INFOTIPIKOR.COM | BUOL – 10 hari setelah dilantik menjadi Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat Desa (BPMDes), kepemimpinan Arfandi di BPMDes Kabupaten Buol menunjukkan konsep kepemimpinan yang Inklusif tapi tegas dan terarah, dinilai berhasil menghadirkan tata kelola pemerintahan desa yang lebih partisipatif, kolaboratif dan komitmen.
Diketahui, sejak dilantik tanggal 12 Januari 2026 dalam sesi wawancara bersama media, Arfandi menekankan bahwa pembangunan desa tidak boleh berjalan secara eksklusif atau hanya menguntungkan kelompok tertentu. Seluruh unsur masyarakat desa mulai dari pemerintah desa, BPD, lembaga kemasyarakatan, hingga masyarakat harus dilibatkan dalam proses perencanaan, pelaksanaan, dan pengawasan pembangunan.
Setelah dilantik, Arfandi, kemudian melakukan berbagai penguatan di dinas mulai dari apel, rapat, hingga perbaikan sistem pemerintahan di tempat wilayah Ia bekerja, dan Rabu, 21/1/2026 Arfandi bersama beberapa pegawai BPMDes melakukan sidak di beberapa desa di wilayah Kecamatan Momunu dan terkini Arfandi memipin apel pagi di Kantor Desa Momunu,
Dalam pernyatannya kepada media Infotipikor.com, Ia mengatakan, bahwa pemerintahan desa harus inklusif, membuka ruang partisipasi seluas-luasnya. Tapi di saat yang sama, aturan harus ditegakkan tanpa kompromi,” ujar Arfandi dalam apel tersebut,
Arfandi juga menyebutkan, bahwa Desa Momunu akan menjadi perhatian khusus, menyusul hasil sidak kemarin yang mendapati kantor desa menjadi tempat bermalam hewan ternak sapi.
“Kami meminta kepada seluruh Perangkat desa dan BPD bersama-sama menjaga Desa Momunu, merawat seluruh aspek yang berhubungan dengan Desa, ketidak hadiran kepala Desa bukan menjadi suatu alasan yang prinsip untuk tidak berkantor,” tegasnya.
Arfandi juga menegaskan bawa Bupati dan Wakil Bupati memberikan perhatian khusus terhadap Desa Momunu, dan meminta kepada seluruh perangkat desa tidak menyia nyiakan kesempatan ini, bekerja dan berinovasi sesuai bidangnya masing- masing di desa.
“Kami mgile tuyung (Kami minta tolong) untuk sama-sama kita berbenah, jangan menciptakan suasana yang membuat Desa Momunu menjadi malu, kita jaga bersama desa ini dan kami tekankan saya tidak akan melepas Desa Momunu, dan saya akan datang kapan saja tanpa memberi tahu, dan jikalau ada kami dapati aparat tidak lagi berkantor atau hal-lain yang tidak mengindahkan instruksi pemerintah kami akan tindak dengan setegas-tegasnya,” ungkap Arfandi.
Diketahui bahwa Arfandi mempunyai kepribadian yang tegas, tidak muluk-muluk dan bekerja sesuai arahan, dengan demikian kepemimpinan di Dinas PMD saat ini memasuki langka baru inklusif tapi tegas, kita tunggu gebrakan selanjutnya. (Moh Fharsi)

