INFOTIPIKOR.COM | BANDUNG – Peringatan Hari Sejuta Pohon yang jatuh pada 10 Januari 2026 menjadi momentum penting untuk kembali meneguhkan komitmen bersama dalam menjaga kelestarian lingkungan hidup. Hal tersebut disampaikan Murfito Adi, selaku Ketua Badega Garuda Sakti (BGS), saat dikonfirmasi di kantornya, Minggu (11/01/2026).
Murfito Adi menegaskan bahwa Hari Sejuta Pohon bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan pengingat kolektif akan pentingnya peran pohon bagi keberlangsungan kehidupan manusia dan alam.
Menurutnya, penanaman pohon harus dimaknai sebagai investasi jangka panjang untuk generasi mendatang.
“Pohon adalah sumber kehidupan. Menanam pohon berarti menanam harapan, menjaga keseimbangan ekosistem, serta mencegah berbagai bencana lingkungan seperti banjir, longsor, dan krisis air,” ujar Murfito Adi.
Ia menjelaskan, Badega Garuda Sakti secara konsisten mendorong gerakan penghijauan dan pelestarian lingkungan melalui berbagai program nyata, baik di wilayah pedesaan, kawasan hutan, maupun ruang publik. Kegiatan tersebut melibatkan berbagai unsur masyarakat sebagai bentuk tanggung jawab bersama.
Murfito juga mengajak seluruh elemen, mulai dari pemerintah, komunitas, pelajar, hingga masyarakat umum, untuk menjadikan momentum Hari Sejuta Pohon sebagai awal dari gerakan berkelanjutan, bukan kegiatan sesaat.
“Kami mengajak semua pihak untuk tidak berhenti menanam pohon hari ini saja, tetapi terus merawat dan melestarikannya. Kepedulian lingkungan harus menjadi budaya, bukan sekadar agenda,” tambahnya.
Peringatan Hari Sejuta Pohon diharapkan mampu meningkatkan kesadaran publik akan pentingnya menjaga alam demi keberlanjutan lingkungan dan masa depan yang lebih hijau. (***)

