INFOTIPIKOR.COM | SLEMAN – Transformasi kawasan kumuh menjadi ruang publik produktif di Sleman menuai sorotan nasional. Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), secara langsung meninjau revitalisasi kawasan Mrican, Caturtunggal, Depok, Sleman, Jumat (24/4) sore.
Kedatangan AHY disambut oleh Bupati Sleman, Harda Kiswaya, beserta jajaran Pemerintah Kabupaten Sleman. Kunjungan ini menjadi penegasan bahwa program penataan kawasan kumuh berbasis lingkungan dan masyarakat mulai menunjukkan hasil nyata.
Kawasan seluas sekitar 5 hektare di bantaran Sungai Gajahwong yang sebelumnya dikenal kumuh, kini disulap menjadi area tertata, hijau, dan fungsional. Salah satu ikon utamanya adalah Ruang Terbuka Publik (RTP) “Gatotkaca” yang kini dimanfaatkan warga untuk berbagai aktivitas sosial dan ekonomi.
AHY menilai, perubahan tersebut bukan sekadar penataan fisik, tetapi juga keberhasilan pendekatan sosial berbasis kearifan lokal. Konsep 3M (Mundur, Munggah, Madhep Kali) yang diterapkan Pemkab Sleman dinilai sebagai strategi inovatif dalam merelokasi dan menata permukiman bantaran sungai tanpa konflik besar.
“Ini bukan hanya soal mempercantik kawasan, tetapi juga mengubah cara hidup masyarakat. Sleman bisa menjadi percontohan nasional,” tegas AHY.

Tak hanya kawasan permukiman, AHY juga meninjau pengelolaan sampah di TPST Condongcatur. Fasilitas ini mampu mengolah 8 hingga 10 ton sampah per hari menjadi Refuse Derived Fuel (RDF), pupuk, serta produk turunan lainnya.
Model pengelolaan berbasis masyarakat ini dinilai sebagai solusi konkret atas persoalan klasik sampah perkotaan yang selama ini menjadi beban banyak daerah.
Sementara itu, Bupati Harda Kiswaya menegaskan komitmen Pemkab Sleman untuk terus memperluas program penataan kawasan kumuh melalui kolaborasi lintas sektor.
“Penataan ini bukan sekadar proyek, tapi investasi kualitas hidup. Kami ingin masyarakat lebih sehat, lingkungan lebih layak, dan kesejahteraan meningkat,” ujarnya.
Langkah Sleman ini dinilai menjadi contoh konkret bagaimana sinergi pemerintah dan masyarakat mampu menjawab dua persoalan krusial sekaligus: kawasan kumuh dan pengelolaan sampah. (Ari Wu)

