Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    INFOTIPIKORINFOTIPIKOR
    • Beranda
    • REDAKSI
    • TNI – POLRI
    • Ragam & Olah Raga
    • Daerah
    • Sosial & Budaya
    • Nasional
    • Ekonomi & Bisnis
    • Pendidikan
    • Kriminal
    • Politik & Hukum
    • Iklan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    INFOTIPIKORINFOTIPIKOR
    Home»Sosial & Budaya»Kongkow Budaya ke 5 Mengupas Peranan Toa Sebio Dalam Sejarah
    Sosial & Budaya

    Kongkow Budaya ke 5 Mengupas Peranan Toa Sebio Dalam Sejarah

    By RedaksiJanuari 11, 2023Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Budaya Oleh : (Tjhin Tju San),  Infotipikor.com – Kelenteng Toasebio sudah berdiri sejak dibangun kembali pada 1751,dan saat ini sudah berusia 271 tahun.

    Kongkow Budaya yang dihadiri para tamu undangan dari berbagai kalangan ini, menjadikan momentum untuk menambah silaturahmi dan sosialisasi tentang sejarah Toa Sebio.

    Pada kesempatan itu, Wibowo Prasetyo menyampaikan apresiasi atas upaya Yayasan Vihara Dharma Jaya Toasebio, membangun prasasti sebagai wujud bakti kepada para pendahulu.

    Serta sebagai edukasi kepada generasi penerus saat ini untuk dapat mengingat jasa dan budi baik yang dilakukan oleh para sesepuh pada masa sebelumnya, sekaligus memberikan penghormatan kepada para pendiri yayasan atas dedikasinya selama ini.

    Baca Juga:  Warga Desa Matinan Buol Terima Bantuan Sapi Kurban dari Gubernur Sulawesi Tengah

    Vihara ini didirikan Sembilan orang, yakni Ferdinand Kencana Jaya, Husin Buntara Sjarifudin, Husen Buntara Sjarifudin, Agustinawati, Rachman Santosa, Lauw Kiong Hoa, Wong Sem Fie, Harjanto, dan Mujadin Pangestu.

    Aroma asap hio tercium hingga ke sudut ruangan.Doa-doa dipanjatkan para pengunjung di setiap altar untuk Dewa-Dewi.

    Terdapat 18 altar di wihara ini dengan masing-masing fungsi yang berbeda. Angka 1 hingga 18 pun telah dituliskan disetiap altar,guna mempermudah pengunjung. Tampak seorang pria lanjut usia kembali berdo’a dengan khusyu setelah sedikit tertatih berpindah ke altar nomor 8.

    Bangunan dengan luas 1.324 meter persegi ini awalnya dimiliki oleh seorang tuan tanah dengan marga Tan, kemudian dihibahkan ke Yayasan Dharma Jaya Toasebio setelah turunan ke Empat. Dengan jumlah pengurus 38 orang.

    Baca Juga:  Pulau Misterius “Fafoni’i Pendua” Kembali Muncul di Perairan Menui, Warga Heboh

    Wihara ini ternyata mempunyai sejarah yang panjang. Melekat di dalamnya tragedi Angke yang merupakan pembantaian kolonial Belanda terhadap etnis Tionghoa,dan aksi pembakaran massal pada tahun 1740 silam.

    (Redaksi)

    Post Views: 216
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Redaksi
    • Website

    Berani Karena Benar Tertutup Karena Salah

    Related Posts

    Warga Desa Matinan Buol Terima Bantuan Sapi Kurban dari Gubernur Sulawesi Tengah

    Mei 30, 2026

    Pulau Misterius “Fafoni’i Pendua” Kembali Muncul di Perairan Menui, Warga Heboh

    Mei 23, 2026

    Kang Edwin Senjaya Tebar Bantuan di Margasari, dari Sarana Olahraga hingga Sekolahkan Anak Kurang Mampu

    Mei 22, 2026

    Comments are closed.

    Berita Terbaru

    Proyek Jalan Miliaran di Indramayu Diduga Abaikan K3 dan Spesifikasi, Jejak Anggaran Dipertanyakan

    Mei 31, 2026

    Diacungi Jempol LSM AMN, Proyek Jalan SP. Gadingan–Segeran Indramayu Dinilai Tertib K3 dan Berkualitas

    Mei 30, 2026

    Polemik Rekrutmen Sensus Ekonomi 2026 BPS Buol: Peserta “Lulus” Tiba-tiba Dicoret, Diduga Ada Maladministrasi

    Mei 30, 2026

    MIO Indonesia Konsolidasikan Kekuatan Organisasi, Agenda Bela Negara Digelar Agustus 2026

    Mei 30, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Beranda
    • REDAKSI
    • TNI – POLRI
    • Ragam & Olah Raga
    • Daerah
    • Sosial & Budaya
    • Nasional
    • Ekonomi & Bisnis
    • Pendidikan
    • Kriminal
    • Politik & Hukum
    • Iklan
    © 2026 ThemeSphere. Designed by ThemeSphere.

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.