Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    INFOTIPIKORINFOTIPIKOR
    • Beranda
    • REDAKSI
    • TNI – POLRI
    • Ragam & Olah Raga
    • Daerah
    • Sosial & Budaya
    • Nasional
    • Ekonomi & Bisnis
    • Pendidikan
    • Kriminal
    • Politik & Hukum
    • Iklan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    INFOTIPIKORINFOTIPIKOR
    Home»Daerah»Pemkot Bandung Siapkan Fasilitas Pengolahan Sampah 300 Ton/Hari, TPSOS Gedebage Ditargetkan Operasional Awal 2027
    Daerah

    Pemkot Bandung Siapkan Fasilitas Pengolahan Sampah 300 Ton/Hari, TPSOS Gedebage Ditargetkan Operasional Awal 2027

    By RedaksiAgustus 24, 2026Tidak ada komentar3 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    BANDUNG – Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung resmi menandatangani kerja sama dengan PT Danantara Development Management Fund (Danantara) dan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) untuk membangun fasilitas pengolahan sampah berbasis teknologi baru. Penandatanganan komitmen tersebut berlangsung di Balai Kota Bandung pada Jumat (21/8/2026).

    Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, menyatakan bahwa pengembangan fasilitas di kawasan Gedebage ini merupakan langkah cepat Pemkot Bandung untuk menghadirkan solusi pengelolaan sampah yang lebih mandiri. Fasilitas ini direncanakan memiliki kapasitas pengolahan hingga 300 ton sampah per hari.

    “Di hari Jumat siang ini telah ada kesepakatan bersama antara Pemkot Bandung, Danantara, dan Kemdiktisaintek. Kami akan membangun satu fasilitas pengolahan sampah dengan menggunakan teknologi baru,” ujar Farhan.

    Mengurangi Ketergantungan pada TPA Provinsi

    Farhan menekankan pentingnya langkah ini mengingat Kota Bandung saat ini menjadi satu-satunya ibu kota provinsi yang tidak memiliki Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) sendiri. Selama ini, kota bergantung pada TPA Sarimukti dan TPA Legok Nangka yang dikelola oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat.

    Baca Juga:  KPU Buol Peringati HUT RI ke-81: Kemerdekaan Adalah Amanah Menjaga Demokrasi

    “Proses pembangunan Legok Nangka masih membutuhkan waktu sekitar tiga tahun. Sebagai jawaban atas ‘pekerjaan rumah’ dari Gubernur, kami melakukan terobosan ini sambil menunggu fasilitas provinsi tersebut beroperasi,” jelasnya.

    Target operasional fasilitas di Gedebage ini dipercepat, yakni pada akhir 2026 atau paling lambat awal 2027. Untuk mendukung hal tersebut, Pemkot Bandung akan segera menyelesaikan aspek administrasi, termasuk finalisasi Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2026 dan penyusunan Kebijakan Umum Anggaran (KUA) 2027.

    Teknologi Desentralisasi dan Produksi SRF

    Chief Technology Officer (CTO) BPI Danantara, Sigit Puji Santosa, menjelaskan bahwa teknologi yang diusung mengusung konsep pengolahan sampah secara terdesentralisasi. Artinya, sampah dapat diselesaikan di wilayah masing-masing tanpa harus seluruhnya dibawa ke TPA.

    Sampah akan diproses menjadi Solid Recovered Fuel (SRF), sebuah material bernilai kalor tinggi yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan bakar alternatif untuk industri, seperti pabrik semen, refinery, atau boiler.

    “Kami memastikan teknologi yang dipilih adalah teknologi yang ter-contained dan ter-capture sehingga tidak menimbulkan bau yang mengganggu lingkungan sekitarnya,” kata Sigit.

    Baca Juga:  Sambut Struktur Baru 2026-2034, Perangkat Desa Tinumpuk Gelar Tasyakuran Lungguhan Bertepatan HUT RI ke-81

    Dari sisi investasi, kebutuhan dana untuk pembangunan fasilitas berkapasitas 300 ton per hari diperkirakan berada di kisaran Rp50 miliar hingga Rp60 miliar. Fasilitas di Gedebage ini akan menjadi proyek percontohan (pilot project) yang jika berhasil, dapat direplikasi di Sub Wilayah Kota (SWK) lainnya.

    Dukungan Akademisi dan Perguruan Tinggi

    Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Prof. Brian Yuliarto, menyatakan bahwa pengembangan teknologi ini merupakan wujud dukungan perguruan tinggi dalam mempercepat penyelesaian persoalan sampah nasional sesuai arahan Presiden.

    “Perguruan tinggi melakukan berbagai kajian, termasuk pemanfaatan maggot untuk sampah organik dan teknologi SRF, serta mengadopsi pendekatan dari negara lain seperti Turki agar sesuai dengan kebutuhan lokal,” ujar Brian.

    Kolaborasi antara Pemkot Bandung, Kemdiktisaintek, Danantara, dan perguruan tinggi diharapkan menghasilkan model pengelolaan sampah yang tidak hanya ramah lingkungan, tetapi juga memiliki nilai ekonomi dan dapat menjadi percontohan bagi daerah lain di Indonesia. (Indra Jaya)

    Post Views: 13
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Redaksi
    • Website

    Berani Karena Benar Tertutup Karena Salah

    Related Posts

    Warga Perum Royal Campaka Gelar Malam Puncak Peringatan HUT RI ke-81, Sinergi Pemerintah Desa dan Warga Terasa Kuat

    Agustus 22, 2026

    Sleman Bidik Status Kota Film UNESCO 2027, Siapkan 500 Talenta Muda untuk Pasar Global

    Agustus 22, 2026

    Diduga Selubungi Galian C Ilegal, Program Cetak Sawah di Desa Cipinang Dibekukan Wabup Abang Ijo Hapidin

    Agustus 22, 2026

    Comments are closed.

    Berita Terbaru

    Pemkot Bandung Siapkan Fasilitas Pengolahan Sampah 300 Ton/Hari, TPSOS Gedebage Ditargetkan Operasional Awal 2027

    Agustus 24, 2026

    Ditembuskan ke Kapolri, MIO Indonesia Gugat Keheningan Polda Metro Jaya Terkait Kasus Hotman Paris

    Agustus 23, 2026

    Warga Perum Royal Campaka Gelar Malam Puncak Peringatan HUT RI ke-81, Sinergi Pemerintah Desa dan Warga Terasa Kuat

    Agustus 22, 2026

    Drs. Asmara Hadi Siap Pimpin IKA Sumsel Jabar, Usung Visi Organisasi Mandiri dan Berkontribusi Nyata

    Agustus 22, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Beranda
    • REDAKSI
    • TNI – POLRI
    • Ragam & Olah Raga
    • Daerah
    • Sosial & Budaya
    • Nasional
    • Ekonomi & Bisnis
    • Pendidikan
    • Kriminal
    • Politik & Hukum
    • Iklan
    © 2026 ThemeSphere. Designed by ThemeSphere.

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.