BANDUNG – Perum BULOG Kantor Wilayah Jawa Barat bergerak cepat mengantisipasi dampak musim kemarau terhadap stabilitas harga pangan. Langkah taktis dilakukan melalui percepatan penyaluran beras Program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) serta pendistribusian bantuan pangan secara masif di seluruh wilayah Jawa Barat.
Berdasarkan data per 18 Juni 2026 pukul 23.59 WIB, BULOG Jabar telah menggelontorkan sebanyak 39.177 ton beras SPHP. Angka ini melampaui target periode Maret hingga 18 Juni 2026, dengan capaian realisasi mencapai 106,93%.
Pemimpin Wilayah Perum BULOG Kanwil Jawa Barat, Nurman Susilo, menjelaskan bahwa melalui program SPHP, BULOG berkomitmen menjaga agar harga beras medium di pasaran tidak melebihi Harga Eceran Tertinggi (HET) Rp13.500 per kg.
“Saat ini, BULOG menetapkan harga beras SPHP dari gudang sebesar Rp11.000 per kg. Dengan margin tersebut, pedagang dapat menjualnya ke konsumen akhir dengan harga maksimal Rp12.500 per kg, sehingga tetap terjangkau bagi masyarakat,” ujar Nurman.
Penyaluran Bantuan Pangan dan Minyakita
Selain stabilisasi harga, ketahanan pangan masyarakat juga diperkuat melalui program Bantuan Pangan. Hingga saat ini, BULOG Jabar telah menyalurkan bantuan kepada 6.093.530 Penerima Bantuan Pangan (PBP) untuk dua alokasi. Setiap penerima mendapatkan komoditas berupa 20 kg beras dan 4 liter minyak goreng.
Nurman menambahkan, penyaluran bantuan pangan pada periode Februari-Maret menunjukkan performa positif. BULOG Jabar telah mendistribusikan 99,2 ribu ton beras medium serta 19,8 juta liter minyak goreng, atau mencapai realisasi 81,47%. Pasokan ini diproyeksikan mampu mengamankan konsumsi rumah tangga penerima hingga 1-2 bulan ke depan, sekaligus meredam lonjakan permintaan di pasar umum.
Untuk memperluas penetrasi pasar komoditas minyak goreng, BULOG juga gencar menyalurkan Minyakita ke pasar rakyat dan pasar pencatatan SP2KP. Realisasi distribusi Minyakita sejak 1 Januari hingga 18 Juni 2026 telah mencapai 2,5 juta liter.
Menjaga Daya Beli dan Tekan Inflasi
Rangkaian program ini diharapkan menjadi bantalan ekonomi yang kuat dalam menjaga daya beli warga sekaligus menekan laju inflasi pangan di Jawa Barat.
“Tentu program-program pemerintah yang dilaksanakan diharapkan mampu menjaga ketersediaan pasokan dan stabilitas harga beras serta minyak goreng. Hal ini penting untuk menjaga daya beli masyarakat agar inflasi tetap terkendali di seluruh wilayah Indonesia,” tutup Nurman. (Indra Jaya)

