Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    INFOTIPIKORINFOTIPIKOR
    • Beranda
    • REDAKSI
    • TNI – POLRI
    • Ragam & Olah Raga
    • Daerah
    • Sosial & Budaya
    • Nasional
    • Ekonomi & Bisnis
    • Pendidikan
    • Kriminal
    • Politik & Hukum
    • Iklan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    INFOTIPIKORINFOTIPIKOR
    Home»Daerah»Diduga Langgar Aturan, CV Damar Wulan Menang Proyek Bandara Kaimana Tanpa SBU Aktif
    Daerah

    Diduga Langgar Aturan, CV Damar Wulan Menang Proyek Bandara Kaimana Tanpa SBU Aktif

    By RedaksiMei 14, 2026Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ilustrasi gambar Bandar Udara UPBU Utarom-Kaimana (foto: AI)
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    KAIMANA – Dugaan pelanggaran serius dalam proses pengadaan barang dan jasa kembali mencuat. CV Damar Wulan disebut-sebut memenangkan dua paket pekerjaan di lingkungan Unit Penyelenggara Bandar Udara (UPBU) Utarom Kaimana meski tidak memiliki Sertifikat Badan Usaha (SBU) yang masih berlaku saat proses berlangsung.

    Dua paket yang dimaksud yakni:
    Pemeliharaan Gedung Terminal senilai Rp562.795.243,62
    Pemeliharaan Pagar Sisi Udara senilai Rp147.046.894,80
    Kedua paket tersebut diketahui menggunakan mekanisme Pengadaan Langsung (PL).

    Menang Tanpa Syarat Kualifikasi?

    Hasil penelusuran menunjukkan, sejak tahapan pemilihan hingga penandatanganan kontrak, CV Damar Wulan diduga belum mengantongi SBU BS001, yang merupakan syarat wajib untuk pekerjaan konstruksi.
    Fakta krusial terungkap, SBU BS001 baru terbit pada 19 April 2026, atau setelah kontrak kedua paket tersebut berjalan.

    Saat dikonfirmasi pada Kamis (14/5/2026), seorang pria bernama Asep yang mengaku sebagai staf perusahaan mengakui kondisi tersebut.

    Baca Juga:  Idharahma Serap Aspirasi Warga Konamukan, Jalan Produksi Menuju Kawasan Wisata Hulubalang Jadi Prioritas

    “Memang saat itu SBU BS001 belum ada. Yang sebelumnya bermasalah karena tenaga ahli mengundurkan diri,” ujarnya.

    Pengakuan ini menguatkan dugaan bahwa perusahaan mengikuti dan memenangkan proses pengadaan dalam kondisi tidak memenuhi kualifikasi dasar.

    Cacat Administrasi atau Pembiaran?

    Dalam sistem pengadaan pemerintah, keberadaan SBU bukan sekadar formalitas, melainkan syarat mutlak kualifikasi yang harus dipenuhi sejak awal proses.

    Jika merujuk pada ketentuan pengadaan barang/jasa dan regulasi jasa konstruksi, maka:
    Penyedia wajib memiliki SBU aktif saat proses pemilihan.
    Dokumen kualifikasi menjadi dasar evaluasi administrasi dan teknis.
    Ketidaksesuaian dapat menggugurkan peserta.

    Dengan demikian, muncul pertanyaan krusial:
    Mengapa penyedia yang tidak memenuhi syarat tetap bisa lolos?
    Apakah proses evaluasi dilakukan secara benar?
    Adakah pembiaran atau kelalaian dari pihak penyelenggara?

    Potensi Konsekuensi Hukum

    Jika dugaan ini terbukti, maka berpotensi menimbulkan implikasi serius, antara lain:
    Cacat administrasi dalam proses pengadaan, Penetapan pemenang tidak sah, Kontrak berpotensi batal atau bermasalah secara hukum, Dugaan pelanggaran prinsip transparansi dan akuntabilitas. Bahkan, dalam konteks lebih luas, kondisi ini dapat membuka ruang terhadap dugaan penyimpangan prosedur pengadaan.

    Baca Juga:  Sleman Canangkan Pelatkab Menuju PORDA DIY 2027, Siapkan 1.399 Atlet dan Pelatih Bidik Juara Umum Kelima

    Pihak Bandara Bungkam

    Hingga berita ini diterbitkan, pihak UPBU Utarom Kaimana, termasuk Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) maupun pihak yang terlibat dalam proses pemilihan, belum memberikan klarifikasi resmi.

    Upaya konfirmasi masih terus dilakukan guna mendapatkan penjelasan menyeluruh terkait proses evaluasi dan penetapan pemenang.

    Sorotan Publik dan Desakan Audit

    Kasus ini diprediksi akan menjadi perhatian publik, mengingat proyek yang dibiayai anggaran negara seharusnya dijalankan dengan prinsip transparansi, akuntabilitas, dan kepatuhan terhadap regulasi.

    Sejumlah kalangan mendorong agar dilakukan:
    Audit menyeluruh terhadap proses pengadaan
    Evaluasi terhadap pihak-pihak yang terlibat
    Penelusuran kemungkinan adanya pelanggaran prosedur
    (Tim Investigasi/Redaksi)

    Post Views: 126
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Redaksi
    • Website

    Berani Karena Benar Tertutup Karena Salah

    Related Posts

    Harda Kiswaya: PERWOSI Sleman Harus Jadi Motor Pengembangan Olahraga Perempuan

    Juni 28, 2026

    Meneladani Lima Nabi Ulul Azmi, Pengajian Majelis Makrifatullah Ajak Jamaah Perkuat Iman dan Akhlak Mulia

    Juni 28, 2026

    Ribuan Warga Tumpah Ruah! Bupati, Wakil Bupati, dan Kapolres Buol Lepas Jalan Santai Semarak HUT Bhayangkara ke-80

    Juni 28, 2026

    Comments are closed.

    Berita Terbaru

    Harda Kiswaya: PERWOSI Sleman Harus Jadi Motor Pengembangan Olahraga Perempuan

    Juni 28, 2026

    Meneladani Lima Nabi Ulul Azmi, Pengajian Majelis Makrifatullah Ajak Jamaah Perkuat Iman dan Akhlak Mulia

    Juni 28, 2026

    Ribuan Warga Tumpah Ruah! Bupati, Wakil Bupati, dan Kapolres Buol Lepas Jalan Santai Semarak HUT Bhayangkara ke-80

    Juni 28, 2026

    Sleman Canangkan Pelatkab Menuju PORDA DIY 2027, Siapkan 1.399 Atlet dan Pelatih Bidik Juara Umum Kelima

    Juni 28, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Beranda
    • REDAKSI
    • TNI – POLRI
    • Ragam & Olah Raga
    • Daerah
    • Sosial & Budaya
    • Nasional
    • Ekonomi & Bisnis
    • Pendidikan
    • Kriminal
    • Politik & Hukum
    • Iklan
    © 2026 ThemeSphere. Designed by ThemeSphere.

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.