Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    INFOTIPIKORINFOTIPIKOR
    • Beranda
    • REDAKSI
    • TNI – POLRI
    • Ragam & Olah Raga
    • Daerah
    • Sosial & Budaya
    • Nasional
    • Ekonomi & Bisnis
    • Pendidikan
    • Kriminal
    • Politik & Hukum
    • Iklan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    INFOTIPIKORINFOTIPIKOR
    Home»Kesehatan»Pointet Kadinkes Diseminasi dan Publikasi Stunting,Di Kabupaten Purwakarta Tahun 2022
    Kesehatan

    Pointet Kadinkes Diseminasi dan Publikasi Stunting,Di Kabupaten Purwakarta Tahun 2022

    By RedaksiNovember 11, 2022Updated:November 11, 2022Tidak ada komentar3 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Purwakarta,Infotipikor.com – Stunting adalah kondisi gagal tumbuh pada anak balita akibat kekurangan gizi kronis, terutama pada 1000 hari pertama kehidupan (HPK). Kondisi gagal tumbuh pada anak balita disebabkan oleh kekurannya asupan gizi dalam waktu lama serta terjadinya infeksi berulang, dan faktor penyebab ini dipengaruhi oleh pola asuh yang tidak memadai terutama dalam 1000 HPK anak tergolong stunting, apabila panjang atau tinggi badan menurut umurnya lebih rendah dari standar nasional berlaku.

    Dimana Acara Pointet Kadinkes Diseminasi dan Publikasi Stunting di Kabupaten Purwakarta Tahun 2022,bertempat di Prime Plaza,Jum’at (11/11/2022).

    Menurut dr.Deni Darmawan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Purwakarta mengatakan,bahwa, Survey Status Gizi Indonesia (SSGI) tahun 2021 prevalensi stunting Kabupaten Purwakarta, menunjukkan penurunan dari 23,42% tahun 2019,menjadi 20.6% tahun 2021. Sampai saat ini stunting masih menjadi prioritas permasalahan yang perlu ditangani. Dimana pemerintah menargetkan prevalensi penurunan stunting sebesar 14% di tahun 2024.
    Prevalensi stunting berdasarkan hasil bulan penimbangan balita Tahun 2021 sebesar 5,8%,dan menurun pada tahun 2022 sebesar 3%, meninjukkan upaya-upaya penurunan stunting di Kabupaten Purwakarta membuahkan hasil yang sangat optimal dengan penurunan 1,8%.

    Baca Juga:  Daun Kelor Kian Populer, “Superfood Lokal” dengan Segudang Manfaat Kesehatan

    “Penurunan stunting penting dilakukan sedini mungkin, untuk menghindari dampak panjang yang merugikan seperti terhambatnya tumbuh kembang anak. Stunting mempengaruhi perkembangan otak,sehingga tingkat kecerdasan anak tidak maksimal. Hal ini beresiko menurunkan produktivitas pada saat dewasa.Stunting juga menjadikan anak lebih rentan terhadap penyakit. Anak stunting beresiko lebih tinggi menderita penyakit kronis di masa dewasa,”Ujarnya.

    Lanjut,Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Purwakarta menyampaikan,bahwa,penurunan stunting memerlukan intervensi yang terpadu, mencakup intervensi gizi spesifik untuk mengatasi penyebab langsung dan intervensi gizi sensitive untuk mengatasi penyebab tidak langsung. Selain itu diperlukan prasyarat pendukung yang mencakup komitmen politik dan kebijakan untuk pelaksanaan, keterlibatan pemerintah dan lintas sektor dan diperlukan pendekatan yang menyeluruh, mulai dari tingkat Kabupaten sampai ke Desa.

    Baca Juga:  Daun Kelor Kian Populer, “Superfood Lokal” dengan Segudang Manfaat Kesehatan

    “Hari ini kita sudah mendapatkan data hasil Bulan Penimbangan Balita (BPB) Tahun 2022,dan kita sudah mengetahui kondisi status gizi masing-masing Desa baik prosentase stunting, gizi buruk dan masalah gizi lainnya,”jelasnya.

    Lebih lanjut,dr.Deni Darmawan menjelaskan,bahwa, dari data ini diharapkan OPD dan Ayah Bunda Stunting yaitu Bapak dan Ibu Camat/Istri Camat dapat merencanakan kegiatan yang mengarah terhadap penurunan jumlah balita stunting,dan gizi buruk mulai dari tingkat Kabupaten, Kecamatan dan Desa.Diharapkan dapat menyusun kebijakan yang diperlukan, pemetaan sasaran dan intervensi terfokus secara spesifik sesuai dengan permasalahan yang dihadapi.

    Desiminasi dan publikasi data hasil BPB merupakan salah satu komponen penilaian Bangda Pusat,untuk melihat bagaimana kinerja penanggulangan stunting di Kabupaten Purwakarta,oleh karena itu mohon kegiatan ini ditindaklanjuti dengan kegiatan serupa di masing-masing Kecamatan dan didokumentasikan sebagai buksti pelaksanaan aksi 7 konvergensi stunting,”Pungkas Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Purwakarta.

    (Redaksi)

    Post Views: 256
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Redaksi
    • Website

    Berani Karena Benar Tertutup Karena Salah

    Related Posts

    Daun Kelor Kian Populer, “Superfood Lokal” dengan Segudang Manfaat Kesehatan

    April 22, 2026

    Tiga Pengoplos Gas Rugikan Masyarakat dan Negara, Berhasil Diungkap  Satreskrim Polres Purwakarta 

    Juli 28, 2025

    HUT RSUD Prambanan ke 15, Bupati Sleman Resmikan Gedung Pelayanan penunjang dan Gedung Diklat

    April 25, 2025

    Comments are closed.

    Berita Terbaru

    Izin dan Persyaratan Lengkap, SPPG Kecamatan Karamat Siap Beroperasi Kembali

    Mei 1, 2026

    Tiga Calon Kades PAW Desa Liunggunung Ditetapkan, Kapolsek Plered Sampaikan Hal Ini

    Mei 1, 2026

    Peringati May Day 2026, Bupati Sleman Ajak Buruh dan Pengusaha Perkuat Kolaborasi

    Mei 1, 2026

    Bupati Sleman Dialog dengan Serikat Pekerja, Sambut May Day 2026 dengan Semangat Kolaborasi

    Mei 1, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Beranda
    • REDAKSI
    • TNI – POLRI
    • Ragam & Olah Raga
    • Daerah
    • Sosial & Budaya
    • Nasional
    • Ekonomi & Bisnis
    • Pendidikan
    • Kriminal
    • Politik & Hukum
    • Iklan
    © 2026 ThemeSphere. Designed by ThemeSphere.

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.