Penulis : Ari Wu
Editor : Herman Makuaseng
INFOTIPIKOR.COM – Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Sleman menggelar kegiatan press tour, dengan mengajak para sobat media meninjau langsung sentra kerajinan blangkon di Dusun Beji RT 13/RW 09 Sidoarum, serta sentra kerajinan klinting di Sidokarto, Godean, Sleman, Sabtu (29/11/2025). Kegiatan ini bertujuan mengangkat potensi kearifan lokal agar lebih dikenal masyarakat luas.
Kepala Dinas Kominfo Sleman, Budi Santosa, S.T., M.Eng., M.Eng, menyampaikan, bahwa kunjungan ini merupakan upaya memperlihatkan kondisi nyata para pengrajin lokal yang membutuhkan dukungan promosi melalui pemberitaan media.
“Sleman memiliki kerajinan blangkon dan klinting yang potensial. Sobat media kami harap bisa membantu mengenalkannya agar produk lokal kian dikenal masyarakat,” ujarnya.
Sambutan Dukuh Beji: Kerajinan Turun-Temurun dan Harapan Perlindungan Hak Cipta
Dukuh Beji, Warsidi, menyambut baik kehadiran rombongan. Ia menjelaskan bahwa kerajinan blangkon di wilayah Beji telah diwariskan secara turun-temurun dan menjadi satu-satunya sentra blangkon di Sleman pada masa awal perkembangannya.
Ia juga mengungkap beberapa kendala yang dihadapi pengrajin seperti pemasaran, persaingan harga dari mantan peserta pelatihan yang menjual lebih murah, serta belum adanya hak paten untuk melindungi desain blangkon Beji.
“Kami berharap pemerintah dapat membantu pendampingan, pemasaran, dan hak cipta agar kerajinan ini terlindungi dan memiliki nilai ekonomi yang kuat,” ungkapnya.
Kominfo Sleman Dorong Ekspos Media dan Optimalisasi Pemasaran Digital
Dalam sambutannya, Kadis Kominfo menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah, media, dan pengrajin dalam meningkatkan visibilitas produk. Ia mencontohkan kurangnya informasi tentang sentra blangkon dan klinting di media sosial.
“Begitu banyak potensi, tapi belum muncul di kanal-kanal digital. Media bisa mengangkatnya, dan dinas terkait dapat mendorong branding serta pemasaran,” jelasnya.

Ia juga menyoroti perlunya pelabelan produk sebagai identitas khas Beji agar konsumen mengetahui asal produksi.
Kunjungan ke Sentra Kerajinan Klinting Ngawen
Rombongan kemudian melanjutkan kunjungan ke sentra kerajinan klinting di Ngawen. Dukuh Ngawen, Imam Nugroho, mengungkap bahwa sebelum pandemi COVID-19, jumlah pengrajin mencapai 20–30 orang, namun kini menurun drastis.
“Kami berharap kunjungan ini membuka peluang pendampingan dan pemasaran agar produksi dapat kembali meningkat,” harapnya.
Dukungan Desperindag dan Koperasi UMKM Sleman
Perwakilan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Desprindag), Wulan, menekankan bahwa bahan baku Kuningan yang digunakan perajin Ngawen berkualitas tinggi sehingga produk memiliki nilai lebih. Namun pemasaran masih menjadi kendala utama.
Sementara itu, perwakilan Koperasi UMKM, Yuyun, menambahkan bahwa perkembangan usaha sangat ditentukan kemampuan menjawab kebutuhan pasar, termasuk melalui diversifikasi produk dan penguatan pemasaran digital.
Yuyun juga menyampaikan bahwa saat ini Koperasi UMKM bekerja sama dengan mahasiswa Amikom untuk membantu pembuatan website, konten produk, dan pendampingan pemasaran digital bagi para UMKM.
“Kami siap mendampingi pengrajin untuk memperkuat branding, konten media sosial, hingga sistem pre-order dan katalog digital agar produk lebih kompetitif,” pungkasnya.
Harapan Bersama: Pelestarian Warisan Budaya dan Penguatan Ekonomi Lokal
Kegiatan press tour ini diharapkan menjadi langkah konkret untuk mengangkat kembali potensi kerajinan blangkon dan klinting sebagai bagian dari warisan budaya Sleman. Melalui dukungan pemerintah, media, dan masyarakat, kerajinan tradisional ini diharapkan mampu bertahan dan berkembang mengikuti perubahan zaman.tutup Yuyun.

