YOGYAKARTA – Kejuaraan Badminton Nasional Piala Raja Hamengku Buwono X ke-2 Sirkuit Nasional (Sirnas) C 2026 resmi ditutup pada Minggu (20/9/2026) di GOR Kebangsaan Wisdom Park UGM, Sleman. Dalam kompetisi bergengsi ini, PB Djarum berhasil keluar sebagai juara umum setelah mengoleksi total 21 medali, terdiri dari 7 emas, 7 perak, dan 7 perunggu.
Upacara penutupan dihadiri oleh Bupati Sleman, Harda Kiswaya, yang turut menyematkan medali kepada para pemenang. Kehadiran bupati ini menjadi bentuk apresiasi pemerintah daerah terhadap terselenggaranya event olahraga tingkat nasional yang dinilai strategis dalam pembinaan atlet muda.
Apresiasi Terhadap Sportivitas dan Prestasi
Dalam sambutannya, Bupati Sleman Harda Kiswaya menekankan pentingnya kompetisi seperti ini sebagai wadah pengalaman bagi para atlet. Menurutnya, nilai kemenangan tidak hanya terletak pada medali, tetapi juga pada pembentukan karakter sportif dan disiplin.
“Kompetisi seperti ini sangat penting untuk memberikan pengalaman kepada para atlet. Tidak hanya tentang bagaimana meraih kemenangan, tetapi juga bagaimana menjunjung tinggi sportivitas, disiplin, dan semangat untuk terus berkembang,” ujar Harda.
Harda juga berharap agar kejuaraan ini dapat terus berlanjut secara berkala. Ia menilai bahwa keberlanjutan kompetisi merupakan kunci untuk membuka peluang lahirnya bibit-bibit atlet potensial yang mampu berprestasi hingga jenjang internasional.
“Semoga dari kejuaraan ini lahir atlet-atlet potensial yang nantinya dapat mengharumkan nama daerah maupun Indonesia di berbagai ajang,” tambahnya.
Pesan Motivasi dari PBSI
Sementara itu, Kepala Bidang Organisasi dan Kelembagaan Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PBSI), M. Satria Islami, yang juga hadir dalam acara penutupan, memberikan motivasi khusus kepada seluruh peserta. Ia mengajak para atlet untuk melihat kekalahan atau kegagalan sebagai bagian dari proses pembelajaran.
“Kepada yang hari ini belum menjadi juara, jangan pulang dengan merasa kalah. Pulanglah dengan membawa pelajaran tentang apa yang harus diperbaiki untuk pertandingan berikutnya,” tegas Satria.
Dengan berakhirnya Sirnas C 2026 ini, diharapkan momentum positif dalam dunia bulu tangkis nasional dapat terus terjaga, sekaligus menjadi tolok ukur bagi peningkatan kualitas atlet di masa depan.
(Ari Wu)

