PALU – Menjelang penyelenggaraan Musyawarah Provinsi (Musprov) Asosiasi Provinsi (Asprov) PSSI Sulawesi Tengah yang tinggal menghitung hari, dinamika politik sepak bola di daerah ini semakin memanas. Munculnya wacana dan suara-suara yang mendesak bakal calon ketua, H. Anwar Hafid, untuk mundur dari pencalonan mendapat tanggapan keras dari tokoh masyarakat dan pecinta sepak bola, Idrus Hadaddo.
Idrus Hadaddo, yang juga merupakan Ketua Yayasan Miano Morowali, menilai upaya untuk menyuruh mundur salah satu bakal calon ketua adalah tindakan yang “tidak elok” dan bertentangan dengan prinsip demokrasi.
Pelanggaran Etika Demokrasi
Dalam pernyataannya, Idrus menegaskan bahwa tidak boleh ada larangan atau polarisasi negatif yang memaksa seorang kandidat untuk mengundurkan diri. Menurutnya, hal tersebut tidak etis dan tidak demokratis karena hak menentukan pemimpin sepenuhnya berada di tangan anggota penuh Asprov PSSI, yaitu perwakilan dari kabupaten/kota serta para pengurus klub sepak bola.
“Suara merekalah yang menentukan. Apalagi, jauh sebelum masa pencalonan ini, para pengurus klub sepak bola telah secara tertulis menyatakan dukungan mereka kepada Pak Anwar Hafid,” ujar Idrus.
Ia menekankan bahwa proses demokrasi dalam tubuh organisasi sepak bola harus dihormati, di mana setiap kandidat memiliki hak yang sama untuk bersaing secara sehat hingga pemungutan suara dilakukan dalam Musprov.
Anwar Hafid: Sosok yang Dinanti Publik Sepak Bola Sulteng
Idrus juga menyoroti popularitas dan kapabilitas H. Anwar Hafid di mata publik sepak bola Sulawesi Tengah. Menurut pandangannya, sosok mantan Bupati Morowali ini sangat dinantikan untuk memimpin PSSI Provinsi Sulteng.
Ada beberapa pertimbangan kuat mengapa Anwar Hafid dinilai layak dan tepat menjadi pemimpin olahraga paling populer di bumi Tadulako ini:
1. Pengalaman Manajemen Turnamen: Saat menjabat sebagai Bupati Morowali, Anwar Hafid dikenal aktif dan berpengalaman dalam menyelenggarakan berbagai turnamen sepak bola, yang menunjukkan komitmen nyata terhadap pengembangan olahraga.
2. Kecintaan pada Sepak Bola: Anwar Hafid dikenal sebagai seorang “maniak” sepak bola, sehingga diharapkan dapat memahami kebutuhan dan aspirasi para pelaku sepak bola dari akar rumput hingga tingkat profesional.
3. Dukungan Basis Kuat: Dukungan tertulis dari berbagai klub sepak bola di wilayahnya menjadi indikator kuat kepercayaan basis terhadap kepemimpinan Anwar Hafid.
Menunggu Musprov dengan Dinamika Terbuka
Dengan semakin hangatnya dinamika menuju Musprov Asprov PSSI Sulteng, Idrus Hadaddo berharap seluruh pihak dapat menjaga suasana kondusif. Ia mengajak semua elemen sepak bola di Sulawesi Tengah untuk menghormati proses demokrasi yang sedang berjalan dan menunggu hasil keputusan Musprov sebagai bentuk kedewasaan berorganisasi.
“Pemilihan ketua haruslah bersih, adil, dan mencerminkan suara mayoritas anggota, bukan hasil tekanan atau rekayasa dari pihak tertentu,” tutup Idrus. (Redaksi)

