INDRAMAYU, 13 Oktober 2026 – PT Polytama Propindo (Polytama), produsen resin polipropilena terkemuka di Indonesia, menegaskan komitmennya untuk mengawal secara langsung seluruh tahapan pengerjaan proyek pengembangan infrastruktur jetty. Komitmen ini disampaikan dalam forum koordinasi dan penyerapan aspirasi bersama jajaran Pemerintah Kecamatan Juntinyuat, Kepala Desa/Kuwu, perwakilan nelayan, serta tokoh masyarakat pada Selasa (6/10/2026).
Dalam forum tersebut, Polytama menghadirkan mitra kontraktor pelaksana, PT Adhi Karya, untuk memperkuat koordinasi tiga pilar: perusahaan, pelaksana proyek, dan masyarakat. Langkah ini bertujuan memastikan proyek berjalan sesuai ketentuan keselamatan dan kepatuhan, sekaligus merespons berbagai aspirasi warga di kawasan Ring 1 desa penyangga.
“Kami berkomitmen mengawal pelaksanaan pekerjaan secara langsung bersama kontraktor, termasuk memastikan aspek keselamatan, kepatuhan, serta pengelolaan dampak sosial dan lingkungan menjadi perhatian dalam setiap tahapan pekerjaan,” ujar Direktur PT Polytama Propindo, Dwinanto Kurniawan.
Respons Aspirasi dan Verifikasi Fakta
Polytama menerima berbagai aspirasi masyarakat, termasuk laporan mengenai dampak getaran, kebisingan, kondisi bangunan warga, serta aktivitas nelayan. Perusahaan menegaskan bahwa setiap laporan akan ditindaklanjuti melalui proses pengecekan lapangan dan verifikasi data teknis untuk menentukan tindakan penanganan yang objektif dan proporsional.
Khusus terkait aktivitas nelayan dan kondisi alur pelayaran (baro), Polytama memahami pentingnya hal tersebut bagi ekonomi masyarakat pesisir. Laporan mengenai akses perahu dan sedimentasi akan diverifikasi bersama untuk memperoleh gambaran faktual, sehingga solusi yang diambil dapat diterima oleh kedua belah pihak tanpa mengganggu kelancaran proyek maupun mata pencaharian warga.
Kontribusi Tenaga Kerja Lokal dan TJSL
Sebagai bentuk kontribusi nyata, Polytama menyampaikan bahwa saat ini terdapat lebih dari 200 pekerja lokal dari Desa Limbangan, Desa Lombang, dan Desa Tinumpuk yang bekerja di operasional perusahaan di luar proyek konstruksi. Untuk sektor proyek jetty, Polytama telah meminta PT Adhi Karya untuk menyampaikan data penyerapan tenaga kerja lokal secara berkala guna menjaga transparansi.
Perusahaan juga membuka peluang pengembangan program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) yang relevan dengan kebutuhan jangka panjang masyarakat, seperti pelatihan keterampilan dan dukungan bagi Karang Taruna desa.
Koordinasi Berkelanjutan dan Keamanan Area
Camat Juntinyuat mengapresiasi langkah terbuka Polytama dan mengajak semua pihak untuk mempertahankan komunikasi yang rutin dan konstruktif. “Komunikasi yang terbuka adalah kunci menjaga harmoni dan kelancaran pembangunan. Setiap tantangan harus dibahas dan dicarikan solusi bersama,” ujarnya.
Sebagai tindak lanjut, akan diadakan forum komunikasi berkala untuk mengevaluasi perkembangan proyek dan penanganan aspirasi. Polytama juga akan berkoordinasi dengan PT Pertamina Gas (Pertagas) untuk memastikan keamanan area operasional bagi masyarakat.
Dwinanto Kurniawan menutup pernyataannya dengan harapan agar pembangunan pabrik kedua dan infrastruktur pendukungnya dapat memberikan manfaat ekonomi, sosial, dan industri yang berkelanjutan bagi Indramayu dan industri petrokimia nasional.
“Kami ingin pembangunan ini memberikan manfaat optimal. Dukungan serta komunikasi dengan pemerintah dan masyarakat sangat penting bagi kami untuk memastikan proses pengerjaan berjalan dengan baik,” tegas Dwinanto. (Fif)

