BUOL – Antusiasme warga Kabupaten Buol membludak sejak pagi saat Pemerintah Kabupaten Buol menggelar Operasi Pasar Murah di kawasan Car Free Day (CFD), Minggu (24/5/2026). Kegiatan ini menjadi langkah konkret pengendalian inflasi sekaligus upaya menjaga daya beli masyarakat menjelang Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah.
Wakil Bupati Buol, Dr. Moh. Nasir Dj. Daimaroto, S.H., M.H., secara langsung membuka kegiatan tersebut. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa operasi pasar ini merupakan implementasi prinsip good governance, yang mengedepankan asas keadilan, kemanfaatan, dan kepastian hukum.
“Semua warga yang membawa fotokopi KK punya hak yang sama. Kegiatan ini memberi manfaat nyata dan dilaksanakan dengan mekanisme yang jelas,” tegasnya.
Operasi pasar menyediakan sejumlah komoditas strategis dengan harga subsidi. Beras premium 10 kg dijual Rp120.000 (harga pasar Rp150.000–Rp160.000), minyak goreng Rp19.000 per liter, dan gula pasir premium Rp16.000 per kilogram.
Salah seorang warga, Hj. Ramlah (52), mengaku sangat terbantu.
“Biasanya beras 10 kilo Rp150 ribu, sekarang Rp120 ribu. Lumayan sekali untuk persiapan Idul Adha,” ujarnya.
Kepala Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian, dan Perdagangan Kabupaten Buol, Agus Zainal Abidin, menjelaskan bahwa pembatasan menggunakan fotokopi KK dilakukan agar subsidi tepat sasaran.
“Kami ingin masyarakat menengah ke bawah yang benar-benar merasakan manfaatnya. Hari ini lebih dari 500 KK tercatat membeli,” jelasnya.
Dari pantauan di lapangan, operasi pasar ini turut berdampak pada stabilitas harga di pasar tradisional sekitar lokasi yang tidak mengalami lonjakan signifikan.
Tak hanya berdampak ekonomi, kegiatan ini juga memberi nilai sosial. Pelaksanaan di kawasan CFD dirangkaikan dengan senam zumba, olahraga, dan rekreasi keluarga, menciptakan ruang publik yang sehat dan produktif.
Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, Kebudayaan dan Pariwisata, Purnomo, menyebut kolaborasi lintas dinas ini memberi manfaat ganda.
“Masyarakat tidak hanya belanja murah, tetapi juga berolahraga dan bersosialisasi,” katanya.
Kegiatan yang berlangsung dari pukul 06.00 hingga 10.00 Wita ini berjalan tertib tanpa antrean panjang, berkat sistem pembagian tiket yang terorganisir.
Ke depan, Pemerintah Kabupaten Buol berkomitmen menjadikan operasi pasar sebagai program berkelanjutan, tidak hanya menjelang hari besar.
“Kita ingin menjaga stabilitas harga dan daya beli masyarakat. Operasi pasar akan kita jadwalkan rutin,” tegas Wakil Bupati.
Dengan langkah ini, Pemkab Buol optimistis mampu menjaga ketahanan ekonomi daerah sekaligus memperkuat sinergi antara pemerintah dan masyarakat (Moh Fharsi)

