Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    INFOTIPIKORINFOTIPIKOR
    • Beranda
    • REDAKSI
    • TNI – POLRI
    • Ragam & Olah Raga
    • Daerah
    • Sosial & Budaya
    • Nasional
    • Ekonomi & Bisnis
    • Pendidikan
    • Kriminal
    • Politik & Hukum
    • Iklan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    INFOTIPIKORINFOTIPIKOR
    Home»Sosial & Budaya»Bupati Purwakarta Tinjau Lokasi Bencana Pergerakan Tanah di Tegalwaru
    Sosial & Budaya

    Bupati Purwakarta Tinjau Lokasi Bencana Pergerakan Tanah di Tegalwaru

    By RedaksiFebruari 9, 2021Tidak ada komentar3 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    INFOTIPIKOR.COM | PURWAKARTA – Intensitas hujan yang turun di beberapa daerah, mulai menunjukan peningkatan sejak beberapa hari terakhir mengakibatkan bencana alam musiman. Seperti yang terjadi di Kabupaten Purwakarta, curah hujan yang tinggi akhir-akhir ini mengakibatkan banjir dan pergerakan tanah.

    Bupati Purwakarta, Anne Ratna Mustika menuturkan, dari data yang diterima jajarannya hingga kini dilaporkan ada 7 bencana alam yang terjadi di wilayahnya. Masing-masing, bencana longsor, pergeseran tanah dan genangan air.

    “Untuk longsor, terjadi di wilayah Kecamatan Bojong, Wanayasa dan Campaka. Untuk genangan air, itu di wilayah kota. Dan yang pergeseran tahan, itu di Kampung Cirangkong, Desa Pasanggrahan, Kecamatan Tegalwaru,” ujar Anne saat meninjau langsung lokasi pergeseran tanah di Tegalwaru, Selasa (09/02/2021).

    Ihwal pergerakan tanah di Tegalwaru, Anne menjelaskan, dari data yang diterimanya itu mengakibatkan sedikitnya 11 rumah hancur, 48 rumah rusak berat, serta 12 rumah yang rusak ringan. Tak hanya itu, akibat pergeseran tanah ini, jalan desa di wilayah itu juga mengalami retak. Meski begitu, jalur tersebut masih bisa dilalui.

    Anne menjelaskan, pergerakan tanah di desa tersebut memang kerap terjadi disaat pergantian musim seperti sekarang ini. Terlebih, wilayah tersebut berada di daerah perbukitan yang kontur tanahnya jenis lempung. Sehingga, saat diguyur hujan, tanah tersebut menjadi medan luncur. “Wilayah ini, memang menjadi salah satu yang kami awasi. Di 2019 dan 2020 lalu, juga sempat terjadi. Untuk 2021 ini, terjadi diakhir pekan kemarin,” jelas dia.

    Baca Juga:  Rawat Tradisi Leluhur, Pagelaran Wayang Golek Siap Digelar di Desa Balida

    Sebenaranya, menurut Anne, di Pemkab telah mendapatkan rekomendasi assessment dari Badan Geologi tentang terjadinya pergeseran tanah. Dari hasil kajian, pergeseran tanah ini diakibatkan beberapa hal. Diantaranya, terjadinya alih fungsi tanah yang dulunya hutan dengan tanaman keras, sekarang menjadi menjadi kebun. Untuk itu, lanjut dia, pihaknya akan kembali mengajak masyarakat untuk menggalakan penanaman pohon keras di lokasi tersebut.

    “Hasil dari laporan Badan Geologi, salah satu penyebab longsor, itu karena adanya aktivitas penambangan batu. Saya berharap, semua pihak termasuk masyarakat bersama-sama untuk bisa menjaga lingkungan,” jelas dia.

    Terkait bantuan untuk korban bencana alam, khususnya mereka yang tertimpa pergerakan tanah, untuk jangka pendeknya berupa bantuan penyediaan bahan pokok. Termasuk, menyediakan posko pengungsian sementara.

    “Untuk jangka panjangnya, kami juga akan menyiapkan anggaran untuk relokasi. Supaya, warga yang selama ini terdampak tak lagi bermukim di kampung tersebut. Karena, sesuai kajian mereka harus direlokasi ke tempat yang lebih aman,” tambah dia.

    Anne mengingatkan, di Purwakarta memang ada beberapa wilayah yang rawan bencana alam saat musim hujan. Longsor atau pergerakan tanah menjadi bencana alam yang paling diwaspadai. Pihaknya pun telah memetakkan wilayah yang rawan pergerakan tanah ini. Di wilayahnya sendiri, terdapat tiga jenis zona gerakan tanah. Yakni, Zona hijau (kerentanan gerakan tanah rendah), Zona Kuning (kerentanan gerakan tanah sedang), serta Zona Mereh (kerentanan gerakan tanah tinggi).

    Baca Juga:  Aksi Solidaritas Ketua DPRD Bantu Pembangunan Masjid di Desa Ngune

    “Dari semua wilayah ini, yang diwaspadai adalah zona merah dan kuning. Untuk wilayah zona merah, tersebar di beberapa desa. Desa-desa ini, terdapat di 12 dari 17 kecamatan yang ada,” jelas dia.

    Adapun 12 kecamatan yang dimaksud, sambung dia, antara lain Kecamatan Cibatu, Darangdan, Jatiluhur, Kiarapedes, Wanayasa, Pondoksalam, Pasawahan, Sukasari, Sukatani, Maniis, Tegalwaru, Plered dan Kecamatan Purwakarta kota.

    Sedangkan untuk wilayah yang zona kuning atau kerentanan gerakan tanah sedang, itu berada di dua kecamatan. Yakni, Babakan Cikao dan Bojong. Kemudian, yang kategori sedang-rendah, itu di Kecamatan Campaka dan Bungursari. “Jika melihat peta, seluruh wilayah memang berpotensi longsor. Untuk wilayah rawan longsor ini kebanyakan berada di daerah perbukitan,” tambah dia.

    Anne menambahkan, sejauh ini pihaknya telah menguatkan komunikasi dengan seluruh pihak terkait sebagai langkah antisipasi guna meminimalisasi dampak yang timbul dari bencana alam di pergantian musim ini. Termasuk, menyiagakan posko dan pasukan gabungan yang terdiri dari unsur TNI/Polri, BPBD, Tagana, serta relawan dari forum relawan penanggulangan bencana dan Pramuka. (Red)

    Post Views: 107
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Redaksi
    • Website

    Berani Karena Benar Tertutup Karena Salah

    Related Posts

    Aksi Solidaritas Ketua DPRD Bantu Pembangunan Masjid di Desa Ngune

    Desember 9, 2025

    Rawat Tradisi Leluhur, Pagelaran Wayang Golek Siap Digelar di Desa Balida

    Desember 7, 2025

    BRI KC Jakarta Warung Buncit Berbagi Kebahagiaan di Yayasan Harapan Robbani

    November 26, 2025

    Comments are closed.

    Berita Terbaru

    Peringati Hari Jadi Reserse Polri, Sat Res Narkoba Polres Purwakarta Wujudkan Polri yang Humanis Melalui Baksos

    Desember 9, 2025

    Peringati Hakordia 2025, Kajati Jabar Umumkan Capaian Kinerja dan Gelar Upacara serta Kuliah Umum di Universitas Pasundan

    Desember 9, 2025

    Tiga Dinas Paparkan Capaian Infrastruktur Sleman 2025: Jalan Makin Halus, Penerangan Makin Terang, Keuangan Tertib

    Desember 9, 2025

    Simulasi Tanggap Darurat Bencana Digelar di Mapolda DIY, Perkuat Kesiapsiagaan dan Sinergi Lintas Instansi

    Desember 9, 2025
    Kategori
    • Advetorial
    • Daerah
    • Ekonomi & Bisnis
    • Entertainment
    • Film
    • Iklan
    • Internasional
    • Kesehatan
    • Kriminal
    • Musik
    • Nasional
    • Pariwisata
    • Pendidikan
    • Politik & Hukum
    • Ragam & Olah Raga
    • Religi
    • Sosial & Budaya
    • TNI – POLRI
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Beranda
    • REDAKSI
    • TNI – POLRI
    • Ragam & Olah Raga
    • Daerah
    • Sosial & Budaya
    • Nasional
    • Ekonomi & Bisnis
    • Pendidikan
    • Kriminal
    • Politik & Hukum
    • Iklan
    © 2025 ThemeSphere. Designed by ThemeSphere.

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.