Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    INFOTIPIKORINFOTIPIKOR
    • Beranda
    • REDAKSI
    • TNI – POLRI
    • Ragam & Olah Raga
    • Daerah
    • Sosial & Budaya
    • Nasional
    • Ekonomi & Bisnis
    • Pendidikan
    • Kriminal
    • Politik & Hukum
    • Iklan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    INFOTIPIKORINFOTIPIKOR
    Home»Daerah»Camat Menui Kepulauan Diduga “Aktif Saat Ada Bupati”, Warga Soroti Minimnya Kehadiran di Kantor
    Daerah

    Camat Menui Kepulauan Diduga “Aktif Saat Ada Bupati”, Warga Soroti Minimnya Kehadiran di Kantor

    By RedaksiMei 16, 2026Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ilustrasi gambar Kantor Kecamatan Menui Kepulauan (foto: AI)
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    MOROWALI – Kinerja Camat Menui Kepulauan, Jawir, S.E., M.M, yang diketahui menjabat sejak 2024, kini menjadi sorotan tajam masyarakat. Ia diduga lebih sering tidak berada di tempat tugas dan hanya terlihat aktif ketika ada agenda kunjungan kerja Bupati Morowali atau pejabat daerah lainnya.

    Sejumlah warga dan pegawai di lingkungan kantor kecamatan mengungkapkan, dalam hari-hari biasa, kantor camat kerap tampak lengang. Ruang kerja camat disebut sering kosong, sementara berbagai urusan administrasi masyarakat harus tertunda akibat tidak adanya pimpinan yang mengambil keputusan.

    “Kalau tidak ada jadwal kunjungan Bupati atau tamu penting, Pak Camat jarang terlihat di kantor maupun di wilayah kecamatan,” ungkap salah seorang warga yang enggan disebutkan namanya, kepada media Infotipikor.com, Sabtu 16 Mei 2026.

    Namun kondisi tersebut berubah drastis ketika ada agenda resmi pemerintah daerah. Camat disebut hadir sejak pagi, memimpin rapat, hingga terlihat aktif mendampingi seluruh rangkaian kegiatan kunjungan.

    Baca Juga:  Bupati Buol Hadiri Puncak HUT Satpol PP dan Linmas Tingkat Sulteng di Tolitoli, Tegaskan Pentingnya Sinergi Keamanan

    Pelayanan Publik Terganggu, Keluhan Warga Menumpuk

    Minimnya kehadiran camat dinilai berdampak langsung terhadap pelayanan publik. Warga mengaku kesulitan mengurus administrasi dan menyampaikan aspirasi karena tidak adanya pejabat pengambil kebijakan di tempat.

    Situasi ini semakin memicu kekecewaan masyarakat, terlebih di tengah persoalan mendesak yang belum tertangani, seperti kelangkaan gas elpiji yang menjadi kebutuhan utama warga kepulauan.

    “Harusnya camat hadir untuk memastikan distribusi kebutuhan masyarakat berjalan normal, bukan hanya muncul saat ada kunjungan pejabat,” keluh warga lainnya.

    Diduga Tidak Mencerminkan Tanggung Jawab ASN

    Masyarakat menilai pola kerja tersebut tidak mencerminkan tanggung jawab sebagai aparatur sipil negara (ASN) yang memiliki kewajiban memberikan pelayanan publik secara maksimal dan berkesinambungan.

    Baca Juga:  PT Win Textile Dinilai Kurang Transparan, KMP Soroti Pengalihan Jawaban Soal Pengelolaan Limbah

    Mengacu pada:
    UU Nomor 5 Tahun 2014 tentang ASN
    PP Nomor 94 Tahun 2021 tentang Disiplin PNS
    Setiap ASN wajib:
    Masuk kerja dan menaati jam kerja
    Memberikan pelayanan publik secara profesional
    Menjalankan tugas kedinasan dengan penuh tanggung jawab

    Jika terbukti melanggar, ASN dapat dikenakan sanksi mulai dari teguran hingga sanksi berat.

    Desakan Evaluasi oleh Pemkab Morowali

    Atas kondisi tersebut, masyarakat mendesak Pemerintah Kabupaten Morowali untuk segera melakukan evaluasi terhadap kinerja Camat Menui Kepulauan.

    Warga berharap ada langkah tegas agar pelayanan publik tidak bergantung pada agenda seremonial semata, melainkan berjalan optimal setiap hari.

    “Kami butuh camat yang hadir dan bekerja untuk masyarakat, bukan hanya saat ada pejabat datang,” tegas salah satu tokoh masyarakat.(Redaksi)

    Post Views: 470
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Redaksi
    • Website

    Berani Karena Benar Tertutup Karena Salah

    Related Posts

    Diduga Sunat Spek, Jalan Perum Kotabaru-Kahuripan Purwakarta Diaspal Tanpa Base Course dan Terlalu Tipis, Warga Curiga Ada “Udang di Balik Batu”

    Juni 12, 2026

    Polemik Pengupahan di Purwakarta Memanas, Polres Purwakarta Periksa Pengawas Ketenagakerjaan dan Sejumlah Perusahaan

    Juni 12, 2026

    Di Tengah Ancaman Alih Fungsi Lahan, Bupati Sleman Harda Kiswaya Tekankan Pentingnya Regenerasi Petani Lewat Tradisi Wiwitan

    Juni 11, 2026

    Comments are closed.

    Berita Terbaru

    Lampu Hijau dari Kemensos, Buol Selangkah Lagi Realisasikan Program Sekolah Rakyat

    Juni 13, 2026

    Bupati Buol Jajaki Kemitraan dengan PIP Kemenkeu, Buka Akses Pembiayaan untuk UMKM dan Sektor Unggulan

    Juni 13, 2026

    Diduga Sunat Spek, Jalan Perum Kotabaru-Kahuripan Purwakarta Diaspal Tanpa Base Course dan Terlalu Tipis, Warga Curiga Ada “Udang di Balik Batu”

    Juni 12, 2026

    Polemik Pengupahan di Purwakarta Memanas, Polres Purwakarta Periksa Pengawas Ketenagakerjaan dan Sejumlah Perusahaan

    Juni 12, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Beranda
    • REDAKSI
    • TNI – POLRI
    • Ragam & Olah Raga
    • Daerah
    • Sosial & Budaya
    • Nasional
    • Ekonomi & Bisnis
    • Pendidikan
    • Kriminal
    • Politik & Hukum
    • Iklan
    © 2026 ThemeSphere. Designed by ThemeSphere.

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.