Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    INFOTIPIKORINFOTIPIKOR
    • Beranda
    • REDAKSI
    • TNI – POLRI
    • Ragam & Olah Raga
    • Daerah
    • Sosial & Budaya
    • Nasional
    • Ekonomi & Bisnis
    • Pendidikan
    • Kriminal
    • Politik & Hukum
    • Iklan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    INFOTIPIKORINFOTIPIKOR
    Home»Daerah»Farhan Dorong Ulama Kelola “Rasa dan Kalbu” Masyarakat, MUI Dijadikan Mitra Filosofis Pemkot Bandung
    Daerah

    Farhan Dorong Ulama Kelola “Rasa dan Kalbu” Masyarakat, MUI Dijadikan Mitra Filosofis Pemkot Bandung

    By RedaksiSeptember 10, 2026Tidak ada komentar3 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    BANDUNG – Wali Kota Bandung, Farhan, menegaskan pentingnya peran ulama dan Majelis Ulama Indonesia (MUI) dalam mengelola dimensi sosial masyarakat, khususnya terkait “rasa” dan “kalbu” umat. Pernyataan tersebut disampaikan Farhan saat menghadiri Musyawarah Daerah (Musda) XI MUI Kota Bandung di Kantor MUI Kota Bandung, Rabu (9/9/2026).

    Menurut Farhan, kepemimpinan dan rasa keadilan tidak cukup hanya diukur melalui pendekatan kuantitatif atau data statistik semata. Keduanya sangat berkaitan erat dengan persepsi, perasaan, dan kondisi batin masyarakat.

    “Kepemimpinan dan rasa keadilan diukur melalui rasa dan subjektivitas. Dan kita tahu betul bahwa bicara soal kalbu, yang paling bisa menyentuh kalbu umat adalah para ulama,” ujar Farhan.

    Mitra Kepemimpinan Filosofis

    Farhan menilai keberadaan MUI memiliki posisi strategis sebagai mitra pemerintah dalam memahami dinamika sosial yang kompleks. Ia berharap komunikasi antara Pemkot Bandung dan para ulama dapat berlangsung secara erat, intensif, dan berkesinambungan.

    “Kami menempatkan Majelis Ulama Indonesia Kota Bandung, khususnya dan Jawa Barat secara umum, menjadi bagian dari pemerintahan untuk mengelola rasa dan kalbu masyarakat,” katanya.

    Baca Juga:  Banggar DPRD Buol Soroti Pencairan Sisa TPP 7 Bulan dan Efektivitas Belanja dalam RAPBD Perubahan 2026

    Ia menjelaskan bahwa pemerintah sering kali terjebak pada penanganan persoalan teknis dan teknokratik. Sementara itu, dinamika sosial membutuhkan pendekatan yang berbeda, yaitu pendekatan filosofis dan spiritual. Oleh karena itu, MUI diposisikan sebagai mitra kepemimpinan filosofis bagi Pemkot Bandung.

    Bukan Sekadar “Pemadam Kebakaran”

    Farhan juga menekankan agar keterlibatan ulama tidak hanya terjadi ketika pemerintah menghadapi krisis atau situasi darurat. Ia ingin membangun pola komunikasi preventif sejak awal untuk membaca potensi persoalan dan mencari solusi bersama.

    “Kami ingin menghilangkan fenomena atau tudingan bahwa ulama hanya dipakai oleh pemerintah untuk memadamkan kebakaran. Enggak. Kami akan selalu memanfaatkan komunikasi yang erat antara kami dengan para ulama untuk bisa menangani berbagai permasalahan masyarakat,” tegasnya.

    Sebagai contoh, Farhan menyoroti kolaborasi efektif antara Pemkot Bandung dan para ulama pada 30 Agustus 2025 silam. Saat itu, komunikasi intensif membantu meredam keresahan sosial pasca-demonstrasi dan kerusuhan, sehingga kondisi kota dapat kembali terkendali dengan cepat. Pengalaman ini menjadi inspirasi bagi pemerintah dalam membangun ketahanan sosial.

    Baca Juga:  GKR Bendara Kembali Dipercaya Pimpin DPD PUTRI DIY Periode 2026–2030

    Pilkada MUI Bebas Campur Tangan

    Dalam kesempatan tersebut, Farhan juga menyinggung proses suksesi kepemimpinan MUI Kota Bandung yang menjadi agenda utama Musda XI. Ia menegaskan bahwa Pemerintah Kota Bandung tidak akan mencampuri proses pemilihan Ketua MUI periode berikutnya.

    “Kalau untuk pemilihan ketua, kandidat siapa pun kami serahkan 100 persen kepada Majelis Ulama Indonesia Kota Bandung,” pungkasnya.

    Farhan berharap Musda XI MUI Kota Bandung berjalan dalam suasana persaudaraan (ukhuwah) dan menghasilkan keputusan yang membawa maslahat bagi umat.

    “Kami tidak mau hanya sekadar Majelis Ulama Indonesia ini menjadi cahaya di ujung lorong. Kami ingin Majelis Ulama Indonesia menjadi pelita di sepanjang lorong,” tuturnya.

    Ke depannya, Farhan berkomitmen untuk terus mementingkan kemaslahatan umat dengan melibatkan pandangan ulama dalam setiap kebijakan, agar pembangunan di Kota Bandung tidak hanya tepat secara teknis, tetapi juga adil dan menyejukkan hati masyarakat. (Indra Jaya)

    Post Views: 113
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Redaksi
    • Website

    Berani Karena Benar Tertutup Karena Salah

    Related Posts

    Di Tengah Ketegangan PT Askon, Kapolres Morowali Imbau Warga Matarape Tahan Diri dan Hindari Main Hakim Sendiri

    Oktober 3, 2026

    Warga Desa Plered Siap Pasang Baliho Protes, Keluhkan Akses Komunikasi dengan Kades yang Dinilai Terblokir

    Oktober 3, 2026

    Fakta Lapangan Mencekam, Warga Limbangan Tak Tidur Akibat Getaran Proyek GT Polytama, Ibu-Ibu Ngamuk di Teras

    Oktober 3, 2026

    Comments are closed.

    Berita Terbaru

    Di Tengah Ketegangan PT Askon, Kapolres Morowali Imbau Warga Matarape Tahan Diri dan Hindari Main Hakim Sendiri

    Oktober 3, 2026

    Warga Desa Plered Siap Pasang Baliho Protes, Keluhkan Akses Komunikasi dengan Kades yang Dinilai Terblokir

    Oktober 3, 2026

    Fakta Lapangan Mencekam, Warga Limbangan Tak Tidur Akibat Getaran Proyek GT Polytama, Ibu-Ibu Ngamuk di Teras

    Oktober 3, 2026

    Sleman Borong 4 Gelar Prestasi pada Jamsostek Award 2026, Dinaker Sleman Raih Juara 1 Tingkat Pemda

    Oktober 2, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Beranda
    • REDAKSI
    • TNI – POLRI
    • Ragam & Olah Raga
    • Daerah
    • Sosial & Budaya
    • Nasional
    • Ekonomi & Bisnis
    • Pendidikan
    • Kriminal
    • Politik & Hukum
    • Iklan
    © 2026 ThemeSphere. Designed by ThemeSphere.

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.