BUOL, 16 Oktober 2026 – PT PLN (Persero) melalui Unit Layanan Pelanggan (ULP) Leok di Kabupaten Buol, Sulawesi Tengah, terus berupaya mengatasi defisit daya listrik yang menyebabkan pemadaman bergilir. Upaya ini ditandai dengan kedatangan tujuh unit mesin pembangkit darurat (emergency) yang tiba di Buol pada Kamis (15/10/2026).
Manager PLN ULP Leok, Dadang Syaifullah, mengonfirmasi bahwa ketujuh mesin tersebut diberangkatkan dari Kepulauan Selayar sejak September lalu dan kini tengah dalam tahap mobilisasi serta persiapan teknis untuk segera terhubung ke sistem kelistrikan lokal.
“Alhamdulillah, mesin emergency yang kami datangkan dari Kepulauan Selayar sudah tiba pada tanggal 15 Oktober. Saat ini sedang dilakukan mobilisasi dan persiapan agar secepatnya dapat masuk ke sistem kelistrikan,” ujar Dadang kepada media, Jumat (16/10/2026).
Tambahan Daya Capai 2 MW
Ketujuh mesin pembangkit darurat ini memiliki total kapasitas terpasang hampir 4 megawatt (MW), dengan estimasi daya mampu sekitar 2 MW. Tambahan daya ini diharapkan dapat mempersempit kesenjangan antara kebutuhan masyarakat dan daya yang tersedia, serta meningkatkan keandalan pasokan listrik di Kabupaten Buol.
PLN menargetkan seluruh proses persiapan teknis dapat diselesaikan sehingga mesin-mesin tersebut mulai beroperasi penuh pada akhir Oktober 2026.
“Insyaallah, akhir bulan ini sistem sudah bisa kembali normal. Harapan kami, tidak ada lagi pemadaman yang disebabkan defisit daya pembangkit. Namun, semua tetap bergantung pada kelancaran proses teknis di lapangan,” tegas Dadang.
Permintaan Maaf dan Penjelasan Defisit Daya
Menyikapi keluhan masyarakat terkait pemadaman bergilir yang kerap terjadi, khususnya pada rentang pukul 17.00 hingga 22.00 WITA, Dadang menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang ditimbulkan. Ia menjelaskan bahwa penyebab utama gangguan adalah ketidakseimbangan beban puncak dengan kapasitas pembangkit yang tersedia. Sebagian mesin masih menjalani pemeliharaan (overhaul) dan perbaikan, sementara konsumsi listrik masyarakat meningkat signifikan seiring musim kemarau.
“Pemakaian listrik pelanggan meningkat signifikan selama musim kemarau. Beban terus bertambah, sementara ada mesin yang kemampuan dayanya menurun karena kondisi teknis. Inilah yang membuat sistem kami cukup berat untuk memenuhi kebutuhan seluruh pelanggan,” jelasnya.
Pemadaman Siang Hari dan Gangguan Darurat
Dadang juga meluruskan persepsi masyarakat mengenai pemadaman di luar jam puncak malam hari. Ia menegaskan bahwa pemadaman siang hari umumnya merupakan bagian dari pekerjaan pemeliharaan jaringan atau peningkatan keandalan sistem, seperti pemasangan gardu baru di area Kantor BNI Buol.
Selain itu, gangguan darurat juga dapat terjadi sewaktu-waktu akibat faktor eksternal. Dadang mencontohkan insiden beberapa hari lalu di mana pemulihan listrik tertunda setelah petugas menemukan seekor ayam tersangkut di gardu distribusi.
“Kalau pemadaman terencana, kami berupaya menyampaikan informasi kepada pelanggan sesuai jadwal. Namun, apabila terjadi gangguan darurat di luar jadwal, petugas harus melakukan pemeriksaan dan penanganan terlebih dahulu sebelum listrik dapat dinormalkan kembali,” imbuhnya.
Rencana Jangka Panjang: Interkoneksi Sulawesi
Untuk solusi jangka panjang, PLN tidak hanya mengandalkan pembangkit lokal. Dadang mengungkapkan bahwa pihaknya mendorong penguatan sistem kelistrikan melalui rencana pembangunan jaringan transmisi yang akan menghubungkan pasokan dari sistem pembangkit berkapasitas lebih besar di Sulawesi Utara dan Gorontalo ke wilayah Buol dan Tolitoli.
Langkah ini diharapkan menjadi fondasi kuat dalam mengantisipasi pertumbuhan kebutuhan energi masyarakat dan menjamin keandalan pasokan listrik di masa depan. (Moh Fharsi)

