Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    INFOTIPIKORINFOTIPIKOR
    • Beranda
    • REDAKSI
    • TNI – POLRI
    • Ragam & Olah Raga
    • Daerah
    • Sosial & Budaya
    • Nasional
    • Ekonomi & Bisnis
    • Pendidikan
    • Kriminal
    • Politik & Hukum
    • Iklan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    INFOTIPIKORINFOTIPIKOR
    Home»Daerah»Dugaan Eksploitasi Pelajar Yang Praktek Kerja Lapangan, Dilakukan Management PT Samcon
    Daerah

    Dugaan Eksploitasi Pelajar Yang Praktek Kerja Lapangan, Dilakukan Management PT Samcon

    By RedaksiMaret 22, 2022Tidak ada komentar3 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    INFOTIPIKOR.COM | PURWAKARTA – Program praktek kerja lapangan (PKL) yang biasanya dilakukan oleh pelajar Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) menjelang tamat belajar,dilakukan di Kantor Pemerintah,BUMN dan Swasta.

    Namun,bagaimana jadinya jika PKL yang dilakukan oleh para pelajar,dimanfaatkan tenaganya oleh Perusahaan tempat mereka melakukan PKL untuk kepentingan Perusahaan.Dimana,para pelajar tersebut dipekerjakan sebagaimana layaknya karyawan.

    Nana Suryana Wakil Ketua Karang Taruna Desa Campaka kepada media mengatakan,PKL yang diikuti oleh pelajar,tidak hanya diikuti oleh SMK yang ada di Purwakarta saja,namun ada juga dari Kabupaten Kuningan.

    “Sementara warga yang berstatus sebagai karyawan pada PT Samcon yang beralamat di Jalan Raya Sadang- Subang Desa Campaka,Kecamatan Campaka, Kabupaten Purwakarta banyak yang diberhentikan,kenapa para pelajar yang PKL malah dipekerjakan dengan sistem kerjanya di shift dengan upah rp.30.000 perhari,”ujar Nana Suryana,Kamis (17/03/2022)

    Lanjut,Nana Suryana mengatakan,bahwa yang namanya PKL biasanya hanya sebulan,ini kok sampai Tiga bulan,bahkan jumlah pelajar yang PKL bisa mencapai Ratusan orang.

    “Saya berharap,agar warga yang diberhentikan dipekerjakan kembali.Dengan catatan kita siap mengikuti aturan Perusahaan,”tegas Nana Mulyana.

    Baca Juga:  Tanggapi Polemik Pengadaan Ayam Petelur, Camat Paleleh Bantah Tudingan Intervensi Desa

    Sementara Yayan Sahrodi,SH Kepala Desa Campaka mengatakan,terkait dengan permasalahan ini,apapun alasannya tidak dibenarkan.

    “Saya keberatan atas banyaknya siswa yang PKL di PT.Samcon karena waktu magangnya terlalu lama,sehingga timbul kesan mengeksploitasi anak-anak untuk bekerja.Akibatnya, warga Desa Campaka sulit mendapatkan kesempatan untuk bekerja,”kata Kades Campaka.

    Selanjutnya,Ir.H.Arief Kurniawan,MM anggota komisi IV DPRD Kabupaten Purwakarta saat dimintai tanggapannya terkait dengan masalah tersebut mengatakan,bahwa Pemerintah Pusat telah mengeluarkan regulasi tentang pemagangan, yang dimaksud sesungguhnya lebih kepada memberikan peluang kepada para lulusan maupun anak-anak sekolah SMK atau D3 yang sifatnya terapan untuk belajar dan ada rumusnya.

    Dimana, ada pelatih,sertifikasinya,sehingga setelah selesai magang diharapkan ada skilnya dan ijazahnya pun lengkap dengan kriteria yang bisa dipakai di dunia luar.

    “Kalau ada anak-anak sekolah yang sedang PKL yang salah satu prosesnya dimana anak-anak bisa merasakan suasana industri bukan eksploitasi,contoh yang biasanya santai,di industri istrahat,makan, masuk dan keluar kerja semua itu dirasakan,”beber Arief.

    Baca Juga:  Forum Kades Kecamatan Paleleh Bantah Tudingan Intervensi Camat terhadap Pengelolaan Anggaran Desa

    Adapun nanti,mereka diberikan skil kemudian naik kompetensinya itu harus ada pendampingnya,karen di dalam itu resiko kecelakaan kerja tinggi,mereka perlu pelatihan-pelatihan dan pendampingan.Makanya anak-anak yang PKL tidak boleh dieksploitasi karena mereka masih belajar ingin adaptasi dengan dunia industri.

    Arif Sekretaris Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Purwakarta mengatakan,”anak-anak yang PKL tidak boleh dipekerjakan seperti karyawan pabrik pada umumnya,karena mereka masih di bawah umur dan mereka sifatnya belajar,”pungkasnya.

    Tomi Supervisor HRD PT.Samcon melalui aplikasi whatsapp,Senin 21 Maret 2022 kepada media mengatakan,apa yang dirumorkan terkait dengan siswa yang sedang PKL semua itu tidak benar,dan bisa di cek saat mereka pulang atau silahkan tanyakan ke sekolahnya masing-masing.

    “Kalau dari kami para siswa yang sedang PKL,jika mau di tarik lagi oleh sekolahnya masing-masing tidak masalah,karena ini adalah pengenalan dunia kerja dan jam kerja mereka kita batasi,”jelas Tomi.

    (Herman.M)

     

    Post Views: 360
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Redaksi
    • Website

    Berani Karena Benar Tertutup Karena Salah

    Related Posts

    Dugaan Penyimpangan Syarat Tender Proyek Bandara Ujoh Bilang Rp 6 Miliar, KAKI Desak Inspektorat Mahakam Ulu Turun Tangan

    Juli 25, 2026

    Diduga Tutup Mata, Kasat Satpol-PP Aceh Tenggara Dinilai Lamban Tanggapi Dugaan Prostitusi di Perumahan Suluk Titi Abri

    Juli 24, 2026

    Proyek Puskesmas Ulunambo Rp4,9 Miliar Terjerat Multilayer Pelanggaran: Dari KIP, Pinjam Bendera, hingga Material Substandar

    Juli 24, 2026

    Comments are closed.

    Berita Terbaru

    Sidang Lapangan Sengketa Lahan Eks HGU PT BSP Digelar, Kuasa Hukum Penggugat: Fakta Lapangan Perkuat Dalil Gugatan

    Juli 25, 2026

    Polsek Kawasan Sunda Kelapa Pastikan Keamanan dan Kenyamanan Wisatawan Menuju Kepulauan Seribu

    Juli 25, 2026

    Bhabinkamtibmas Muara Angke Sambangi RW 22, Perkuat Sinergi dan Imbau Warga Waspada Kebakaran hingga Judi Online

    Juli 25, 2026

    Perkuat Sinergi Lintas Sektor, SPN Polda Kaltim Gandeng Pemerintah, Akademisi dan OJK serta Tokoh Daerah Wujudkan Cyber Resilient Community

    Juli 25, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Beranda
    • REDAKSI
    • TNI – POLRI
    • Ragam & Olah Raga
    • Daerah
    • Sosial & Budaya
    • Nasional
    • Ekonomi & Bisnis
    • Pendidikan
    • Kriminal
    • Politik & Hukum
    • Iklan
    © 2026 ThemeSphere. Designed by ThemeSphere.

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.