INDRAMAYU – Kepemimpinan Kuwu Suendi di Desa Juntikedokan, Kecamatan Juntinyuat, Kabupaten Indramayu, menegaskan arah pembangunan desa berbasis visi “MULIA” — akronim dari Maju, Unggul, Luhur, Inovatif, dan Agamis.
Bagi Kuwu Suendi, visi tersebut bukan sekadar jargon, melainkan pedoman kerja nyata dalam tata kelola pemerintahan desa. Ia menekankan bahwa setiap unsur dalam visi MULIA memiliki implementasi konkret.
“Maju dalam administrasi, Unggul dalam pelayanan, Luhur dalam pembinaan, Inovatif dalam karya nyata, dan Agamis dalam membina moral masyarakat. Itu yang kami jalankan setiap hari,” ujar Suendi, Minggu 17 Mei 2026.
Sebagai desa agraris dengan luas wilayah 5,74 km² dan jumlah penduduk mencapai 9.805 jiwa, Juntikedokan memiliki potensi besar di sektor pertanian dan perikanan.
Pemerintah desa kini mendorong penguatan kelompok tani, modernisasi alat produksi, serta pembinaan nelayan guna meningkatkan nilai tambah hasil usaha warga.
“Potensi kita besar. Tinggal bagaimana dikelola dengan manajemen yang baik dan inovatif,” tegasnya.
Sejarah panjang desa yang berdiri sejak 25 Juni 1978 turut menjadi fondasi kuat dalam pembangunan. Nama “Juntikedokan”, yang berasal dari kata “Junti” dan “Kedokan”, mencerminkan nilai kebersamaan dan gotong royong yang terus dijaga hingga kini.
“Pembangunan fisik penting, tapi karakter dan kebersamaan warga harus tetap menjadi prioritas,” katanya.
Dalam aspek tata kelola pemerintahan, Kuwu Suendi bersama Sekretaris Desa Sudarto dan jajaran perangkat desa berupaya menghadirkan pelayanan publik yang cepat, transparan, dan mudah diakses. Mulai dari administrasi kependudukan hingga penyaluran bantuan sosial, semuanya diarahkan agar lebih efektif dan responsif.
“Pemerintah desa harus hadir, bukan ditunggu,” ujarnya singkat.
Di sisi lain, inovasi menjadi kunci. Pemerintah desa mulai mengembangkan program berbasis data dan teknologi sederhana untuk mendukung perencanaan pembangunan yang lebih tepat sasaran.
Tak hanya fokus pada pembangunan ekonomi dan infrastruktur, nilai keagamaan juga menjadi pilar utama dalam visi MULIA. Kuwu Suendi aktif melibatkan tokoh agama dan lembaga desa dalam membina keimanan serta memperkuat akhlak masyarakat.
“Kemajuan ekonomi harus seimbang dengan kemajuan moral. Itu yang membuat desa kuat dan harmonis,” jelasnya.
Dengan semangat gotong royong yang telah mengakar sejak masa Ki Ageng Junti, Kuwu Suendi optimistis Desa Juntikedokan mampu menjadi desa percontohan di wilayah Kecamatan Juntinyuat.
Harapan saya sederhana: desa ini maju secara ekonomi, kuat secara sosial, dan kokoh dalam nilai agama. Itulah visi MULIA yang kami perjuangkan bersama masyarakat,” pungkasnya. (Fif)

