SLEMAN – Pengajian rutin Majelis Makrifatullah yang digelar di Pondok Pesantren Makrifatullah Yayasan Kiwari (Masjid Jamilah), Dusun Banaran RT 02 RW 31, Sendangmulyo, Minggir, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, pada Ahad (21/6/2026), mengangkat tema spesial tentang amalan doa para nabi. Tema ini dipilih sebagai ikhtiar spiritual untuk memperoleh kesembuhan, ketenangan hati, dan hidayah dari Allah SWT.
Dalam tausiyahnya, KH Habibullah mengajak jamaah untuk meneladani kesabaran Nabi Ayyub AS dan ketundukan Nabi Yunus AS ketika menghadapi ujian hidup. Menurutnya, kedua nabi tersebut memberikan pelajaran berharga tentang kekuatan doa, kesabaran, dan tawakal kepada Allah SWT.
Doa Nabi Ayyub AS untuk Kesembuhan
KH Habibullah menjelaskan bahwa Nabi Ayyub AS merupakan teladan utama bagi umat Islam dalam menghadapi penyakit dan cobaan hidup. Meski mengalami sakit yang berat dalam waktu yang lama, beliau tetap bersabar dan tidak pernah berhenti memohon pertolongan kepada Allah SWT.
Doa Nabi Ayyub AS yang diabadikan dalam QS Al-Anbiya ayat 83 berbunyi:
“Wa Ayyuuba idz naadaa rabbahuu annii massaniyadh-dhurru wa anta arhamur raahimiin.”
Artinya: “Ya Tuhanku, sesungguhnya aku telah ditimpa penyakit, dan Engkau adalah Tuhan Yang Maha Penyayang di antara semua penyayang.”
Menurut KH Habibullah, doa tersebut mengajarkan umat Islam untuk tetap bersabar dan berprasangka baik (husnuzan) kepada Allah SWT ketika menghadapi sakit maupun musibah.
“Kesabaran Nabi Ayyub menjadi contoh bagi kita semua. Ketika sakit, jangan putus asa. Berdoalah kepada Allah dengan penuh keyakinan sebagaimana yang dicontohkan Nabi Ayyub AS,” ujarnya.
Doa Nabi Yunus AS untuk Ketenangan Hati
Selain doa Nabi Ayyub AS, pengajian juga membahas doa Nabi Yunus AS yang terdapat dalam QS Al-Anbiya ayat 87. Doa tersebut dibaca Nabi Yunus ketika berada dalam kegelapan perut ikan setelah memohon ampun kepada Allah SWT.
“Laa ilaaha illaa anta subhaanaka innii kuntu minazh-zhaalimiin.”
Artinya: “Tidak ada Tuhan selain Engkau. Maha Suci Engkau. Sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang zalim.”
KH Habibullah menjelaskan bahwa doa Nabi Yunus AS sangat baik diamalkan ketika seseorang sedang mengalami kesedihan, kegelisahan, tekanan hidup, maupun berbagai persoalan yang membuat hati tidak tenang.
“Jika hati sedang sedih atau gelisah, perbanyak membaca doa Nabi Yunus. Insya Allah hati menjadi lebih tenang karena kita menyerahkan segala urusan kepada Allah SWT,” tuturnya.
Meneladani Kesabaran dan Ketundukan
Melalui pengajian tersebut, KH Habibullah mengingatkan jamaah bahwa setiap ujian yang diberikan Allah SWT mengandung hikmah. Kisah Nabi Ayyub AS mengajarkan kesabaran dalam menghadapi penyakit, sedangkan kisah Nabi Yunus AS mengajarkan pentingnya bertaubat dan kembali kepada Allah ketika menghadapi kesulitan hidup.
Pengajian Majelis Makrifatullah berlangsung khidmat dan diakhiri dengan dzikir serta doa bersama untuk memohon kesehatan, ketenangan hati, dan keberkahan bagi seluruh jamaah.
(Ari Wu)

