BUOL – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Buol bergerak cepat dengan menggelar rapat koordinasi tanggap darurat pada Senin (13/7/2026). Langkah ini diambil menyusul gempa bumi berkekuatan Magnitudo 5,4 yang mengguncang wilayah Kabupaten Buol pada Minggu malam sekitar pukul 20.46.35 WITA.
Gempa yang berpusat di laut, sekitar 37 kilometer timur laut Buol dengan kedalaman 10 kilometer itu, memicu kepanikan ribuan warga. Masyarakat berhamburan keluar rumah, dan sebagian memilih mengungsi ke lokasi yang lebih tinggi karena khawatir terjadi gempa susulan maupun potensi tsunami.
Berdasarkan data sementara, setelah gempa utama terjadi, tercatat sedikitnya enam kali gempa susulan. Aktivitas seismik terpantau bergerak dari wilayah laut menuju daratan, dengan guncangan terakhir berkekuatan Magnitudo 2,2 yang terdeteksi berada di kawasan belakang Kantor Bupati Buol.
Rapat Koordinasi Dipimpin Wakil Bupati
Merespons kondisi tersebut, Wakil Bupati Buol, Moh. Nasir Dj. Daimaroto, S.H., M.H., memimpin langsung rapat koordinasi tanggap darurat bersama Kapolres Buol AKBP Irwan, S.I.K., M.H., M.Tr.Opsla., Sekretaris Daerah Moh. Yamin Rahim, S.H., M.H., para kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), serta unsur terkait lainnya. Tujuannya adalah untuk mematangkan langkah penanganan pascabencana agar lebih terstruktur.
“Kami berharap pada kesempatan ini kita semua dapat memberikan informasi dan saran yang akurat mengenai langkah-langkah yang akan dilakukan ke depan, sehingga proses penanganan dan penyelesaian masalah ini dapat berjalan dengan baik,” ujar Wakil Bupati.
Rapat tersebut bertujuan menyusun intervensi pemerintah daerah, provinsi, hingga pusat agar berjalan lebih jelas, akurat, dan efektif dibandingkan dengan penanganan darurat spontan yang dilakukan pada malam kejadian.
Dampak Kerusakan dan Bantuan Brimob
Dalam arahannya, Wakil Bupati mengungkapkan bahwa gempa menyebabkan sejumlah kerusakan di berbagai wilayah. Beberapa rumah warga mengalami kerusakan bervariasi, mulai dari atap dan plafon yang runtuh, tembok roboh, hingga bangunan rusak akibat tertimpa pohon tumbang. Selain itu, Kantor Inspektorat Kabupaten Buol juga dilaporkan mengalami kerusakan cukup serius, terutama pada bagian plafon dan beberapa struktur atas bangunan.
Sementara itu, Kapolres Buol AKBP Irwan menyampaikan bahwa pihaknya telah berkoordinasi dengan Polda Sulawesi Tengah sesaat setelah gempa terjadi. Hasil koordinasi tersebut memastikan bahwa personel Brigade Mobil (Brimob) akan segera diterjunkan ke Kabupaten Buol untuk membantu proses pembersihan puing-puing serta penanganan di lapangan.
Evaluasi Kesiapsiagaan Aparat
Kapolres juga menekankan pentingnya evaluasi terhadap kesiapsiagaan seluruh aparat dalam menghadapi bencana. Ia mengakui bahwa saat bencana terjadi, masih terlihat kepanikan bahkan di kalangan aparat pemerintah, TNI, maupun Polri, sehingga fokus pelayanan kepada masyarakat sempat terabaikan.
“Begitu terjadi kejadian, kita sempat lupa sebagai aparat pemerintah dan pelayan masyarakat tentang apa yang harus dilakukan setelah mengamankan keluarga. Ini yang perlu kita perbaiki. Kesiapsiagaan seluruh ASN, TNI, dan Polri harus ditingkatkan agar tahu persis apa yang harus diperbuat untuk melayani masyarakat apabila terjadi gempa atau bencana,” tegas Kapolres.
Normalisasi Kondisi Berjalan Terintegrasi
Pemkab Buol menyampaikan apresiasi atas dukungan yang datang dari luar daerah. Seluruh bantuan, baik personel maupun logistik, akan dikoordinasikan secara terpadu agar tepat sasaran. Usai rapat koordinasi, pembahasan dilanjutkan bersama Sekretaris Daerah untuk merumuskan pembagian tugas masing-masing instansi sehingga proses pemulihan pascagempa dapat berlangsung lebih cepat dan terintegrasi.
Hingga berita ini diturunkan, kondisi wilayah perkotaan Kabupaten Buol terpantau sepi. Sebagian masyarakat masih bertahan di lokasi pengungsian guna menghindari potensi gempa susulan. (Moh Fharsi)

