SLEMAN – Semangat menuntut ilmu kembali terlihat dari kegiatan pembelajaran Iqro di Masjid Jamilah, Pondok Pesantren Ma’rifatullah Yayasan Kiwari, Dusun Banaran, Sendangmulyo, Minggir, Sleman, Yogyakarta, Ahad (21/6/2026).
Kegiatan yang diikuti para santri lansia ini berlangsung penuh semangat dan kebersamaan. Program pembelajaran dilaksanakan secara rutin setiap hari Ahad dan Rabu pukul 08.30 WIB sebagai bagian dari pembinaan keagamaan, khususnya bagi jamaah lanjut usia yang ingin belajar membaca Al-Qur’an dari dasar.
Kegiatan ini menjadi ruang pembelajaran yang menegaskan bahwa menuntut ilmu tidak mengenal batas usia. Para santri lansia dengan penuh kesungguhan mengikuti pembelajaran Iqro 1 hingga Iqro 6 secara bertahap sesuai kemampuan masing-masing.
Proses pembelajaran dipandu oleh Ustadzah Endang Pujiati dengan metode bertahap, individual, dan bergiliran. Setiap peserta mendapatkan pendampingan sesuai tingkat kemampuan, sehingga proses belajar dapat berjalan lebih efektif dan terarah.
Suasana belajar berlangsung hangat, penuh kesabaran, serta saling menguatkan antar peserta. Setiap huruf hijaiyah yang dipelajari menjadi langkah kecil namun bermakna menuju kemampuan membaca Al-Qur’an dengan lebih baik.
Pihak pengurus, Ustadz Ari, menegaskan bahwa kegiatan ini tidak hanya menjadi sarana pembelajaran, tetapi juga bagian dari upaya memakmurkan masjid serta memperkuat aktivitas dakwah di lingkungan Pondok Pesantren Ma’rifatullah Kiwari.
“Belajar tidak mengenal usia. Selama masih ada kemauan, ilmu akan selalu menemukan jalannya,” ujarnya.
Sementara itu, Ustadzah Endang Pujiati menyampaikan bahwa kehadiran para santri lansia dalam pembelajaran Iqro 1 hingga Iqro 6 menjadi motivasi bagi masyarakat lainnya, baik pra lansia, dewasa, maupun anak-anak, untuk terus belajar membaca Al-Qur’an.
Menurutnya, kunci utama dalam proses belajar adalah kemauan yang kuat, kesungguhan, konsistensi, serta kehadiran yang berkelanjutan.
“Yang terpenting adalah menjaga semangat mereka tetap hidup.
Dengan metode yang sabar dan pengulangan yang konsisten, insyaallah mereka bisa lancar membaca Al-Qur’an,” ungkapnya.
Ia menambahkan, metode pembelajaran dilakukan secara individu dan bergiliran agar setiap santri lansia mendapatkan perhatian sesuai kebutuhan masing-masing.
Pencatatan perkembangan juga dilakukan secara khusus untuk memantau kemajuan peserta didik.
Kegiatan yang dilaksanakan setiap Rabu dan Ahad pagi ini menunjukkan perkembangan yang cukup baik. Selain menjadi sarana belajar, program ini juga diharapkan dapat terus memakmurkan masjid serta memperkuat kegiatan dakwah di lingkungan pondok pesantren.
Pihak penyelenggara berharap kegiatan ini dapat terus berjalan secara konsisten dan menjadi inspirasi bahwa belajar Al-Qur’an tidak dibatasi oleh usia, melainkan oleh kemauan yang kuat untuk terus belajar.
(Ari Wu)

