Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    INFOTIPIKORINFOTIPIKOR
    • Beranda
    • REDAKSI
    • TNI – POLRI
    • Ragam & Olah Raga
    • Daerah
    • Sosial & Budaya
    • Nasional
    • Ekonomi & Bisnis
    • Pendidikan
    • Kriminal
    • Politik & Hukum
    • Iklan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    INFOTIPIKORINFOTIPIKOR
    Home»Daerah»Turunkan Kabel Udara di Astanaanyar, Total 63 Ruas Jalan di Bandung Telah Tertata
    Daerah

    Turunkan Kabel Udara di Astanaanyar, Total 63 Ruas Jalan di Bandung Telah Tertata

    By RedaksiOktober 6, 2026Tidak ada komentar3 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    BANDUNG – Penataan kabel udara (aerial cable) di Kota Bandung terus dikebut oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung. Hingga Selasa (6/10/2026), sebanyak 63 ruas jalan dari total target 85 ruas jalan telah berhasil ditata, termasuk kawasan strategis Jalan Astanaanyar.

    Kegiatan penurunan kabel di kawasan tersebut dilaksanakan oleh Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Bandung dengan dukungan PT Bandung Infra Investama (BII). Kepala Bidang Infrastruktur Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) Diskominfo Kota Bandung, Indra Arief Budyana, mengonfirmasi bahwa Astanaanyar menjadi ruas ke-63 yang ditangani dalam program ini.

    “Hari ini kita menangani ruas jalan ke-63 di Astanaanyar, mulai dari Jalan Sudirman hingga Taman Tegalega dengan panjang kurang lebih hampir dua kilometer,” ujar Indra di lokasi, Selasa (6/10/2026).

    Bahaya Kabel Lama Menggantung

    Indra menyoroti adanya risiko keselamatan akibat kabel-kabel lama yang masih menggantung di udara, seperti kabel tembaga, kabel koaksial, hingga sling (kawat penyangga) yang sudah tidak terpakai namun belum dipotong.

    “Yang di atas ini sebenarnya banyak kabel lama, ada yang sejak tahun 2015, dan sling-nya berada di luar jaringan. Ini sangat berbahaya. Dulu pernah terjadi kecelakaan fatal hingga menyebabkan korban jiwa karena sling ini putus dan jatuh,” ungkapnya.

    Baca Juga:  DPP PPMI Desak Mabes Polri Usut Ditjen Bina Penta, Diduga Lindungi TKA Ilegal di PT Askon Morowali

    Ia menambahkan, terdapat aksesori kabel koaksial dengan bobot lebih dari 10 kilogram. Jika terlepas dan jatuh ke jalan, komponen tersebut berpotensi membahayakan pengguna jalan, baik pengendara maupun pejalan kaki.

    Infrastruktur Ducting Sudah Siap

    Sebelum proses pemotongan kabel udara dilakukan, Pemkot Bandung telah menyiapkan infrastruktur bawah tanah berupa ducting (saluran kabel) di ruas tersebut. Pekerjaan ducting sendiri telah rampung sekitar tiga bulan lalu.

    “Jadi sebelum pemotongan ini, ducting-nya sudah selesai. Tinggal operator yang menarik kabel backbone-nya dulu ke dalam ducting, baru kemudian disambungkan ke pelanggan,” jelasnya.

    Namun, proses migrasi dari kabel udara ke kabel bawah tanah tidak bisa dilakukan secara sembarangan, terutama untuk jaringan backbone utama yang menghubungkan Bandung dengan wilayah lain, seperti Cimahi. Operator diminta memastikan jaringan pengganti sudah tersambung sempurna sebelum kabel lama dipotong untuk menghindari gangguan layanan massal.

    “Kalau belum selesai dampaknya lumayan besar. Mudah-mudahan operator sudah menyambung, terutama backbone ke Point of Presence (POP)-nya, sehingga tidak ada gangguan yang bertambah,” harap Indra.

    Baca Juga:  Musdes Penetapan RKPDes Desa Cijaya Tahun Anggaran 2027 Berjalan Kondusif, Fokus pada Perencanaan Pembangunan Berkelanjutan

    Antisipasi Gangguan Layanan

    Diskominfo juga mengantisipasi potensi gangguan layanan internet selama proses penataan berlangsung. Indra mengakui bahwa pemulihan layanan untuk pelanggan rumah tangga (residensial) biasanya membutuhkan waktu lebih lama dibandingkan pelanggan korporasi.

    “Untuk pelanggan korporasi, operator biasanya memiliki jaringan cadangan atau skema kompensasi, bahkan ada yang menyediakan modem sementara. Namun, untuk masyarakat umum atau perumahan, jumlahnya pasti lebih banyak dan prosesnya mungkin sedikit lebih lama,” ujarnya.

    Target 85 Ruas Jalan Tahun Ini

    Penataan kabel udara ini merupakan bagian dari komitmen Pemkot Bandung untuk menciptakan tata kota yang rapi dan aman. Dari total target 85 ruas jalan, saat ini tersisa sekitar 20 ruas lagi yang akan dituntaskan.

    “Total rencana kita 85 ruas jalan. Mungkin sekitar 20 ruas jalan lagi. Bulan ini ada 13 ruas jalan yang dijadwalkan,” kata Indra.

    Proses penurunan kabel tahap ini dijadwalkan berlangsung hingga 13 Oktober 2026. Setelah jeda sekitar dua pekan, proses pemotongan dan penataan akan kembali dilanjutkan pada 27 Oktober 2026. (Indra Jaya)

    Post Views: 16
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Redaksi
    • Website

    Berani Karena Benar Tertutup Karena Salah

    Related Posts

    Dari Istana ke Kejari, Laporan Dugaan Penyimpangan DBHP Purwakarta 10 Tahun Kini Ditindaklanjuti Kejaksaan

    Oktober 6, 2026

    Dugaan Pengkondisian di Paket Rehab Rujab Ketua DPRD Bombana, Penyedia Jasa Diduga Tidak Punya SBU BG001

    Oktober 6, 2026

    Konsolidasi Akbar GNPK-RI, Abah Nana: Indramayu Harus Kompak Lawan Korupsi!

    Oktober 5, 2026

    Comments are closed.

    Berita Terbaru

    Air Sungai Cilamaya Hitam dan Berbusa, Polsek Campaka Turun Langsung Cek Lokasi

    Oktober 6, 2026

    Turunkan Kabel Udara di Astanaanyar, Total 63 Ruas Jalan di Bandung Telah Tertata

    Oktober 6, 2026

    Dari Istana ke Kejari, Laporan Dugaan Penyimpangan DBHP Purwakarta 10 Tahun Kini Ditindaklanjuti Kejaksaan

    Oktober 6, 2026

    Haornas 2026, Kota Bandung Bidik Juara Umum Porprov dan Peparda Jabar, Tegaskan Visi “City of Champions”

    Oktober 6, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Beranda
    • REDAKSI
    • TNI – POLRI
    • Ragam & Olah Raga
    • Daerah
    • Sosial & Budaya
    • Nasional
    • Ekonomi & Bisnis
    • Pendidikan
    • Kriminal
    • Politik & Hukum
    • Iklan
    © 2026 ThemeSphere. Designed by ThemeSphere.

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.