Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    INFOTIPIKORINFOTIPIKOR
    • Beranda
    • REDAKSI
    • TNI – POLRI
    • Ragam & Olah Raga
    • Daerah
    • Sosial & Budaya
    • Nasional
    • Ekonomi & Bisnis
    • Pendidikan
    • Kriminal
    • Politik & Hukum
    • Iklan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    INFOTIPIKORINFOTIPIKOR
    Home»Ragam & Olah Raga»Pemerintah Diminta Turun Tangan,DPD Soroti Nasib Pekerja di Morowali
    Ragam & Olah Raga

    Pemerintah Diminta Turun Tangan,DPD Soroti Nasib Pekerja di Morowali

    By RedaksiAgustus 22, 2020Updated:Agustus 22, 2020Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    infotipikor.com,JAKARTA – Dilansir dari sindonews.com. Pemerintah pusat dan Pemerintah Kabupaten Morowali diminta untuk menangani konflik antara pekerja dan perusahaan di PT Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP) di Morowali, Sulawesi Tengah.

    Seperti diketahui, para pekerja di perusahaan tambang nikel itu melakukan aksi demo. Mereka menuntut agar pekerja yang dirumahkan dan terkena
    pemutusan hubungan kerja agar dipekerjakan kembali.

    “Saya meminta pemerintah, baik Pemerintah Kabupaten Morowali dan pemerintah pusat untuk segera turun memfasilitasi atau memediasi persoalan yang terjadi di perusahaan tambang nikel ini, bisa saja banyak persoalan yang perlu diselesaikan,” tutur Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Abdul Rachman Thaha dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (22/8/2020).

    Abdul Rachman juga meminta PT IMIP tidak memberhentikan paksa pegawai secara sepihak. Indonesia adalah negara hukum. Langkah-langkah yang ditempuh harus sesuai aturan.

    “Jangan korbankan warga kami, lakukan penindakan sesuai prosedur. Jika PT IMIP hanya beralasan karena situasi Covid-19, kami juga paham dengan keadaan sekarang, tapi kan sampai sekarang saya belum mendengar jika ada yang terpapar di lingkungan PT IMIP. Jangan karena alasan virus Covid-19, PT IMIP ini melakukan sesuatu yang dapat merugikan tenaga kerja/buruh yang dikorbankan,” kata Abdul Rachman.

    Lebih lanjut,dia juga meminta agar tidak ada diskriminasi antara tenaga kerja asing (TKA) dan tenaga kerja Indonesia (TKI). Jangan jadikan masyarakat setempat hanya menjadi penonton. “Jangan mengambil hasil alam kami begitu saja, sementara warga saya tidak mendapatkan hak-haknya yang sesuai dengan harapan kami,” tandasnya.

    Abdul Rachman mengaku sangat prihatin terhadap apa yang terjadi di PT IMIP. Dia juga berencana untuk meminta Komisi IX DPR ikut turun tangan menangani permasalahan ini.

    “Sulteng ini merupakan daerah pemilihan saya, saya akan mengawal daerah dan rakyat saya,” katanya.
    (*)

    Post Views: 261
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Redaksi
    • Website

    Berani Karena Benar Tertutup Karena Salah

    Related Posts

    Pelantikkan dan Pengukuhan PPII DPD Jabar Periode 2026-2030

    April 5, 2026

    IMI dan KONI Buol Matangkan Persiapan Kejurnas Motocross dan Grasstrack serta Porprov 2026 di Morowali

    Maret 8, 2026

    Kang Edwin Senjaya: Olahraga Catur Tingkatkan Kemampuan Kognitif dan Bangun Karakter

    Maret 4, 2026

    Comments are closed.

    Berita Terbaru

    Komisi II Minta Pemkot Genjot Peningkatan PAD Kota Bandung Lewat Penggunaan Tapping Boxx

    April 19, 2026

    Pemkot Bandung Sepakat Kembangkan PSEL Sarimukti

    April 18, 2026

    Muscab PKB Indramayu 2026, Amroni Optimis Raih Kemenangan Mutlak di Pemilu

    April 18, 2026

    Pelantikan Pengurus DPC Partai NasDem se-Kabupaten Sumedang Digelar di Jatinangor

    April 18, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Beranda
    • REDAKSI
    • TNI – POLRI
    • Ragam & Olah Raga
    • Daerah
    • Sosial & Budaya
    • Nasional
    • Ekonomi & Bisnis
    • Pendidikan
    • Kriminal
    • Politik & Hukum
    • Iklan
    © 2026 ThemeSphere. Designed by ThemeSphere.

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.