INFOTIPIKOR.COM | BUOL – BUMDes Kwala Besar Kecamatan Paleleh, Kabupaten Buol terus menunjukkan komitmennya dalam mendorong pertumbuhan ekonomi desa melalui pemanfaatan dana secara berkelanjutan dan berdampak jangka panjang.
Dengan total dana penyertaan sebesar Rp225 juta pada tahun 2025, berbagai program strategis telah dirancang guna memperkuat sektor pertanian dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Ketua BUMDes Kwala Besar, Kamarudin, menjelaskan bahwa penyertaan dana ke BUMDES telah melalui mekanisme dan proses musyawarah yang telah disepakati oleh pemerintah desa dan Badan Pemusyawaratan Desa (BPD) begitu juga proses pengelolaan dana, juga berdasarkan musyawarah dan kesepakatan dan kemudian difokuskan pada kebutuhan riil masyarakat jangka panjang, khususnya para petani yang menjadi tulang punggung ekonomi desa.
“Penggunaan dana BUMDES baik dalam tahap perumusan penyertaan modal hingga realisasi, tidak hanya untuk kebutuhan sesaat, tetapi lebih pada investasi jangka panjang yang manfaatnya bisa dirasakan terus-menerus oleh masyarakat, serta berdampak pada Pendapat Asli Desa (PAD),” ujarnya.
Kamarudin juga menjabarkan, adapun sejumlah program prioritas yang telah direalisasikan dari dana BUMDES antara lain pembelian mesin traktor, yang tujuannya untuk mendukung pengolahan lahan pertanian, serta pengadaan mesin penggiling padi, guna meningkatkan efisiensi pascapanen. Selain itu BUMDes juga melakukan pengadaan sarana produksi pertanian seperti hand spayer, mesin pemotong rumput, pupuk urea dan phonska serta obat-obatan.
“Kami berupaya agar fana yang ada di BUMDES benar-benar dimanfaatkan secara baik, mempunyai dampak jangka panjang, dan tidak hanya besar diangka tapi minim realiasi apalagi tidak mempunyai manfaat kedepannya;,” ungkap Kamarudin dengan tegas.
Tidak hanya itu, BUMDes Kwala Besar juga mulai mengembangkan sektor perkebunan melalui pembelian bibit alpukat. Menurutnya, alpukat menjadi komoditas yang dipilih, karena sangat cocok dengan ekologis yang ada di desa Kwalabesar.
*Untuk alpukat itu sendiri BUMDES akan mengelola lebih awal dalam bentuk kebun percontohan, dan semua elemen masyarakat dilibatkan bukan hanya untuk BUMDes saja. Sebab daerah kami belum ada petani yang benar-benar membudidayakan alpukat, padahal nilai ekonomisnya sangat tinggi dan ekologis di desa kami sangat cocok untuk tanaman seperti itu,”
” Kami berharap dapat menjadi modal awal bagi masyarakat dalam mengembangkan komoditas bernilai ekonomi tinggi dan berjangka panjang,” harapnya
Dalam upaya meningkatkan kapasitas petani, BUMDes turut menjalankan program pemberdayaan petani melalui pendampingan dan penguatan kelembagaan kelompok tani, serta kegiatan yang bernilai edukasi.
Kamarudin juga mengimbau masyarakat agar tetap bijak dalam menerima informasi yang beredar, khususnya terkait pengelolaan dana BUMDes. Ia menegaskan pentingnya tidak mudah terhasut oleh isu-isu yang tidak dapat dipertanggung jawabkan kebenarannya.
“Masyarakat diharapkan bisa menyaring setiap informasi yang beredar. Jika ada hal yang ingin diketahui, sebaiknya langsung dikonfirmasi kepada pengurus BUMDes agar tidak terjadi kesalahpahaman,” tegasnya.
Ia menambahkan bahwa transparansi dan keterbukaan akan terus dijaga oleh pengelola BUMDes demi menjaga kepercayaan masyarakat.
Dengan langkah-langkah strategis tersebut, BUMDes Kwala Besar diharapkan mampu menjadi motor penggerak ekonomi desa yang mandiri, transparan, dan berdaya saing, serta tetap mendapat dukungan penuh dari masyarakat,” pungkasnya. (Moh Fharsi)

