Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    INFOTIPIKORINFOTIPIKOR
    • Beranda
    • REDAKSI
    • TNI – POLRI
    • Ragam & Olah Raga
    • Daerah
    • Sosial & Budaya
    • Nasional
    • Ekonomi & Bisnis
    • Pendidikan
    • Kriminal
    • Politik & Hukum
    • Iklan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    INFOTIPIKORINFOTIPIKOR
    Home»Daerah»Luhut Apresiasi Pengelolaan IPAL Bojongsoang
    Daerah

    Luhut Apresiasi Pengelolaan IPAL Bojongsoang

    By RedaksiMaret 15, 2022Updated:Maret 16, 2022Tidak ada komentar3 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    INFOTIPIKOR.COM | BANDUNG – Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan, mengapresiasi pengelolaan instalasi pengelolaan air limbah (IPAL) Bojongsoang Kabupaten Bandung.

    Hal itu ia ungkapkan saat meninjau IPAL Bojongsoang yang dikelola oleh PDAM Tirtawening Kota Bandung, Selasa 15 Maret 2022.

    “Saya ucapkan terimakasih juga kepada pihak yang terus berupaya mendukung program ini (pengelolaan limbah domestik),” ujarnya.

    Luhut menerangkan, semua pemerintah daerah harus bekerja keras menangani air limbah domestik. Harapannya, pada tahun 2025, sebanyak 645 ribu Kepala Keluarga di 795 Desa dan Kelurahan serta 10 Kabupaten/Kota terlayani sanitasi yang layak.

    Ia berharap, program pengelolaan limbah domestik terus berkesinambungan. Termasuk bersinergi dengan para pakar dan akademisi.

    “Sekitar 80 persen kita selesaikan. Tinggal bagaimana kita terus berkolaborasi dengan pemerintah. Kata kuncinya, disiplin ini agar terintegrasi juga monitoring dan evaluasi,”katanya.

    Pada kesempatan itu, Plt Wali Kota Bandung, Yana Mulyana sempat memaparkan tentang IPAL Bojongsoang dan penanganan limbah domestik di Kota Bandung.

    Yana mengungkapkan, IPAL domestik Bojongsoang memiliki luas 85 hektar milik Pemkot Bandung yang dikelola PDAM Tirtawening Kota Bandung.

    Baca Juga:  Pemkot Bandung Sepakat Kembangkan PSEL Sarimukti

    “Jadi IPAL domestik Bojongsoang ini luasnya 85 hekar, milik Pemkot Bandung yang dikelola PDAM, tapi lokasinya ada di Kabupaten Bandung. Dari luas saat ini eksisiting 65 hektar digunakan kolam untuk pengolahan air limbah, dari pengolahan ini melayani 100 ribu rumah setara dengan 500 ribu jiwa,”beber Yana.

    Menurutnya, IPAL Bojongsoang telah berumur 30 tahun dan memilikinya masih teknologi konfensional. Namun, rencananya akan mendapatkan bantuan dari World Bank Pemerintah Jerman yaitu 1 teknologi.

    Dari luas 85 hektar itu, dengan kolam seluas 65 hektar ini hanya cukup dengan 5 hektar akan disimpan kawasan tersebut.

    “Kami simpan di sini semua cekungan Bandung pasti akan lari ke sini,” tutur Yana.

    “Di sini sementara melayani Bandung Barat dan Selatan. Apabila itu direalisaikan, kebutuhan 65 hektar kolam melayani 5 hektar bisa melayani 600 ribu rumah. Setara dengan 3 juta penduduk Bandung,”urainya.

    Untuk itu, Yana mengaku membutuhkan anggaran sekitar Rp 400 miliar untuk instalasi penyambung air limbah rumah.

    Baca Juga:  Perkuat Akses Keadilan di Tingkat Akar Rumput, Bupati Sleman Buka Bimtek Paralegal

    Perlu diketahui, IPAL Bojongsoang berfungsi untuk mengolah air limbah rumah tangga dari Kota Bandung yang bertujuan untuk menurunkan tingkat pencemaran sungai-sungai di Kota Bandung, di samping membantu mengurangi beban pencemar yang masuk ke sungai Citarum.

    Jenis buangan rumah tangga yang diolah pada IPAL Bojongsoang adalah air limbah yang berasal dari kamar mandi, dapur dan pencucian. Limbah industri tidak dapat diolah pada instalasi pengolahan ini.

    Sumber limbah rumah tangga (limbah domestik ) yang masuk ke IPAL Bojongsoang dapat juga berasal dari hotel, restoran, mal, sekolah, rumah sakit, perkantoran dan sejenisnya.

    Sementara itu, Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil menerangkan, meskipun kawasan itu milik Pemkot Bandung namun mampu memberikan manfaat bagi 5 wilayah cekungan Bandung.

    “Walaupun asetnya milik Pemkot Bandung, kebermanfaat itu bukan hanya Kota Bandung saja. Maka nanti lokasi ini di koordinasi memberikan manfaat ke 5 wilayah cekungan Bandung,”pungkasnya.

    (INDRA JAYA)

    Post Views: 227
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Redaksi
    • Website

    Berani Karena Benar Tertutup Karena Salah

    Related Posts

    15.064 KPM Diguyur Bantuan Pangan di Krangkeng, Kuwu Kalianyar Pasang “Garis Keras”: Nol Rupiah Potongan, Laporkan Jika Ada Pungli!

    April 23, 2026

    KAKI Bongkar Dugaan Pelanggaran Fatal Proyek Gedung Setda Majalengka, APH Diminta Turun Tangan-Potensi Blacklist hingga Pidana Mengintai

    April 23, 2026

    Akui Pernah Beri Rp20 Ribu ke RT, Kuwu Tanjungsari Bantah Instruksi Pungli Bansos: “Itu Pengalaman Pribadi, Bukan Kebijakan”

    April 22, 2026

    Comments are closed.

    Berita Terbaru

    15.064 KPM Diguyur Bantuan Pangan di Krangkeng, Kuwu Kalianyar Pasang “Garis Keras”: Nol Rupiah Potongan, Laporkan Jika Ada Pungli!

    April 23, 2026

    KAKI Bongkar Dugaan Pelanggaran Fatal Proyek Gedung Setda Majalengka, APH Diminta Turun Tangan-Potensi Blacklist hingga Pidana Mengintai

    April 23, 2026

    FIFGROUP Rayakan Hari Kartini dengan Aktivasi Interaktif di MRT Blok M, Ajak Perempuan Kenali Potensi Diri

    April 23, 2026

    Kapolres Purwakarta Tegaskan Tidak Ada Toleransi Premanisme, 14 Pelaku Pengeroyokan Brutal Diamankan

    April 23, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Beranda
    • REDAKSI
    • TNI – POLRI
    • Ragam & Olah Raga
    • Daerah
    • Sosial & Budaya
    • Nasional
    • Ekonomi & Bisnis
    • Pendidikan
    • Kriminal
    • Politik & Hukum
    • Iklan
    © 2026 ThemeSphere. Designed by ThemeSphere.

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.