Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    INFOTIPIKORINFOTIPIKOR
    • Beranda
    • REDAKSI
    • TNI – POLRI
    • Ragam & Olah Raga
    • Daerah
    • Sosial & Budaya
    • Nasional
    • Ekonomi & Bisnis
    • Pendidikan
    • Kriminal
    • Politik & Hukum
    • Iklan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    INFOTIPIKORINFOTIPIKOR
    Home»TNI - POLRI»Tiga Pelaku Penyekapan Penjaga Ruko Minta Tebusan, Mengaku Polisi Ditangkap Satreskrim Polres Majalengka
    TNI - POLRI

    Tiga Pelaku Penyekapan Penjaga Ruko Minta Tebusan, Mengaku Polisi Ditangkap Satreskrim Polres Majalengka

    By RedaksiSeptember 16, 2021Updated:September 16, 2021Tidak ada komentar3 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    INFOTIPIKOR.COM | MAJALENGKA – Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Majalengka, berhasil menangkap tiga pelaku penyekapan yang disertai pencurian dengan kekerasan dan pemerasan terhadap seorang penjaga ruko asal Kabupaten Majalengka, Jawa Barat.

    Ketiga pelaku tersebut, diketahui masing masing berinisial ES (28), AS (26) dan P (28). Ketiga tersangka yang merupakan warga Kecamatan Cikijing, Majalengka itu, ditangkap tim Buser tanpa perlawanan di dua lokasi yang berbeda.

    Kapolres Majalengka, AKBP Edwin Affandi, didampingi Kasat Reskrim, AKP Siswo DC Tarigan mengatakan, penyanderaan itu bermula sekitar awal Agustus 2021, pukul 20.00 WIB.

    Ketiga tersangka yang mengaku sebagai anggota Kepolisian Subang tersebut, mendatangi sebuah ruko yang berada di Desa Padahanten, Kecamatan Sukahaji, Kabupaten Majalengka.

    Mereka langsung membentak seorang penjaga ruko, dan memborgol kedua tangan korban sambil memaksa untuk masuk kedalam mobil, yang nantinya akan dibawa ke kantor untuk dilakukan pemeriksaan.

    “Modus yang dilakukan para tersangka ini, berdalih kepada korban bahwa, ada orang tewas overdosis, karena barang yang dijual di ruko tersebut,” ungkap Edwin saat konferensi pers, Kamis (16/09/2021).

    Baca Juga:  Pemkab Sleman Tuntaskan Penegasan Batas 86 Kalurahan, DIY Berpeluang Jadi Provinsi Pertama di Indonesia dengan Batas Wilayah 100% Jelas

    Menurut Edwin, saat itu, korban sempat menolak masuk ke dalam mobil. Namun, korban ketakutan lantaran dari salah satu pelaku berpura pura memegang pistol yang disimpan di pinggangnya. Tersangka juga merampas handphone dan tas korban yang berisi uang Rp 3 juta hasil penjualan di ruko tersebut.

    Saat di dalam mobil, kedua mata korban juga ditutup lakban. Kemudian, di dalam perjalanan para pelaku meminta uang tebusan sebesar Rp 1,5 juta kepada bos korban, dan diminta untuk di transfer ke nomor rekening penjaga ruko tersebut,” Katanya.

    “Setelah disetujui oleh majikan korban, kemudian para pelaku mengambil dompet korban dan meminta untuk menyebutkan PIN ATM, sambil mengancam menggunakan pistol dan senjata tajam,” Ujarnya.

    Selanjutnya, setelah para tersangka berhasil menggasak semua uang yang ada di ATM milik korban, penjaga ruko itu pun langsung diturunkan sekitar pukul 00.00 WIB di Daerah Jamblang, Kabupaten Cirebon.

    Baca Juga:  Menyamar Petugas PLN, Dua Pria Diamankan Polres Sigi Usai Curi Kabel Jaringan Listrik di Dolo

    Korban yang saat itu posisi kedua mata dan kedua tangannya masih terikat lakban. Korban pun berusaha melepaskan diri, kemudian korban meminta pertolongan ke Pondok Pesantren terdekat.

    “Setelah mendapat laporan, kami langsung melakukan olah TKP dan memeriksa sejumlah saksi. Dari hasil penyelidikan, ketiga tersangka berhasil kami bekuk di lokasi yang berbeda, pada Selasa 14 September 2021,” Imbuhnya.

    “Dua pelaku kita amankan di sebuah rumah kontrakan di wilayah Kecamatan Majalengka, dan satu tersangka lainnya ditangkap di rumahnya di wilayah Kecamatan Cikijing,” Ucap Edwin menambahkan.

    “Akibat kejadian tersebut, korban mengalami kerugian materil sekitar Rp 9.3 juta. Saat ini, para tersangka berikut sejumlah barang bukti sudah diamankan di Mapolres Majalengka.

    Sedangkan, para tersangka yang merupakan residivis tersebut akan kami jerat pasal 365 KUHPidana, dengan ancaman maksimal 12 tahun penjara,” Tandasnya.

    (Redaksi)

    Views: 224
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Redaksi
    • Website

    Berani Karena Benar Tertutup Karena Salah

    Related Posts

    Menyamar Petugas PLN, Dua Pria Diamankan Polres Sigi Usai Curi Kabel Jaringan Listrik di Dolo

    Oktober 14, 2026

    Polres Purwakarta Gagalkan Peredaran Sabu 19,94 Gram, Satu Pelaku Diamankan dalam Operasi Antik Lodaya 2026

    Oktober 12, 2026

    Pemkab Sleman Tuntaskan Penegasan Batas 86 Kalurahan, DIY Berpeluang Jadi Provinsi Pertama di Indonesia dengan Batas Wilayah 100% Jelas

    Oktober 12, 2026

    Comments are closed.

    Berita Terbaru

    Nikah Hemat di KUA Campaka Purwakarta: Gratis, Dapat Bingkisan, Tapi Peminat Masih Minim

    Oktober 16, 2026

    Sat Intelkam Polres Agara Gagalkan Peredaran Sabu di Tanoh Alas, LAN Aceh Tenggara Desak Usut Tuntas Hingga ke Bandar

    Oktober 16, 2026

    Dugaan Pelanggaran Administrasi Tender Olahraga di Kabupaten Banjar: SBU Pemenang Terbit Setelah Batas Upload Dokumen

    Oktober 15, 2026

    Dugaan NIB Pemenang Tender Jalan Rp 59 Miliar di Malut Tidak Sesuai, Aktivis Desak LKPP Turun Tangan

    Oktober 15, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Beranda
    • REDAKSI
    • TNI – POLRI
    • Ragam & Olah Raga
    • Daerah
    • Sosial & Budaya
    • Nasional
    • Ekonomi & Bisnis
    • Pendidikan
    • Kriminal
    • Politik & Hukum
    • Iklan
    © 2026 ThemeSphere. Designed by ThemeSphere.

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.