BUOL – Program ketahanan pangan yang dikembangkan Pemerintah Desa Paleleh, Kecamatan Paleleh, Kabupaten Buol, mulai membuahkan hasil yang membanggakan. Melalui budidaya ayam petelur yang dikelola secara bertahap dan berkelanjutan, Desa Paleleh kini mampu memproduksi sekitar 168 butir telur per hari atau setara 6–7 bak telur. Dalam satu bulan, total produksi mencapai sekitar 5.040 butir telur dengan estimasi pendapatan mencapai Rp13.650.000 per bulan.
Produksi tersebut berasal dari 219 ekor ayam petelur yang dipelihara dalam 9 kandang, dengan rata-rata setiap kandang berisi sekitar 24 ekor ayam. Hasil yang dicapai saat ini menjadi indikator bahwa program ketahanan pangan yang bersumber dari Dana Desa mampu memberikan manfaat nyata apabila dikelola dengan baik, disertai pengawasan dan pendampingan yang berkesinambungan.
Selain mendukung ketersediaan pangan, program ini juga mulai memberikan nilai tambah bagi perekonomian desa. Pendapatan yang dihasilkan diharapkan dapat menjadi modal untuk pengembangan usaha sehingga produktivitas peternakan terus meningkat dari waktu ke waktu.
Sinergi Pemdes dan Pemkab Kunci Keberhasilan
Kepala Desa Paleleh, Djafar Sainong, kepada awak media pada Kamis (6/8/2026) mengatakan bahwa keberhasilan tersebut bukanlah hasil kerja satu pihak, melainkan buah dari sinergi antara pemerintah desa, pengelola peternakan, serta dukungan penuh Pemerintah Kecamatan Paleleh.
“Alhamdulillah, kami bersyukur karena program ini mulai menunjukkan hasil yang sangat baik. Keberhasilan ini merupakan hasil kerja sama semua pihak yang memiliki komitmen membangun Desa Paleleh. Kami menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Pemerintah Kecamatan Paleleh yang terus melakukan monitoring, pembinaan, serta memberikan edukasi kepada pemerintah desa maupun pengelola mengenai tata cara budidaya ayam petelur yang baik. Pendampingan yang dilakukan secara berkelanjutan sangat membantu kami meningkatkan produktivitas peternakan hingga mencapai hasil seperti saat ini,” ujar Djafar.
Ia juga menambahkan bahwa keberhasilan tersebut menjadi motivasi bagi Pemerintah Desa Paleleh untuk terus meningkatkan kualitas pengelolaan peternakan, mulai dari perawatan kandang, pemberian pakan, pengendalian kesehatan ternak, hingga manajemen produksi agar hasil yang diperoleh semakin maksimal.
Kecamatan Siap Kawal Program Berkelanjutan
Sementara itu, Camat Paleleh, Lukman Djupandang, menegaskan bahwa Pemerintah Kecamatan akan terus mengawal pelaksanaan program ketahanan pangan di seluruh desa sebagai salah satu program strategis yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“Target kami adalah bagaimana program ketahanan pangan di Kecamatan Paleleh berjalan sesuai dengan yang diharapkan oleh semua pihak. Karena itu, Pemerintah Kecamatan secara rutin melakukan monitoring dan pendampingan terhadap desa-desa yang saat ini membudidayakan ayam petelur. Kami ingin memastikan program ini benar-benar berjalan dengan baik, berkembang secara berkelanjutan, serta mampu memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat. Keberhasilan Desa Paleleh menjadi bukti bahwa apabila program dikelola dengan serius dan mendapat pendampingan yang baik, hasilnya dapat dirasakan secara nyata,” kata Lukman.
Ia juga berharap capaian yang diraih Desa Paleleh dapat menjadi motivasi bagi desa-desa lain di Kecamatan Paleleh untuk terus mengembangkan potensi lokal melalui program ketahanan pangan yang produktif, sehingga mampu menciptakan desa yang lebih mandiri, meningkatkan pendapatan masyarakat, serta memperkuat ketahanan pangan di tingkat lokal.
Dengan produksi yang telah mencapai sekitar 5.040 butir telur setiap bulan dan pendapatan sekitar Rp13,65 juta, Pemerintah Desa Paleleh optimistis usaha budidaya ayam petelur akan terus berkembang. Ke depan, peningkatan jumlah populasi ayam, penguatan manajemen usaha, serta pendampingan yang berkelanjutan diharapkan mampu meningkatkan kapasitas produksi sehingga Desa Paleleh dapat menjadi salah satu contoh keberhasilan pelaksanaan program ketahanan pangan berbasis desa di Kabupaten Buol. (Moh Fharsi)

