Menu

Mode Gelap
Polres Purwakarta,Raih Penghargaan Peringkat Pertama IKPA Dari KPPN Purwakarta Keren,Anak Anggota Satpolairud Polres Purwakarta Sabet 9 Medali di West Java Swimming Competition 2022 Polisi Di Purwakarta,Amankan Dua Dari Lima Pelaku Pengeroyokan Seorang Pemuda Warga Munjul Jaya Polsek Purwakarta Kota,Intensif Lakukan Patroli Blue Light Guna Berikan Rasa Aman dan Nyaman Di Masyarakat Guna Wujudkan Wilayah Aman dan Kondusif,Jajaran Polsek Pasawahan Intensif Gelar KRYD

Daerah · 20 Jan 2023 19:04 WIB ·

DPP PPMI : Menaker RI dan Pemda Morut,Fokus Tingkatkan Pengawasan di PT.GNI


 Idrus Hadaddo,SH,Ketua DPP Bidang Kesejahteraan Persaudaraan Pekerja Muslim Indonesia (PPMI),(Foto : DPP PPMI) Perbesar

Idrus Hadaddo,SH,Ketua DPP Bidang Kesejahteraan Persaudaraan Pekerja Muslim Indonesia (PPMI),(Foto : DPP PPMI)

Infotipikor.com,Kabupaten Morowali Utara – Kementrian Tenaga Kerja (Kemenaker) RI,Dirjen Binawas K3 Kemenaker RI,Pemerintah Provinsi (Pemprov) Silawesi Tengah (Sulteng),dan Pemerintah Daerah (Pemda) Morowali Utara (Morut) harus lebih fokus meningkatkan fungsi pengawasan K3 dan hubungan industrial di PT.Gunbuster Nickel Indonesia (GNI).

Dimana,hal ini ditegaskan Ketua DPP Bidang Kesejahteraan Persaudaraaan Pekerja Muslim Indonesia (PPMI),Idrus Hadaddo,SH.Menyikapi kekisruhan karyawan PT.GNI yang terjadi pada,Sabtu 14 Januari 2023 yang menyebabkan 1 orang Tenaga Kerja Asing (TKA) dan 2 orang Tenaga Kerja Indonesia (TKI) meninggal dunia.

Menurut Idrus,yang biasa disapa Bang Idrus,”bahwa kejadian di dalam perusahaan PT.GNI harus dievaluasi lebih ketat lagi.Dalam hal ini mestinya Bidang Pengawasan Hubungan Industrial baik Disnaker Provinsi Sulteng atau Disnaker Morut juga Kemenaker RI harus benar-benar mengawasi pola-pola penerapan K3 dan hubungan industrial baik antara perusahaan,pekerja/karyawan maupun stekholder lainnya,”Tegas Politisi PDI Perjuangan itu.

Lanjut,Bang Idrus mempertanyakan sudah sejauhmana hak-hak pekerja terpenuhi terutama terkait maraknya kecelakaan kerja di PT.GNI,hingga merenggut nyawa pekerja khususnya pekerja lokal dan juga sebaliknya,apa yang menjadi kewajiban pekerja terhadap perusahaan.

“Manajemen PT.GNI harusnya kooperatif kepada Disnaker Provinsi /Kabupaten,jangan mentang-mentang perusahaan besar lantas seenaknya saja dengan aparat pemerintah setempat,khususnya Disnaker  Provinsi dan Kabupaten yang sering dicuekin oleh manajemen,ketika melakukan  inspeksi di PT GNI.Kemudian bagaimana pelaksanaan/penerapan seperti pemenuhan jam kerja,kompetensi kerja,hak kesehatan dan keselamatan kerja di BPJS kesehatan,dan ketenagakerjaan dan lain-lain,”Ujarnya.

Dikatan Idrus,bahwa hubungan kerja antara pekerja lokal dan tenaga kerja asing,harus ada koridor dan sekat pengawasan yang ketat.Apalagi mayoritas TKA Asing tidak bisa berbahasa Indonesia yang makin memperuncing suasana,karena persoalan komunikasi antar pekerja yang tidak nyambung.

Lebih lanjut disampaikannya,dalam hal ini pekerja lokal tidak mesti disalahkan atau dituduh provokator atau perusuh.Karena asal muasal persoalan ini dikarenakan manajemen PT.GNI telah banyak melakukan pelanggaran normatif ketenagakerjaan.Maka dari itu,penggunaan tenaga kerja kasar asal China (Tiongkok) sebaiknya ditiadakan,cukup menggunakan tenaga ahli sebagai bentuk transfer tekhnologi,tentu saja perjanjian investasi ke Indonesia perlu ditinjau ulang,agar kejadian seperti ini tidak terulang lagi dimasa yang akan datang,dan pekerja pribumi cinta damai.

“Kita minta kepada Gubernur Sulteng untuk segera melantik atau mendefinitifkan Kepala Bidang (Kabid) Kepala Hubungan Industrial dan Pengawasan Ketenagakerjaan pada Disnaker Provinsi Sulteng,yang saat ini masih Pelaksan tugas (Plt) paska ditinggalkan oleh Alm.Joko Pranowo yang meninggal dunia beberapa bulan yang lalu,akibat kecelakaan jalan tol di Jakarta,”Tuturnya.

Sementara itu,manajemen PY.GNI dalam rilisnya menyampaikan 8 pion sebagai berikut :

1.Bahwa aksi demonstrasi yang berakhir ricuh yang terjadi pada tanggal 14 Januari 2023 lalu,berdampak bagi perusahaan dan masyarakat sekitar lokasi proyek PT.GNIA.Dimana,timbul kerugian material,imaterial hingga jatuhnya 2 (Dua) orang korban jiwa dan sejumlah orang luka-luka.

2.Korban jiwa tersebut diketahui merupakan 1 orang WNA asal Tiongkok,dan 1 orang WNI dan keduanya merupakan karyawan kontraktor PT.GNI.Kami atas nama Perusahaan menyampaikan duka cita yang mendalam kepada keluarga korban.

3.Bahwa perusahaan telah melakukan penanganan terhadap korban dan telah berkordinasi dengan pihak-pihak terkait dalam rangka mengevakuasi dan menangani korban.

4.Menimbang saat ini proses investigasi ke dalam masih berlangsung dan sedang dilakukan oleh aparat penegak hukum,perusahaan menghimbau agar masyarakat untuk tidak terprovokasi oleh oknum-oknum yang diduga ingin mengganggu ketentraman dan keamanan usaha PT GNI di Kabupaten Morut.

5.Saat ini pihak Kepolisian telah melakukan penahanan terhadap pihak-pihak yang diduga terlibat dalam aksi demonstrasi yang berakhir ricuh tersebut,dan setiap tindakan pidana akan diproses sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku.

6.Perusahaan menyampaikan apresiasi kepada pihak Kepoliasian dan TNI antara lain: Kapolri,Polda Sulteng,Polres Morowali Utara,Kodim dan Korem Sulteng,yang telah mengawal dan memberikan dukungan termasuk tambahan pengamanan di wilayah kerja PT.GNI dalam rangka menjaga keberlangsungan usaha dan keselamatan PT.GNI serta seluruh pekerjanya.

7.Perusahaan juga menyatakan,bahwa pemberitaan terkait pemukulan atau penganiyaan oleh TKA asal Tiongkok terhadap Tenaga kerja Indonesia yang viral di media,termasuk isu terkait adanya kekerasan terhadap pekerja perempuan di PT GNI,merupakan hal yang tidak benar (Hoax).Perusahaan meminta agar publik /masyarakat berhati-hati dalam mengolah informasi atau berita yang simpang siur yang berpotensi keliru.

8.Sebagai penutup,perusahaaan kembali mengajak kepada semua pihak untuk bersama-sama menjaga keberlangsungan investasi PT.GNI,yang merupakan usaha yang memberikan manfaat,bukan hanya untuk kepentingan perusahaan,namun juga untuk masyarakat sekitar dan negara.Peeusahaan berharap agar kegiatan PT.GNI serta ketentraman wilayah usaha PT. GNI di Kabupaten Morowali Utara dapat segera pulih 100% untuk dan atas nama PT.Gunbuster Nickel Industry (Direksi).

Penulis   : Herman.M

Laporan : Wahidin

 

 

 

 

Artikel ini telah dibaca 43 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Batal Diundang Di Harlah Satu Abad NU, Uu Ruzhanul: Saya Tidak Masukkan ke Hati

2 Februari 2023 - 15:56 WIB

Uu Ruzhanul : Kabupaten Bekasi Punya Potensi di Sektor Perikanan

30 Januari 2023 - 20:28 WIB

Tinjau Aquarium Indonesia Pangandaran,Uu Ruzhanul : Sangat Indah

30 Januari 2023 - 20:22 WIB

Dalam Rapat Konsolidasi yang Diperluas,PW MIO Indonesia Jawa Barat Lakukan Penggantian Sekretaris

29 Januari 2023 - 11:47 WIB

Polemik Biaya Haji Tahun 2023, Ini Pandangan Rektor UIN SGD Bandung

25 Januari 2023 - 19:01 WIB

Ketua TP-PKK Kota Palu Diah Puspita,Hadiri Sosialisasi dan Pelatihan Kota Kita Ramah Keluarga

25 Januari 2023 - 17:47 WIB

Trending di Daerah