BUOL – Waktu persiapan menuju Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) X Sulawesi Tengah 2026 di Kabupaten Morowali semakin kritis. Komite Nasional Olahraga Indonesia (KONI) Kabupaten Buol kini memfokuskan seluruh sumber daya untuk memastikan kesiapan atlet berbanding lurus dengan dukungan anggaran yang disiapkan.
Hal ini menjadi agenda utama dalam rapat koordinasi yang dipimpin langsung oleh Ketua Umum KONI Buol, H. Risharyudi Triwibowo, bersama jajaran pengurus inti di Ruang Rapat Kantor Bupati Buol, Jumat (6/11/2026) lalu.
Dalam rapat tersebut, KONI Buol membahas pemantapan kontingen, khususnya terkait pengelolaan anggaran sebesar Rp 2 miliar. Dana ini dialokasikan untuk mendukung kebutuhan teknis, pelatihan, dan kesejahteraan atlet serta pelatih dari 21 cabang olahraga (cabor) yang diproyeksikan menjadi lumbung medali bagi Kabupaten Buol.
Prioritas Alokasi dan Efisiensi
Tantangan utama dalam rapat tersebut adalah bagaimana membagi alokasi anggaran secara proporsional. KONI Buol menekankan bahwa setiap pengeluaran harus berbasis prioritas. Dukungan teknis dan kebutuhan atlet harus terpenuhi tanpa mengabaikan cabang olahraga yang memiliki peluang besar menyumbang emas, namun tetap memberikan keadilan bagi seluruh cabor yang berlaga.
Selain aspek finansial, evaluasi pelaksanaan *Training Center* (TC) menjadi sorotan tajam. Program pemusatan latihan dijadwalkan berakhir pada 22 November 2026. Artinya, kontingen hanya memiliki waktu sangat singkat sebelum memasuki arena pertandingan di Morowali pada Desember mendatang.
Ketua KONI Buol, H. Risharyudi Triwibowo, menegaskan bahwa sinergi antara anggaran dan performa adalah kunci.
“Pematangan anggaran dan pelaksanaan TC menjadi dua faktor penting yang harus berjalan beriringan. Besarnya dukungan anggaran yang telah kita siapkan harus berbanding lurus dengan kesiapan mental, fisik, dan performa atlet di lapangan nanti,” ujar Risharyudi di sela-sela rapat.
Manajemen Solid Menuju Morowali
Rapat koordinasi ini turut dihadiri oleh jajaran pimpinan KONI Buol, antara lain Wakil Ketua Umum Ishak Sy Latama, Sekretaris Umum Dwiyati Fahrini, Bendahara Umum Dian, serta Auditor Internal Sakriaty. Kehadiran para kepala bidang terkait juga memastikan bahwa pengawasan penggunaan anggaran berjalan transparan dan akuntabel.
KONI Buol menyadari bahwa Porprov X Sulteng bukan sekadar ajang kompetisi, melainkan momentum pembuktian kualitas pembinaan olahraga daerah. Manajemen organisasi dituntut solid dalam mengoordinasikan segala kebutuhan, mulai dari fase latihan akhir hingga teknis pertandingan.
“Target kita bukan hanya sekadar berangkat ke Morowali. Tantangan sesungguhnya adalah memastikan para atlet tampil kompetitif dan mampu memperjuangkan medali untuk mengharumkan nama Kabupaten Buol,” pungkas Risharyudi.
Dengan sisa waktu yang terbatas menjelang penutupan TC, KONI Buol optimis dapat memaksimalkan setiap detik latihan untuk mencapai target perolehan medali yang telah ditentukan. (Moh Fharsi)

