gedung KUA Parengan Rp 299 Juta

    April 26, 2026

    Bupati–Wabup Sleman Hadiri HPN 2026, Dorong Pers Bangun Kesadaran Publik yang Sehat

    April 26, 2026

    Diduga Tanpa SBU BG009, CV Tani Mandiri Berjaya Menangkan Paket Pemeliharaan MIN 3 Jombang Rp102 Juta

    April 26, 2026

    Kepemimpinan Kuwu H. Pandi Diapresiasi, Penyaluran 16,34 Ton Bansos di Lombang Transparan dan Bebas Pungutan

    April 26, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Beranda
    • REDAKSI
    • TNI – POLRI
    • Ragam & Olah Raga
    • Daerah
    • Sosial & Budaya
    • Nasional
    • Ekonomi & Bisnis
    • Pendidikan
    • Kriminal
    • Politik & Hukum
    • Iklan
    © 2026 ThemeSphere. Designed by ThemeSphere.

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.