INDRAMAYU – Fenomena kenakalan remaja yang kian mengkhawatirkan, terutama maraknya geng motor dan aksi ugal-ugalan, menjadi sorotan dalam kegiatan Police Goes To School di SMKS PGRI Kamal Juntinyuat, Jumat (15/5/2026).
Berlokasi di Jl. Raya Juntinyuat Blok Kamal, Desa Juntikebon, Kecamatan Juntinyuat, kegiatan ini dipimpin oleh Bhabinkamtibmas Polsek Juntinyuat, Bripka Irwan Aprian bersama Brigadir Adi Kriswanto. Keduanya hadir bukan sekadar memberi penyuluhan, tetapi juga membangun kedekatan emosional dengan para siswa.
Dengan pendekatan santai dan komunikatif, polisi berupaya masuk ke dunia pelajar. Suasana dibuat cair agar pesan yang disampaikan tidak terasa menggurui, melainkan sebagai nasihat dari sosok yang peduli.
Namun di balik suasana hangat itu, pesan yang disampaikan cukup tegas. Bripka Irwan mengingatkan siswa agar tidak terjebak dalam pergaulan negatif yang bisa merusak masa depan.
“Jangan hancurkan mimpi kalian hanya demi geng motor atau aksi ugal-ugalan. Ingat, ada orang tua yang berharap kalian sukses,” tegasnya di hadapan siswa.
Peringatan ini bukan tanpa alasan. Aksi geng motor di berbagai daerah belakangan dinilai semakin meresahkan dan kerap melibatkan pelajar. Bahkan, tidak sedikit kasus yang berujung pada tindak pidana dan merenggut masa depan generasi muda.
Respons siswa pun cukup positif. Mereka tampak aktif berdiskusi, bahkan berani mengajukan pertanyaan terkait cara menghindari pergaulan bebas dan konsekuensi hukum dari kenakalan remaja.
Pihak sekolah menyambut baik kegiatan tersebut. Kepala SMKS PGRI Kamal Juntinyuat, Dedi Rochaedi, menilai kehadiran polisi di lingkungan sekolah menjadi langkah preventif yang penting.
“Kegiatan ini sangat relevan. Siswa tidak hanya mendapat wawasan hukum, tetapi juga merasa lebih dekat dengan aparat kepolisian,” ujarnya.
Menurutnya, sinergi antara sekolah dan kepolisian perlu terus diperkuat untuk membentengi pelajar dari pengaruh negatif yang semakin kompleks.
Melalui program Police Goes To School, Polsek Juntinyuat menegaskan komitmennya dalam menjaga generasi muda agar tetap berada di jalur positif—tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga kuat secara karakter dan sadar hukum. (Fif)

