Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    INFOTIPIKORINFOTIPIKOR
    • Beranda
    • REDAKSI
    • TNI – POLRI
    • Ragam & Olah Raga
    • Daerah
    • Sosial & Budaya
    • Nasional
    • Ekonomi & Bisnis
    • Pendidikan
    • Kriminal
    • Politik & Hukum
    • Iklan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    INFOTIPIKORINFOTIPIKOR
    Home»Religi»Pengajian Lansia di Minggir Bahas Kekuatan Kalimat Tauhid “La Ilaha Illallah”
    Religi

    Pengajian Lansia di Minggir Bahas Kekuatan Kalimat Tauhid “La Ilaha Illallah”

    By RedaksiSeptember 6, 2026Tidak ada komentar3 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    SLEMAN – Suasana religius dan penuh kekhidmatan mewarnai pengajian rutin Majelis Makrifatullah bagi para lansia yang digelar di Pondok Pesantren Makrifatullah (Masjid Jamilah), Dusun Banaran RT 02/RW 31, Sendangmulyo, Kecamatan Minggir, Kabupaten Sleman, pada Ahad (6/9/2026).

    Kegiatan ini menjadi momentum berharga bagi para jamaah untuk sinau bareng (belajar bersama), memperdalam ilmu agama, serta mengingatkan kembali pentingnya memanfaatkan sisa usia dengan amal ibadah yang bermanfaat.

    Haji Habibullah: Waktu Tidak Akan Kembali

    Pengajian kali ini menghadirkan Kyai Haji Habibullah sebagai narasumber utama. Dalam tausiyahnya, ia mengajak jamaah untuk senantiasa menggunakan waktu sebaik-baiknya, mengingat setiap detik yang berlalu tidak akan pernah kembali.

    “Waktu yang telah berlalu tidak akan kembali. Maka, sebaik-baik kehidupan adalah ketika waktu yang diberikan Allah diisi dengan ilmu, ibadah, dan kemanfaatan,” ujar Haji Habibullah.

    Ia menekankan bahwa manusia diberikan kesempatan 24 jam dalam sehari, sehingga harus diisi dengan kegiatan bernilai positif seperti belajar, beribadah, berdzikir, dan mendalami kandungan Al-Qur’an.

    Baca Juga:  Perkuat Ukhuwah Islamiyah, Pemdes dan MUI Desa Campaka Peringati Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H

    Memperkuat Tauhid Melalui “La Ilaha Illallah”

    Materi kajian merujuk pada QS Muhammad ayat 19, yang menegaskan tentang keesaan Allah SWT serta anjuran untuk memohon ampunan. Haji Habibullah memberikan penekanan khusus terhadap kalimat “La Ilaha Illallah” sebagai landasan utama keimanan.

    Menurutnya, kalimat tauhid tersebut tidak sekadar diucapkan secara lisan, tetapi harus tertanam dalam hati dan tercermin dalam perilaku sehari-hari. Dzikir ini dapat diintegrasikan dalam berbagai aktivitas keagamaan seperti tahlilan, yasinan, sholawatan, maupun pengajian.

    “Lisan yang berdzikir adalah pengingat bagi hati. Ketika hati selalu mengingat Allah, langkah kehidupan diharapkan semakin terarah,” jelasnya.

    Para jamaah diajak untuk membiasakan membaca kalimat tauhid secara ajeg dan kontinu, terutama setelah salat lima waktu serta dalam aktivitas harian lainnya.

    Hidup Bukan Sekadar Menghitung Waktu

    Haji Habibullah juga menyampaikan pesan mendalam bahwa kehidupan bukan sekadar tentang lamanya seseorang hidup, melainkan tentang seberapa besar manfaat yang dapat ditebarkan.

    Baca Juga:  Peringati Maulid Nabi, Kades Cimahi Asep Saepul Bahrie Ajak Warga Mengagungkan Kelahiran Rasulullah; Camat Dikky: Jadikan Suri Tauladan Nyata

    “Panjang umur belum tentu berarti panjang manfaat. Yang terpenting adalah bagaimana umur yang diberikan Allah menjadi jalan untuk menebar kebaikan,” tuturnya.

    Dalam konteks praktis, ia mencontohkan pentingnya ketelitian dan evaluasi dalam setiap pekerjaan, termasuk dalam hal keamanan pangan. Prinsip kehati-hatian dari bahan mentah hingga penyajian makanan dianggap sebagai bentuk tanggung jawab dan upaya meminimalisir kesalahan.

    “Kebaikan membutuhkan ketelitian. Apa yang dikerjakan dengan hati-hati akan lebih dekat kepada kemanfaatan,” tambahnya.

    Menjadikan Dzikir sebagai Kebiasaan

    Di penghujung acara, Haji Habibullah mengingatkan jamaah untuk menjadikan dzikir sebagai bagian tak terpisahkan dari kehidupan.

    “Jangan menunggu hati tenang untuk berdzikir. Berdzikirlah agar hati menemukan ketenangan,” pungkasnya.

    Kegiatan pengajian berlangsung dalam suasana penuh kebersamaan dan perhatian. Acara ditutup dengan doa bersama serta pembacaan kalimat “La Ilaha Illallah” sebanyak tiga kali secara serentak oleh seluruh jamaah (Ari Wu)

    Post Views: 15
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Redaksi
    • Website

    Berani Karena Benar Tertutup Karena Salah

    Related Posts

    Generasi Berakhlakul Karimah, Penampilan Anak-Anak Baca Barzanji di Mushola Albahriyah Bikin Kades Cimahi Bangga

    September 5, 2026

    Peringati Maulid Nabi, Kades Cimahi Asep Saepul Bahrie Ajak Warga Mengagungkan Kelahiran Rasulullah; Camat Dikky: Jadikan Suri Tauladan Nyata

    September 1, 2026

    Perkuat Ukhuwah Islamiyah, Pemdes dan MUI Desa Campaka Peringati Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H

    Agustus 27, 2026

    Comments are closed.

    Berita Terbaru

    Pengajian Lansia di Minggir Bahas Kekuatan Kalimat Tauhid “La Ilaha Illallah”

    September 6, 2026

    Pungutan Mengatasnamakan Paguyuban Pedagang Gedung Nasional Dipersoalkan, Siapa yang Beri Mandat?

    September 6, 2026

    Bandara Husein Sastranegara Makin Siap, Penerbangan Internasional Ditargetkan Beroperasi Oktober 2026

    September 5, 2026

    Generasi Berakhlakul Karimah, Penampilan Anak-Anak Baca Barzanji di Mushola Albahriyah Bikin Kades Cimahi Bangga

    September 5, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Beranda
    • REDAKSI
    • TNI – POLRI
    • Ragam & Olah Raga
    • Daerah
    • Sosial & Budaya
    • Nasional
    • Ekonomi & Bisnis
    • Pendidikan
    • Kriminal
    • Politik & Hukum
    • Iklan
    © 2026 ThemeSphere. Designed by ThemeSphere.

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.