INFOTIPIKOR.COM | PALU – Menjelang pengembalian formulir pendaftaran bakal calon (balon) Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) dengan batas waktu pengembaliannya tanggal 19 Maret 2026 ini, sebaiknya kedua calon kuat Endi Hermawan, dan Gufran Ahmad segera berunding dan bersepakat.
Demikian pandangan Idrus Hadaddo, S.H, yang juga mantan Komisioner LPJK Provinsi Sulteng 2017-2021.”Sy menawarkan kedua calon untuk segera berunding, mencari formula dan titik temu menuju kesepakatan. Salah satu diantaranya,siapa yang maju dan didaulat untuk diberi kesempatan memimpin Kadin Sulteng 2026-2031,”ungkap Idrus Hadaddo, S.H, kepada media Infotipikor.com di Palu, Rabu 12 Maret 2026.
Saya melihat keduanya potensial dan mempunyai relasi kuat untuk maju serta didukung oleh para stakeholder dan dunia usaha, baik besar, menengah,kecil/UMKM.Saat ini saya melihat terjadi “Polarisasi dan Pembelahan” akibat rivalitas keduanya menuju Kadin 1 Sulteng untuk memimpin, dan ini akan berakibat kurang baiknya hubungan sosial bahkan ekonomi di belakang hari.
” Musyawarah prinsipnya menuju mufakat dan kesepakatan itu diatur dalam semua lini berserikat dan berkumpul, serta dijamin dalam prinsip demokrasi Pancasila. Hanya bedanya saya menawarkan agar terjadi deal dan kesepakan sebelum acara resmi Musyawarah Provinsi (Musprov) Kadin Provinsi Sulteng dilaksanakan,” ungkapnya.
Ketika ditanya oleh media Infotipikor.com, menurut Idrus Hadaddo..Keduanya sangat layak memimpin Kadin Sulteng, keduanya memiliki sumber daya, kapasitas, akseptabel dikalangan dunia usaha, baik Gufran yang berlatarbelakang Konsultan dan Endi Hermawan yang berlatarbelakang kontraktor konstruksi.
Saya mengibaratkan keduanya seperti dua sisi mata uang yang bermakna. Yang sangat saya sayangkan justru jika tidak ada titik temu, keduanya akan menjadi “Rivalitas Tajam” khususnya di kalang kedua pendukung calon ini, karena akan terjadi justifikasi privasi dan profile, bahkan cenderung bisa saling mendiskreditkan.
Saya yakin Pak Anindya Bakrie sebagai Ketua Umum KADIN Indonesia saat ini, sangat mendukung jika terjadi kesepakatan diantara keduanya. Saya masih ingat saat itu ketika terjadi persaingan calon Ketua Umum Kadin Indonesia antara Anindya Bakri dan Arsyad Rasyid sebelum Munas Kadin di Kendari. Pak Anindya mengalah dan memberi kesempatan kepada pak Arsyad Rasyid untuk maju,” pungkas Idrus yang saat itu dikubu Anindya Bakri. (Herman Makuaseng)

