Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    INFOTIPIKORINFOTIPIKOR
    • Beranda
    • REDAKSI
    • TNI – POLRI
    • Ragam & Olah Raga
    • Daerah
    • Sosial & Budaya
    • Nasional
    • Ekonomi & Bisnis
    • Pendidikan
    • Kriminal
    • Politik & Hukum
    • Iklan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    INFOTIPIKORINFOTIPIKOR
    Home»Kesehatan»Penyakit TBC Harus Diobati dan Bukan Penyakit Kutukan,Puskesmas Cibatu Miliki Program TOSS
    Kesehatan

    Penyakit TBC Harus Diobati dan Bukan Penyakit Kutukan,Puskesmas Cibatu Miliki Program TOSS

    By RedaksiAgustus 31, 2022Tidak ada komentar3 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Purwakarta | Infotipikor.com – Penyakit Tuberkulosis (TBC) di Indonesia menempati peringkat ketiga setelah India dan China, dengan jumlah kasus 824.000 dan kematian 93.000 pertahun atau setara dengan 11 kematian per jam.

    Pemerintah pusat melalui Kementerian Kesehatan menargetkan eliminasi TB pada tahun 2030, tersisa 8 tahun lagi. Dibutuhkan gerak cepat dan keterpaduan pemerintah pusat, pemerintah daerah, tenaga teknis dan masyarakat untuk mewujudkan target tersebut.

    Rintangan dalam melakukan penanganan TB masih terasa, stigma TB masih ada, keengganan kontak untuk melalukan pemeriksaan dahak dan minum obat profilaksis, masih melakukan pengobatan tradisional dan jarak yang jauh dari layanan.

    Dede Staf Puskesmas Cibatu yang membidangi Penyakit TB dalam hal ini kepada penderita menuturkan, awalnya kita akan melakukan screaning terlebih dahulu kalau ada warga yang memiliki gejala tersebut. Dan kita akan melakukan pemeriksaan dahak, melalui alat TCM,” katanya. Selasa (30/08/2022).

    Lanjut,Dede  gejala TB seperti suhu tubuh meningkat (Demam) terutama di malam hari, meskipun pada pagi dan siang hari tubuhnya sehat dan bugar, menjelang malam, tubuh pengidap TBC akan melemah dan disertai oleh demam. Meningkatnya suhu tubuh ini biasanya berlangsung selama lebih dari 3 minggu, meskipun sudah mengkonsumsi obat penurun demam.

    “Kemudian gejala lainnya adalah berkeringat di malam hari, sering merasa lelah, kulit pucat, nafsu makan dan berat badan menurun. Dan kita juga akan mengambil dahak penderita TBC, selanjutnya memeriksa keluarga dan warga yang melakukan kontak dengan penderita.

    Dede berpesan kepada penderita TB untuk tidak melakukan membuang dahak sembarangan, selalu memakai masker, bekas makan penderita harus dicuci bersih, jendela kalau pagi harus dibuka, makan yang bergizi.

    Selanjutnya, Kepala Puskesmas Cibatu Gigin Sugiono, S. Kep, menambahkan, bahwa kerahasiaan penderita TBC akan menjadi prioritas bagi kami, tidak mudah untuk di eksplor. Akan tetapi kami lebih mengarah ke edukasinya.

    “Bahwasanya ada stigma di masyarakat bahwa penyakit TBC itu adalah penyakit kutukan. Karena kalau terkena penyakit tersebut akan di jauhi orang lain atau warga sekitarnya,” jelas Gigin Sugiono, S.Kep.

    Lanjut Kepala Puskesmas Cibatu menegaskan, bahwa penyakit TBC ini bukan penyakit kutukan dan bukan penyakit yang memalukan. Dan penyakit TBC itu harus di obati, setelah diberikan edukasi. Dan akhirnya mereka sadar dan mengerti, penderita tidak merasa malu lagi.

    “Dan pengobatan penyakit TBC ini, memerlukan waktu jangka panjang, otomatis memerlukan pengawasan dari sekitar atau PMO (Pengawas Minum Obat),” katanya.

    Masih menurut Kepala Puskesmas Cibatu menegaskan, untuk penemuan kasus, kita punya slogan TOSS (Temukan, Obati, Sampai Sembuh). Kita juga akan memeriksa warga yang diduga terinfeksi dengan alat TCM, dengan alat tersebut hasilnya akan keluar dalam waktu Dua jam.

    (Herman/Fito)

    Post Views: 243
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Redaksi
    • Website

    Berani Karena Benar Tertutup Karena Salah

    Related Posts

    Daun Kelor Kian Populer, “Superfood Lokal” dengan Segudang Manfaat Kesehatan

    April 22, 2026

    Tiga Pengoplos Gas Rugikan Masyarakat dan Negara, Berhasil Diungkap  Satreskrim Polres Purwakarta 

    Juli 28, 2025

    HUT RSUD Prambanan ke 15, Bupati Sleman Resmikan Gedung Pelayanan penunjang dan Gedung Diklat

    April 25, 2025

    Comments are closed.

    Berita Terbaru

    Kasus Percabulan Anak Diselidiki, Polres Purwakarta Bergerak – Publik Diminta Jangan Diam!

    Mei 13, 2026

    Dokter Spesialis “Mogok”, DPRD Buol  Turun Tangan! Insentuf Dipangkas, Pelayanan RSUD Terganggu

    Mei 13, 2026

    Ratusan Kades “Kepojok”, Serbu DPRD Buol! Tagih Siltap dan Dana  Desa yang Tak Kunjung Cair

    Mei 13, 2026

    Sleman Tancap Gas! Aduan Warga Jadi “Senjata Utama” Berantas Jalan Rusak

    Mei 12, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Beranda
    • REDAKSI
    • TNI – POLRI
    • Ragam & Olah Raga
    • Daerah
    • Sosial & Budaya
    • Nasional
    • Ekonomi & Bisnis
    • Pendidikan
    • Kriminal
    • Politik & Hukum
    • Iklan
    © 2026 ThemeSphere. Designed by ThemeSphere.

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.