PURWAKARTA – Kontroversi hubungan asmara antara Kepala Desa (Kades) Garokgek, inisial M (Mulyana), dan Kepala Desa Pusaka Mulya, inisial NR (Nunung Rahayu), akhirnya menemukan titik terang yang mengejutkan. Pasangan yang sebelumnya bersikeras membantah adanya hubungan khusus di hadapan Bupati Purwakarta maupun tokoh masyarakat, kini telah resmi menjadi suami istri.
Pernikahan keduanya dilangsungkan secara sederhana namun khidmat pada Senin (25/5/2026) di kediaman Kades Pusaka Mulya, RT 4, di belakang Kantor Desa Pusaka Mulya. Dalam akad nikah tersebut, Mulyana menyerahkan mahar berupa uang tunai sebesar Rp20 juta yang dikemas dalam buket bunga, serta sejumlah perhiasan emas.
Drama Penyangkalan
Keputusan untuk menikah ini menimbulkan gelombang kejutan dan tanda tanya di tengah masyarakat, mengingat betapa kerasnya penyangkalan yang pernah mereka sampaikan. Pada Januari 2026, saat isu miring mulai beredar, keduanya sempat memberikan klarifikasi tegas kepada media dan melaporkan diri ke tokoh masyarakat setempat, Om Zein, untuk meluruskan isu.
Saat itu, Nunung menegaskan, “Hubungan kami hanya sebatas hubungan kerja, tidak seperti rumor yang ada.” Senada dengan itu, Mulyana juga menyatakan bahwa kedekatan mereka sering disalahartikan karena frekuensi pertemuan yang tinggi demi membahas program pembangunan desa. Bahkan, dikabarkan keduanya juga telah menyampaikan klarifikasi serupa kepada Bupati Purwakarta, meyakinkan bahwa tidak ada unsur asmara dalam interaksi profesional mereka.
Namun, fakta di lapangan berbicara lain. Pernikahan mereka menjadi bukti bahwa perasaan cinta ternyata tumbuh di tengah kesibukan melayani masyarakat, atau mungkin telah terjalin jauh sebelum pengakuan tersebut. Kabar pernikahan ini pun langsung viral di media sosial, memicu beragam reaksi warganet. Banyak yang merasa “dibohongi” oleh klarifikasi sebelumnya, sementara sebagian lainnya memberi ucapan selamat.
Om Zein, tokoh masyarakat yang sebelumnya didatangi kedua kades untuk “membersihkan nama”, turut memberikan tanggapan atas perkembangan terbaru ini. “Yang tersisa hari ini adalah fakta bahwa dua kepala desa yang dulu membantah berbagai spekulasi kini telah resmi menjadi pasangan suami istri. Semoga menjadi keluarga yang sakinah, mawaddah, warahmah,” ujarnya dengan nada pasrah.
Pertanyaan Publik: Di Mana Istri Pertama dan H. Marzus?
Di balik euforia pernikahan, muncul pertanyaan kritis dari sebagian masyarakat. Publik mempertanyakan status almarhumah istri pertama Mulyana dan peran H. Marzus, sosok yang selama ini dikenal sangat dekat dan mendukung kuat karier politik Nunung hingga terpilih sebagai Kades Pusaka Mulya.
H. Marzus, yang sebelumnya disebut-sebut sebagai pendukung utama Nunung, dikabarkan pergi begitu saja dan meninggalkan Nunung menjelang pernikahannya dengan Mulyana. Hal ini memicu spekulasi baru di kalangan warga. Sebagian masyarakat menduga bahwa hubungan asmara antara Mulyana dan Nunung sebenarnya sudah terjalin lama dan diketahui oleh H. Marzus, namun ditutupi rapat-rapat demi kepentingan politik dan pencitraan publik.
“Masyarakat kaget bukan hanya karena mereka menikah, tapi karena bagaimana mereka menutupinya. Padahal banyak yang curiga hubungan ini sudah ada sejak lama. Lalu di mana peran H. Marzus yang dulu sangat mendukung Bu Kades? Kenapa dia pergi begitu saja?” tanya seorang warga Desa Pusaka Mulya yang meminta namanya dirahasiakan.
Kendati demikian, pernikahan ini diharapkan tidak mengganggu kinerja keduanya dalam memimpin desa masing-masing. Masyarakat berharap, sinergi yang sudah terbangun selama ini justru akan semakin kuat dan membawa dampak positif bagi pembangunan di Desa Garokgek dan Desa Pusaka Mulya, meski noda kontroversi akibat penyangkalan awal masih melekat. (Redaksi)

