INFOTIPIKOR.COM | SLEMAN –Pondok Pesantren (Ponpes) Makrifatullah Yayasan Kiwari, Dusun Banaran, Sendangmulyo, Minggir, Sleman, Yogyakarta, menggelar pengajian pekanan Majelis Makrifatullah pada Ahad (8/2/2026).
Pengajian dipimpin oleh KH Habibullah, yang dalam tausiyahnya mengajak jamaah untuk mempersiapkan bekal kehidupan akhirat demi meraih husnul khotimah.
Ia menekankan bahwa akhir hidup yang baik hanya dapat diraih dengan senantiasa mengingat Allah dalam segala keadaan.
Dalam penyampaiannya, KH Habibullah menuturkan kisah Firaun yang baru mengimani ajaran Nabi Musa AS saat sakaratul maut. Keimanan tersebut tidak diterima karena datang terlambat, menjadi pelajaran penting agar manusia tidak menunda taubat dan ketaatan.
Sejumlah ayat suci Al-qur’an turut disampaikan diantaranya, QS Al-Mumtahanah ayat 13 yang mengingatkan umat Islam agar tidak mengikuti golongan yang dimurkai Allah, dan telah berputus asa terhadap kehidupan akhirat.
Selain itu, QS Al-Munafiqun ayat 9–11 menegaskan agar harta dan anak tidak melalaikan dari mengingat Allah serta pentingnya bersedekah sebelum ajal tiba.
Ayat-ayat lain seperti QS Az-Zumar ayat 30, QS Al-An’am ayat 93, QS Al-Mu’minun ayat 99–100, dan QS Al-Ankabut ayat 57 menegaskan, bahwa kematian adalah kepastian bagi setiap makhluk, sementara penyesalan setelah kematian tidak lagi membawa manfaat.
KH Habibullah menyimpulkan, bahwa golongan mukmin yang membekali diri dengan iman, amal saleh, sedekah, dan dzikir akan memperoleh akhir kehidupan yang baik. Sebaliknya, mereka yang lalai akan menghadapi penyesalan yang sia-sia.
Selain pengajian, jamaah juga diajak mengikuti wisata rohani, salah satunya ke Masjid Raya Sheikh Zayed Solo, yang merupakan miniatur Masjid Sheikh Zayed Abu Dhabi, dan telah diresmikan oleh Presiden Joko Widodo bersama Presiden Uni Emirat Arab, Mohammed bin Zayed.
Menutup pengajian, KH Habibullah berpesan agar umat Islam berpikir luas, memperbanyak do’a bagi sesama mukmin, baik yang masih hidup maupun yang telah wafat, serta senantiasa bersyukur atas segala nikmat Allah. Pengajian ditutup dengan do’a bersama. (Ari Wu)

