Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    INFOTIPIKORINFOTIPIKOR
    • Beranda
    • REDAKSI
    • TNI – POLRI
    • Ragam & Olah Raga
    • Daerah
    • Sosial & Budaya
    • Nasional
    • Ekonomi & Bisnis
    • Pendidikan
    • Kriminal
    • Politik & Hukum
    • Iklan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    INFOTIPIKORINFOTIPIKOR
    Home»Daerah»Ratusan Kades “Kepojok”, Serbu DPRD Buol! Tagih Siltap dan Dana  Desa yang Tak Kunjung Cair
    Daerah

    Ratusan Kades “Kepojok”, Serbu DPRD Buol! Tagih Siltap dan Dana  Desa yang Tak Kunjung Cair

    By RedaksiMei 13, 2026Tidak ada komentar3 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    BUOL – Ratusan Kepala Desa yang tergabung dalam Forum Kepala Desa se-Kabupaten Buol mendatangi Gedung DPRD Buol, Selasa (12/5/2026). Mereka menempuh jalur Rapat Dengar Pendapat (RDP) untuk menagih hak mereka yang belum dibayarkan, yakni Siltap (Penghasilan Tetap) dan sisa 40 persen Dana Desa Tahap I.

    Kedatangan para kades ini bukan tanpa alasan. Hingga kini, pencairan yang dinanti tak kunjung direalisasikan oleh Pemerintah Daerah, sementara roda pemerintahan desa tetap berjalan di tengah keterbatasan anggaran.

    RDP dipimpin Wakil Ketua II DPRD Buol, Ahmad R. Kuntuamas, didampingi Sekretaris Dewan Munawir A. Nouk serta sejumlah anggota DPRD. Dari pihak eksekutif hadir Sekda Buol Moh Yamin Rahim, Kepala BPKAD Kasim Ali, dan Kepala Dinas PMD Arfandi A. Wehantow.

    Kami Kerja, Tapi Harus Berhutang

    Ketua Forum Kades Buol, Ramli K. Sulu, dengan nada tinggi menegaskan kondisi desa sudah sangat tertekan. Ia menyebut banyak desa terpaksa berutang demi menjaga pelayanan tetap berjalan.

    “Kami tetap melayani masyarakat setiap hari, tapi harus berutang untuk biaya administrasi. Kami hanya ingin kepastian—Siltap kami dibayar kapan? Sisa 40 persen itu kapan cair?” tegasnya.

    Baca Juga:  Kadid PU ‘Diam’, Jawaban Dilimpahkan - MIO Sorot Kapasitas Pimpinan!” Ditanya Soal Anggaran & Jalan Rusak, PPK–Sekdis Justru Jadi Juru Bicara

    Keluhan serupa disampaikan Kades Monggonit, Syarifudin I. Latama. Ia mengaku perangkat desa bahkan harus mencari pinjaman demi menutup kebutuhan operasional.

    “Kami seperti dibodohi. Kami juga bagian dari pemerintah. Sampai kapan diperlakukan seperti ini? Kami minta keadilan,” ujarnya.

    Dana Desa Mandek, Pelayanan Terancam Lumpuh

    Kades Bukamog, Irwanto Korompot, menegaskan Dana Desa bukan sekadar untuk pembangunan fisik, melainkan menyangkut seluruh aspek pelayanan publik dan operasional desa.

    Ia mengingatkan bahwa regulasi seperti UU Desa dan aturan Kementerian Keuangan jelas mewajibkan pemerintah menjamin kelancaran penyaluran Dana Desa.
    “Kalau dana ini tersendat, pelayanan desa bisa lumpuh. Ini bukan sekadar angka, ini soal keberlangsungan pemerintahan desa,” tegas Irwanto.

    Pemda Akui Keuangan “Tidak Baik-Baik Saja”

    Menanggapi tuntutan tersebut, Sekda Buol Moh Yamin Rahim mengakui kondisi fiskal daerah sedang tertekan akibat keterbatasan keuangan dan kebijakan efisiensi anggaran.

    “Bukan hanya Dana Desa, TPP ASN juga belum terbayarkan. Bahkan hak DPRD pun masih tertunda,” jelasnya.

    Ia menyebut pemerintah sedang melakukan pergeseran anggaran melalui TAPD dan meminta semua pihak memahami kondisi tersebut.
    Hal senada disampaikan Kepala BPKAD Kasim Ali yang menegaskan ketergantungan daerah pada dana transfer pusat menjadi faktor utama tersendatnya pembayaran.

    Baca Juga:  Dokter Spesialis “Mogok”, DPRD Buol  Turun Tangan! Insentuf Dipangkas, Pelayanan RSUD Terganggu

    “Kondisi keuangan daerah saat ini tidak baik-baik saja,” ungkapnya.

    Tawaran Rp5 Juta Ditolak, RDP Memanas

    Setelah rapat diskors, muncul opsi dari pemerintah daerah:
    Pembayaran Siltap dan tunjangan selama 2 bulan
    Sisa Dana Desa 40% hanya Rp5 juta per desa
    Namun tawaran tersebut langsung ditolak mentah-mentah oleh para kades.

    Mereka menilai angka tersebut tidak masuk akal dan tidak mampu menutup hutang operasional desa yang sudah menumpuk.
    Suasana rapat pun memanas, diwarnai adu argumen antara kades, DPRD, dan pihak eksekutif.

    Deadlock! Kades Siap Turun dengan Massa Lebih Besar

    RDP akhirnya berakhir tanpa kesepakatan. Forum Kepala Desa menyatakan akan melakukan aksi lanjutan dengan jumlah massa lebih besar jika tuntutan mereka tidak segera dipenuhi.

    “Kalau tidak ada kejelasan, kami akan kembali dengan massa yang lebih banyak,” tegas perwakilan forum sebelum meninggalkan ruang rapat. (Moh Fharsi)

    Post Views: 30
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Redaksi
    • Website

    Berani Karena Benar Tertutup Karena Salah

    Related Posts

    Dokter Spesialis “Mogok”, DPRD Buol  Turun Tangan! Insentuf Dipangkas, Pelayanan RSUD Terganggu

    Mei 13, 2026

    Sleman Tancap Gas! Aduan Warga Jadi “Senjata Utama” Berantas Jalan Rusak

    Mei 12, 2026

    Kang Asmul Puji Program “Cau Asak”, Wujud Gotong Royong Warga Caringin Berangkatkan Umrah

    Mei 12, 2026

    Comments are closed.

    Berita Terbaru

    Dokter Spesialis “Mogok”, DPRD Buol  Turun Tangan! Insentuf Dipangkas, Pelayanan RSUD Terganggu

    Mei 13, 2026

    Ratusan Kades “Kepojok”, Serbu DPRD Buol! Tagih Siltap dan Dana  Desa yang Tak Kunjung Cair

    Mei 13, 2026

    Sleman Tancap Gas! Aduan Warga Jadi “Senjata Utama” Berantas Jalan Rusak

    Mei 12, 2026

    Kang Asmul Puji Program “Cau Asak”, Wujud Gotong Royong Warga Caringin Berangkatkan Umrah

    Mei 12, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Beranda
    • REDAKSI
    • TNI – POLRI
    • Ragam & Olah Raga
    • Daerah
    • Sosial & Budaya
    • Nasional
    • Ekonomi & Bisnis
    • Pendidikan
    • Kriminal
    • Politik & Hukum
    • Iklan
    © 2026 ThemeSphere. Designed by ThemeSphere.

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.