INDRAMAYU – Penyaluran bantuan pangan berupa beras bagi masyarakat kurang mampu di Desa Dadap, Kecamatan Juntinyuat, Kabupaten Indramayu, berjalan dengan tertib dan transparan. Sejak pagi hari, Kamis (3/9/2026), halaman Kantor Desa Dadap telah dipenuhi oleh warga yang mengantre untuk menerima alokasi bantuan periode Juli, Agustus, dan September 2026.
Proses distribusi ini mendapat pengawalan ketat dari Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) Juntinyuat, Pemerintah Desa, TNI, serta perwakilan Perum Bulog. Hal ini dilakukan untuk memastikan bantuan sampai kepada penerima manfaat yang berhak tanpa adanya pungutan liar atau pemotongan jumlah.
Alokasi Besar: 103 Ton Beras Disalurkan Sekaligus
Untuk periode tiga bulan tersebut, Desa Dadap menerima alokasi bantuan dalam jumlah signifikan. Sebanyak 3.456 Kepala Keluarga (KK) terdata sebagai penerima manfaat. Dengan skema pemberian 10 kg per bulan, setiap KK menerima total 30 kg beras sekaligus dalam satu kali pengambilan. Secara keseluruhan, total beras yang disalurkan mencapai 103.680 kg.
Karung-karung beras bertuliskan “Bantuan Pangan” dan “Beras Medium 10 Kg” dari Bulog tampak tertata rapi di halaman kantor desa. Spanduk besar dari Badan Pangan Nasional juga terpampang jelas, menandakan bahwa penyaluran ini merupakan program resmi negara.
Tegas Larang Pungutan Liar
Kuwu (Kepala Desa) Dadap, Ali Faosal, hadir langsung di tengah-tengah warga untuk mengawasi jalannya proses. Ia memberikan instruksi tegas kepada seluruh Ketua RT dan RW agar tidak memungut biaya sepeser pun dari penerima bantuan.
“Saya menganjurkan sekaligus menginstruksikan kepada RT/RW agar tidak memungut uang pada penerima. Apabila ada penerima yang secara sukarela memberi, itu boleh saja sebagai bentuk rejeki, namun dilarang keras meminta atau memotong jatah bantuan,” tegas Ali Faosal di hadapan petugas dan warga.
Sikap tegas Kuwu Ali ini disambut lega oleh para penerima. Seorang ibu lansia dari RT 01/RW 03, Kusriyah, mengaku bersyukur karena menerima bantuan secara utuh.
“Alhamdulillah, hari ini saya terima bantuan 30 kg. Maturnuwun (terima kasih) Pak Kuwu Ali Faosal, bantuannya sampai utuh tanpa potongan sedikit pun,” ucap Kusriyah dengan wajah berseri.
Apresiasi Forkopimcam
Ipan, Kasubag Trantib Kecamatan Juntinyuat yang mewakili Camat Juntinyuat, memberikan apresiasi tinggi atas kelancaran dan ketertiban penyaluran di Desa Dadap.
“Atas nama Pak Camat Juntinyuat, kami mengapresiasi Pemerintah Desa Dadap dan seluruh pihak yang terlibat. Penyaluran berjalan tertib, transparan, dan tepat sasaran. Pesan Bapak Camat, pastikan bantuan ini benar-benar sampai ke warga yang berhak dan tidak ada pungutan dalam bentuk apapun,” ujar Ipan.
Di tengah kenaikan harga kebutuhan pokok, bantuan beras sebesar 30 kg per KK ini dinilai sangat membantu meringankan beban ekonomi keluarga prasejahtera. Kolaborasi sinergis antara Forkopimcam, Pemdes, TNI, dan Bulog menjadi kunci suksesnya penyaluran bantuan yang bersih dari praktik korupsi di Desa Dadap. (Fif)

