PURWAKARTA – Pemerintah Desa (Pemdes) Cimahi kembali menggelar pengajian rutin bulanan sebagai upaya strategis dalam memperkuat ketahanan mental dan spiritual aparatur desa serta masyarakat.
Kegiatan kali ini menghadirkan tokoh ulama kharismatik, Abuya Hasan Asy’ari, Pimpinan Pondok Pesantren Al-Haromain Cirangin, yang menyampaikan tausyiah bertema kesadaran diri (self-awareness) dan tawakal kepada Allah SWT.
Kepala Desa Cimahi, Asep Saepul Bahrie, menegaskan bahwa pengajian ini bukan sekadar ritual keagamaan biasa, melainkan sarana penting untuk perbaikan karakter (self-improvement). Ia berharap kegiatan ini dapat menjadi fondasi moral bagi seluruh aparatur pemerintahan desa maupun warga dalam menjalankan tugas dan kewajiban sehari-hari.
“Pengajian rutin ini kami harapkan dapat menjadi momentum perbaikan diri, sekaligus mengingatkan kita semua akan kewajiban untuk mengajak kebaikan (amar ma’ruf nahi munkar), terutama bagi aparatur pemerintahan,” ujar Asep Saepul Bahrie.

“Pengecas Hati” di Tengah Padatnya Pelayanan Publik
Kades Asep menambahkan bahwa intensitas aktivitas pelayanan publik sering kali menguras energi fisik dan mental aparatur desa. Oleh karena itu, kehadiran dalam majelis ilmu berfungsi sebagai “pengecas hati” agar para pejabat dan staf tetap berada dalam rel kebaikan sesuai syariat agama.
“Dengan hati yang tenang dan tawakal, diharapkan kualitas pelayanan kepada masyarakat juga semakin meningkat dan berkah,” tambahnya.
Tausyiah Abuya Hasan Asy’ari yang menyentuh hati disimak dengan penuh khidmat oleh ratusan jamaah, termasuk jajaran perangkat desa, anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD), dan tokoh masyarakat. Materi tentang kesabaran, kejujuran, dan ketergantungan hanya kepada Sang Pencipta dinilai sangat relevan dengan tantangan zaman saat ini, di mana godaan duniawi kerap menguji integritas seseorang.
Membangun Desa yang Kuat Secara Spiritual
Melalui program pengajian rutin ini, Pemdes Cimahi berkomitmen untuk terus membangun ekosistem desa yang tidak hanya maju secara infrastruktur, tetapi juga kuat secara spiritual dan akhlak mulia. Sinergi antara pembangunan fisik dan penguatan moral diharapkan dapat menciptakan lingkungan desa yang harmonis, aman, dan sejahtera. (Agus Supriadi)

