Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    INFOTIPIKORINFOTIPIKOR
    • Beranda
    • REDAKSI
    • TNI – POLRI
    • Ragam & Olah Raga
    • Daerah
    • Sosial & Budaya
    • Nasional
    • Ekonomi & Bisnis
    • Pendidikan
    • Kriminal
    • Politik & Hukum
    • Iklan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    INFOTIPIKORINFOTIPIKOR
    Home»Daerah»Aksi Unjuk Rasa Petani Tambak Indramayu Berujung Kerusakan Fasilitas Alun-Alun
    Daerah

    Aksi Unjuk Rasa Petani Tambak Indramayu Berujung Kerusakan Fasilitas Alun-Alun

    By RedaksiApril 2, 2026Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    INFOTIPIKOR.COM | INDRAMAYU – Ratusan petani tambak di Indramayu yang tergabung dalam Koalisi Masyarakat Pesisir Indramayu (KOMPI) yang berkantor di Desa Cangkring, Kecamatan Cantigi, Kabupaten Indramayu, melakukan aksi unjuk rasa di Pendopo Kabupaten Indramayu, Kamis (02/04/2026),

    Aksi unjuk rasa petani tambak dilakukan untuk menolak proyek revitalisasi tambak Pantura. Mereka menuntut agar pemerintah daerah Indramayu menghentikan rencana proyek tersebut dan melibatkan petani dalam pengambilan keputusan.

    Aksi yang awalnya berjalan damai berubah menjadi rusuh setelah Bupati Indramayu Lucky Hakim tidak kunjung menemui massa pendemo. Fasilitas alun-alun Pendopo Indramayu menjadi sasaran perusakan, termasuk kursi dan pagar yang rusak. Aparat keamanan berjaga untuk memastikan aksi tidak merembet ke tempat lain dan berharap agar aksi demonstrasi tetap tertib kembali.

    Baca Juga:  Diduga Tutup Mata, Kasat Satpol-PP Aceh Tenggara Dinilai Lamban Tanggapi Dugaan Prostitusi di Perumahan Suluk Titi Abri

    Petani tambak berharap Bupati Indramayu mau menemui dan mendengarkan aspirasi mereka terkait proyek revitalisasi tambak di kawasan Pantura.

    ” Kami tidak ingin proyek ini merusak kehidupan kami, dan menghilangkan mata pencaharian kami,” ujar salah satu perwakilan petani tambak.

    Proyek revitalisasi tambak Pantura di kawasan tambak Perhutani dan tanah timbul dengan rencana budidaya ikan nila salin sistem intensif di Kabupaten Indramayu dinilai berpotensi merugikan masyarakat petani, khususnya para petani tambak yang selama ini menggantungkan hidupnya dari lahan yang dikelola secara turun-temurun. Mereka khawatir proyek akan mengubah pola pengelolaan tambak dan mengurangi akses masyarakat terhadap lahan produktif.

    “Proyek ini tidak hanya mengancam mata pencaharian kami, tetapi juga mengancam keberlangsungan lingkungan dan budaya masyarakat pesisir,” tambah peserta aksi petani tambak.

    Baca Juga:  LANN Aceh Tenggara Sarankan Polres Tambah Personil di Pos Perbatasan untuk Tekan Peredaran Narkoba

    Pemerintah daerah Indramayu telah berjanji untuk mendengarkan aspirasi masyarakat, dan akan melakukan dialog dengan petani untuk mencari solusi terbaik. Namun, petani masih menuntut agar proyek revitalisasi dihentikan sementara hingga dialog selesai.

    Aksi unjuk rasa ini merupakan salah satu contoh bagaimana masyarakat pesisir berjuang untuk mempertahankan hak-hak mereka, dan menjaga keberlangsungan lingkungan. (Afifudin)

    Post Views: 288
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Redaksi
    • Website

    Berani Karena Benar Tertutup Karena Salah

    Related Posts

    LANN Aceh Tenggara Sarankan Polres Tambah Personil di Pos Perbatasan untuk Tekan Peredaran Narkoba

    Juli 29, 2026

    Diduga Akibat Jalan Rusak, Aris Munandar (31) Terjatuh di Jalur Pantura Petarukan; Tuntut Pertanggungjawaban Pemerintah

    Juli 29, 2026

    Dugaan Tender Bermasalah Rp20 Miliar di Bengkulu: PT Citra Pratama Perkasa Dinilai “Baru Lahir” tapi Menang Proyek Rekonstruksi Jalan

    Juli 28, 2026

    Comments are closed.

    Berita Terbaru

    Harapan Rakyat untuk Kapolri Baru: Peluang Besar Komjen Karyoto Gantikan Jenderal Listyo Sigit Prabowo

    Juli 30, 2026

    Survei IDM: Kepuasan Publik Terhadap Kinerja Presiden Prabowo Tembus 81,5 Persen di Semester I 2026

    Juli 30, 2026

    Indikator Politik Indonesia Tak Bantah Ada Survei Juli 2026, Tapi Tegaskan Tidak Merilisnya Secara Masif

    Juli 30, 2026

    Penuh Haru, AKBP I Dewa Putu Gede Anom Danujaya Serahkan Tongkat Komando Kapolres Purwakarta kepada AKBP Febri Nurzam

    Juli 30, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Beranda
    • REDAKSI
    • TNI – POLRI
    • Ragam & Olah Raga
    • Daerah
    • Sosial & Budaya
    • Nasional
    • Ekonomi & Bisnis
    • Pendidikan
    • Kriminal
    • Politik & Hukum
    • Iklan
    © 2026 ThemeSphere. Designed by ThemeSphere.

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.