SLEMAN – Pemerintah Kabupaten Sleman memaparkan capaian pembangunan tahun 2025 dalam jumpa pers bertema “Capaian Pembangunan Sleman 2025 yang Akuntabel, Berintegritas, dan Berkinerja” yang digelar di Ruang Rapat Sembada, Kamis (30/4/2026).
Kegiatan ini menghadirkan sejumlah narasumber, yakni Nur Fitri Handayani, S.STP., M.Si. selaku Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Sleman, Tintin Marlina, S.P., M.H. selaku Sekretaris Inspektorat Kabupaten Sleman, serta dr. Cahya Purnama, M.Kes. selaku Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman. Turut mendampingi, dr. Wisnu Murti Yani, M.Sc. (Direktur RSUD Sleman) dan drg. Ratih Susila, M.P.H. (Direktur RSUD Prambanan).
Kepala Bappeda Sleman, Nur Fitri Handayani, S.STP., M.Si., menyampaikan bahwa pertumbuhan ekonomi Sleman pada 2025 mencapai 6,53 persen, melampaui target 5,11–5,74 persen. Capaian ini didorong oleh peningkatan investasi, pembangunan infrastruktur, serta pengendalian inflasi yang terjaga di kisaran 2–3 persen.
Selain itu, angka kemiskinan berhasil ditekan menjadi 6,71 persen, lebih rendah dari target yang ditetapkan. Penurunan ini didukung berbagai program perlindungan sosial serta program pendidikan Sleman Pintar Plus yang menyasar keluarga kurang mampu.
Dari sisi kualitas sumber daya manusia, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Sleman mencapai 86,35 atau masuk kategori sangat tinggi, melampaui target 85,9. Capaian ini didukung oleh meningkatnya usia harapan hidup hingga 75,81 tahun dan akses pendidikan yang semakin baik.

Namun demikian, sektor infrastruktur masih menjadi perhatian. Persentase jalan dalam kondisi mantap tercatat 70,98 persen, sedikit di bawah target 71,4 persen. Hal ini dipengaruhi oleh kendaraan over dimension dan over load (ODOL), kepadatan lalu lintas, serta faktor cuaca.
Sementara itu, Sekretaris Inspektorat Kabupaten Sleman, Tintin Marlina, S.P., M.H., menjelaskan bahwa pihaknya terus mengawal program strategis pemerintah daerah agar berjalan efektif, efisien, dan akuntabel. Sepanjang 2025, Inspektorat menghasilkan 238 laporan hasil pengawasan, termasuk audit konstruksi sebagai sistem peringatan dini terhadap potensi penyimpangan.
Di sektor kesehatan, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman, dr. Cahya Purnama, M.Kes., memaparkan program Pekan Layanan Kesehatan Terpadu dalam rangka Hari Jadi ke-110 Kabupaten Sleman. Program ini mencakup khitanan massal, operasi katarak gratis, serta layanan kesehatan terpadu yang akan digelar pada 5–7 Mei 2026 di Sleman City Hall.
Direktur RSUD Sleman, dr. Wisnu Murti Yani, M.Sc., dan Direktur RSUD Prambanan, drg. Ratih Susila, M.P.H., menambahkan bahwa layanan yang diberikan meliputi pemeriksaan ibu hamil, balita, hingga lansia, lengkap dengan konsultasi dokter spesialis dan skrining kesehatan. Seluruh layanan tersebut diberikan secara gratis kepada masyarakat.
Pemerintah Kabupaten Sleman berharap capaian pembangunan yang positif ini dapat terus ditingkatkan melalui sinergi lintas sektor, sekaligus mendorong peningkatan kualitas hidup masyarakat secara berkelanjutan. (Ari Wu)

