ACEH TENGGARA – Komitmen menjaga generasi muda dari ancaman narkotika terus diperkuat melalui kolaborasi lintas elemen. Hal ini terlihat dalam kegiatan pemberian santunan kepada santri berprestasi di Pondok Pesantren Darul Iman Boarding School, Aceh Tenggara, oleh Kapolda Aceh, Kamis (14/05/2026).
Kegiatan tersebut tidak sekadar bentuk apresiasi terhadap prestasi akademik dan pembinaan akhlak santri, namun juga menjadi bagian dari strategi preventif dalam menekan peredaran narkoba di lingkungan pendidikan berbasis keagamaan.
Kapolda Aceh hadir langsung didampingi jajaran pejabat Polda Aceh dan disambut oleh pimpinan pesantren, Drs. H. Bukhori Husni, MBA, bersama para ustaz dan santri.
Ketua Lembaga Anti Narkotika Nasional (LANN) Aceh Tenggara, Habibullah, menegaskan pentingnya sinergi antara ulama dan umara dalam menjaga ketahanan moral generasi muda.

“Kami mengapresiasi langkah Kapolda Aceh. Kolaborasi ulama dan umara seperti ini bukan hanya simbolis, tetapi harus menjadi gerakan nyata dalam membentengi generasi muda dari bahaya narkoba. Pesantren adalah benteng moral, sementara Polri menjadi mitra strategis dalam penguatan pengawasan dan pencegahan,” tegasnya.
Menurut LANN, pendekatan kolaboratif antara tokoh agama dan aparat negara dinilai efektif dalam menciptakan lingkungan yang aman, religius, serta bebas dari penyalahgunaan narkotika, khususnya di wilayah Aceh Tenggara.
Kegiatan ini juga memperkuat pesan bahwa perang terhadap narkoba tidak bisa dilakukan secara parsial, melainkan membutuhkan keterlibatan semua pihak, termasuk lembaga pendidikan keagamaan.
Acara ditutup dengan do’a bersama sebagai simbol komitmen kolektif dalam menjaga Aceh Tenggara tetap kondusif serta terbebas dari ancaman narkoba. (Redaksi)

