BANDUNG – Dr. H. Edwin Senjaya, S.E., M.M., menghadiri kegiatan Perpisahan dan Penyerahan Ijazah Pendidikan Kesetaraan Paket A, B, dan C bagi warga belajar SKB UPT Kota Bandung Rombel Kecamatan Bandung Kidul Tahun Ajaran 2025/2026. Acara yang berlangsung pada Senin (3/8/2026) ini menjadi momen apresiasi atas keberhasilan para peserta dalam menyelesaikan pendidikan nonformal sekaligus pengingat pentingnya meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui pendidikan.
Dalam sambutannya, Edwin Senjaya mengapresiasi respons positif masyarakat terhadap Program Pendidikan Kesetaraan yang mulai digulirkan sejak Agustus 2025. Menurutnya, program ini merupakan ikhtiar bersama untuk memenuhi hak konstitusional warga negara atas pendidikan, mengingat masih banyak masyarakat yang belum memiliki ijazah formal.
“Tidak ada kata terlambat untuk belajar, karena pendidikan merupakan bekal penting dalam meningkatkan kualitas hidup. Semangat belajar tidak mengenal usia. Jangan pernah merasa malu untuk menuntut ilmu. Justru teruslah belajar agar ilmu yang dimiliki memberikan manfaat bagi diri sendiri, keluarga, dan masyarakat,” ujar Edwin.
Angkatan Perdana Catat Tingkat Kelulusan Tinggi
Pada angkatan perdana ini, tercatat sebanyak 120 warga mengikuti program tersebut. Dari jumlah tersebut, 112 peserta dinyatakan lulus dengan rincian:
* Paket C (Setara SMA): 75 peserta
* Paket B (Setara SMP): 29 peserta
* Paket A (Setara SD): 8 peserta
Sementara itu, peserta yang belum menerima ijazah bukan karena tidak lulus ujian, melainkan masih terkendala administrasi seperti penyesuaian data identitas. Edwin menegaskan bahwa setelah administrasi diselesaikan, ijazah dapat segera diterbitkan tanpa perlu mengulang proses pembelajaran.
Pendidikan sebagai Amanat Konstitusi
Edwin juga menekankan bahwa pendidikan adalah amanat konstitusi sebagaimana tercantum dalam Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945. Oleh karena itu, pemerintah memiliki tanggung jawab moral dan hukum untuk memastikan setiap warga negara memperoleh akses pendidikan yang layak, terlepas dari latar belakang atau usia mereka.
Ia mengajak para lulusan untuk tidak berhenti belajar meski telah menyelesaikan pendidikan kesetaraan. Proses penambahan ilmu pengetahuan, menurutnya, dapat dilakukan melalui berbagai jalur, baik formal, nonformal, maupun melalui kebiasaan membaca dan belajar mandiri.
“Semoga Program Pendidikan Kesetaraan ini dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan dengan jangkauan peserta yang semakin luas setiap tahunnya, sehingga semakin banyak masyarakat yang memperoleh kesempatan untuk menyelesaikan pendidikan dan meningkatkan taraf hidupnya,” harap Edwin.
Acara ditutup dengan penyerahan ijazah secara simbolis kepada perwakilan lulusan serta penyerahan seragam kepada peserta baru sebagai bagian dari rangkaian kegiatan. (Indra Jaya)

