Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    INFOTIPIKORINFOTIPIKOR
    • Beranda
    • REDAKSI
    • TNI – POLRI
    • Ragam & Olah Raga
    • Daerah
    • Sosial & Budaya
    • Nasional
    • Ekonomi & Bisnis
    • Pendidikan
    • Kriminal
    • Politik & Hukum
    • Iklan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    INFOTIPIKORINFOTIPIKOR
    Home»Daerah»Spektakuler! 15 Dalang Tampil dalam Wayang Kulit Kolosal Warnai Hari Jadi ke-110 Sleman
    Daerah

    Spektakuler! 15 Dalang Tampil dalam Wayang Kulit Kolosal Warnai Hari Jadi ke-110 Sleman

    By RedaksiMei 17, 2026Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    SLEMAN – Perayaan Hari Jadi ke-110 Kabupaten Sleman tahun ini tampil berbeda. Tidak sekadar seremoni, Pemerintah Kabupaten Sleman menghadirkan suguhan budaya berskala besar: pagelaran wayang kulit kolosal bertajuk “Mahasaka”, yang memukau ribuan penonton di kawasan Parkir Utara Lapangan Denggung, Tridadi, Jumat (15/5) malam.

    Dimulai pukul 20.00 WIB, pertunjukan dibuka langsung oleh Bupati Sleman, Harda Kiswaya, didampingi jajaran pejabat daerah. Sejak awal acara, lautan masyarakat terlihat memadati lokasi, menandakan tingginya antusiasme terhadap warisan budaya adiluhung tersebut. Yang membuat pagelaran ini istimewa adalah konsep kolaboratifnya.

    Sebanyak 15 dalang tampil dalam satu panggung, menghadirkan harmoni yang jarang terjadi dalam dunia pedalangan. Kolaborasi ini tidak hanya menampilkan keindahan artistik wayang kulit, tetapi juga menyatukan beragam gaya, karakter, dan interpretasi cerita dalam satu kesatuan yang megah.

    Baca Juga:  Skandal Tender TPA Cikolotok Purwakarta: Dua Penawar Termurah 'Lulus Evaluasi' Namun Dimenangkan Pihak Harga Tertinggi, Potensi Kerugian Negara Rp274 Juta

    Para dalang yang ambil bagian di antaranya: Ki Edi Suwondo, Ki Gunawan, Ki Sancoko, Ki Agus Hadi Sugito, Ki Eko Purnomo, Ki Sri Hartanto, Ki Risang Aji, Ki Bagus Pranantyo, Ki Bayu Probo, Ki Dicky Yoga Mahendra, Ki Dhamar Asmoro, Ki Wahyu Wicaksono, Ki Rendy Ratnanto, Ki Wahyu Pradana, dan Ki Zaky Kaditama.

    Melalui lakon yang dibawakan, pertunjukan “Mahasaka” tidak hanya menghibur, tetapi juga menyisipkan pesan moral, nilai-nilai kebijaksanaan, hingga refleksi atas dinamika sosial kekinian—menjadikan wayang tetap relevan di tengah arus modernisasi.

    Dalam sambutannya, Bupati Sleman Harda Kiswaya menegaskan bahwa wayang kulit bukan sekadar tontonan, melainkan tuntunan.

    “Pagelaran ini adalah bukti komitmen kita dalam menjaga dan melestarikan budaya. Wayang kulit mengandung nilai-nilai luhur yang mampu memperkuat karakter dan jati diri masyarakat,” ujarnya.

    Baca Juga:  Kehangatan Silaturahmi: Kuwu H. Nurwenda dan Perangkat Desa Limbangan Hadiri Pernikahan Rokhman dan Aliyah

    Pemkab Sleman pun menegaskan akan terus mendukung para pelaku seni dan budaya agar tetap hidup, berkembang, dan mampu menjangkau generasi muda.

    Pagelaran kolosal ini menjadi simbol kuat bahwa di tengah kemajuan zaman, budaya lokal tetap memiliki ruang istimewa—bahkan mampu tampil spektakuler dan mempersatukan masyarakat. (Ari Wu)

    Post Views: 216
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Redaksi
    • Website

    Berani Karena Benar Tertutup Karena Salah

    Related Posts

    Diduga Gunakan SBU Dicabut, Media Infotipikor.com Klarifikasi Pemenang Tender Jalan Pertanian di Tanah Laut, Tak Ada Respon

    September 5, 2026

    Perjuangan “Ngamen” Berbuah Manis, Bupati Buol Bawa Pulang Anggaran Rp21,8 Miliar untuk Jalan Negeri Lama–Modo I

    September 4, 2026

    IWOI Sleman dan Dispar Bahas Strategi Penguatan Pariwisata serta Event Unggulan 2027

    September 4, 2026

    Comments are closed.

    Berita Terbaru

    Diduga Gunakan SBU Dicabut, Media Infotipikor.com Klarifikasi Pemenang Tender Jalan Pertanian di Tanah Laut, Tak Ada Respon

    September 5, 2026

    Kunjungan KSAD ke Bandung, Teknologi Pemusnah Sampah TPS Ciwastra Mampu Olah 5 Ton Per Jam

    September 5, 2026

    Perkuat Silaturahmi dan Integritas, Kuwu Duriyan Arahan Perangkat Desa Tinumpuk dalam Acara Syukuran

    September 5, 2026

    Perjuangan “Ngamen” Berbuah Manis, Bupati Buol Bawa Pulang Anggaran Rp21,8 Miliar untuk Jalan Negeri Lama–Modo I

    September 4, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Beranda
    • REDAKSI
    • TNI – POLRI
    • Ragam & Olah Raga
    • Daerah
    • Sosial & Budaya
    • Nasional
    • Ekonomi & Bisnis
    • Pendidikan
    • Kriminal
    • Politik & Hukum
    • Iklan
    © 2026 ThemeSphere. Designed by ThemeSphere.

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.