INFOTIPIKOR.COM | PALU – Menjelang Musyawarah Daerah (Musda) Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng), beberapa nama disebut-sebut dan siap berkompetisi serta bersaing.
Adalah 2 kader pengusaha Sulteng yaitu Endy Hermawan dan Gufran Ahmad. Keduanya sosok yang telah malang melintang dalam sektor usaha dengan segala plus minusnya.
Endy Hermawan, dengan latar belakang pengusaha disektor jasa konstruksi dan perdagangan serta pertambangan, juga pernah memimpin sebagai Ketua Umum HIPMI Sultrng, terafiliasi dengan Partai Golkar atau sebagai Kader Partai Golkar.
Sementara Gufran Ahmad, merupakan pengusaha di sektor property,perdagangan dan UMKM, dan pernah memimpin Ikatan Konsultan Indonesia (INKINDO serta tidak terafiliasi dengan partai manapun.
Idrus Hadaddo, mantan Ketua Komite Tetap Bidang SDM dan Ketenagakerjaan KADIN Sulteng, memiliki pandangan tersendiri ketika dihubungi dan diwawancarai oleh media Infotipikor.com.
Menurut Idrus, bahwa KADIN Sulteng kedepan butuh kepemimpinan atau ketua yang integrated, artinya bahwa sosok ketua harus terpadu dan terintegrasi menyatukan berbagai komponen pelaku bisnis sehingga menjadi suatu kesatuan yang utuh, fungsional dan harmonis,serta memiliki Core Bussines.
” Sosok ketua memiliki reputasi dan aktivitas bisnis fundamental, dan mampu menghasilkan pendapatan yang menjadi fokus perusahaan untuk menciptakan nilai dan keunggulan kompetitif, serta tidak lupa membantu meningkatkan taraf hidup pekerja atau tenaga kerja secara layak,” ujar Idrus Hadaddo di Palu, Sabtu 14 Februari 2026.
Yang paling utama adalah, syarat Ketua KADIN Provinsi Sulteng, berpatokan pada AD ART dan UU tentang KADIN, karena KADIN dibentuk berdasarkan Undang Undang,” pungkasnya. (Herman Makuaseng)

