PURWAKARTA – Kepala Desa (Kades) Cimahi, Kecamatan Campaka, Asep Saepul Bahrie, memberikan penekanan khusus kepada seluruh aparatur pemerintahan desa mengenai keikutsertaan dalam program pengajian rutin setiap malam Rabu. Ia menegaskan bahwa kehadiran dalam kegiatan keagamaan ini merupakan bentuk komitmen dan kewajiban moral seorang abdi masyarakat, bukan sekadar formalitas atau beban tugas.
Dalam arahannya, Kades Asep menyatakan bahwa pengajian rutin malam Rabu telah menjadi bagian integral dari program kerja pemerintah desa untuk meningkatkan keimanan dan ketaqwaan. Oleh karena itu, seluruh perangkat desa diharapkan hadir secara konsisten setiap minggu tanpa terkecuali.
“Bukan hanya saat adanya rapat minggon atau pembagian insentif saja pengajian ini dihadiri semuanya. Tapi setiap malam Rabu harus dijadikan kewajiban sebagai aparatur pemerintahan desa untuk memberikan contoh,” tegas Asep Saepul Bahrie.

Pernyataan tersebut dilontarkan untuk mengubah pola pikir sebagian aparatur yang mungkin masih menganggap kegiatan keagamaan sebagai beban tambahan di luar tugas administratif. Menurut Kades Asep, keteladanan adalah kunci utama dalam kepemimpinan di tingkat desa. Jika aparatur desa rajin beribadah dan mengikuti kajian ilmu agama, maka warga masyarakat akan lebih mudah diajak untuk berpartisipasi dalam kegiatan serupa.
“Kita jangan sampai menjadikan ini beban. Justru ini adalah kesempatan kita untuk menyegarkan hati dan pikiran setelah seminggu bekerja. Dengan ikut serta, kita juga berharap bisa mengajak warga untuk turut hadir dalam pengajian rutin ini,” tambahnya.
Langkah tegas Kades Cimahi ini mendapat respons positif dari berbagai kalangan. Warga menilai bahwa pemimpin yang dekat dengan nilai-nilai spiritual cenderung lebih bijaksana dan amanah dalam menjalankan roda pemerintahan. Melalui konsistensi aparatur desa dalam menghadiri pengajian malam Rabu, Desa Cimahi berharap dapat membangun budaya religius yang kuat dan harmonis di tengah masyarakat. (Agus)

