JAKARTA – Penutupan Festival Dayung Alumni Sispala Jakarta 2026 di kawasan Pintu Air Banjir Kanal Timur (BKT), Malaka Sari, pada Minggu (28/6/2026), bukan sekadar menandai berakhirnya perlombaan antarpelajar. Di penghujung kegiatan tersebut, Ketua Umum Sispala, Adjie Rimbawan, menegaskan komitmen organisasinya untuk menjadikan Festival Dayung sebagai agenda rutin tahunan yang terus berkembang dan menjadi ikon olahraga air di Jakarta Timur.
Di hadapan peserta, tamu undangan, dan para pendukung, Adjie menyampaikan rasa syukur atas suksesnya penyelenggaraan festival yang memasuki tahun kedua ini. Menurutnya, keberhasilan acara merupakan buah dari semangat gotong royong dan kolaborasi berbagai pihak, mulai dari pemerintah, komunitas, dunia usaha, sekolah, relawan, hingga media.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah memberikan dukungan dan berpartisipasi sehingga Festival Dayung Alumni Sispala 2026 dapat berlangsung dengan aman, tertib, dan sukses. Keberhasilan ini adalah keberhasilan kita bersama,” ujar Adjie.
Visi Besar: Dari Lokal ke Global
Adjie mengungkapkan tekad Sispala untuk terus mengembangkan festival ini menjadi agenda tahunan yang lebih besar dengan melibatkan lebih banyak sekolah, komunitas, serta peserta dari berbagai daerah. Ia menilai kawasan BKT Malaka Sari memiliki potensi besar untuk berkembang sebagai pusat olahraga dayung sekaligus destinasi wisata air di Jakarta Timur.
“Dengan konsistensi penyelenggaraan, kami yakin Festival Dayung tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga ruang pembinaan karakter generasi muda, pelestarian lingkungan sungai, dan penggerak ekonomi masyarakat. Kami optimis festival ini bisa tumbuh menjadi event berskala nasional bahkan mendunia,” tambahnya.
Secara khusus, Adjie juga menyampaikan apresiasi kepada Media Independen Online (MIO) Indonesia yang telah memberikan dukungan publikasi sejak awal hingga berakhirnya festival. Sebagai bentuk penghargaan atas sinergi tersebut, Adjie menetapkan MIO Indonesia sebagai media partner resmi dalam mendukung publikasi setiap kegiatan organisasi Sispala ke depannya.
Dukungan Tokoh dan Pemerintah
Ketua Dewan Pembina Sispala, Komjen Pol. (Purn.) Dr. Boy Rafli Amar, M.H., menilai Festival Dayung telah berkembang menjadi wadah pembinaan generasi muda yang memadukan olahraga, pendidikan karakter, serta kepedulian terhadap lingkungan.
“Olahraga dayung mengajarkan nilai kebersamaan, disiplin, kerja sama, dan semangat pantang menyerah. Pemanfaatan kawasan sungai sebagai arena olahraga juga akan mendorong tumbuhnya kesadaran masyarakat untuk menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan perairan,” kata Boy Rafli Amar.
Sementara itu, Wali Kota Administrasi Jakarta Timur, Munjirin, yang menutup secara resmi festival tersebut, memastikan pemkot siap mendukung penyelenggaraan Festival Dayung pada tahun-tahun mendatang. Dukungan ini semakin kuat mengingat tahun 2027 akan bertepatan dengan peringatan 500 tahun Kota Jakarta.
“Kami siap memberikan dukungan penuh agar Festival Dayung Sispala terus berkembang dan menjadi bagian dari kemeriahan HUT ke-500 Kota Jakarta,” ujarnya.
Penutup Meriah dengan Nyanyian Pejabat
Suasana penutupan festival semakin semarak ketika dua tokoh sentral, Munjirin dan Boy Rafli Amar, didaulat naik ke atas panggung untuk menghibur para peserta. Gelak tawa pecah saat pembawa acara memperkenalkan penampilan Wali Kota Munjirin dengan candaan, “Mohon bantuan kepada petugas Satpol PP untuk mencari karena Pak Wali Kota telah kehilangan….” merujuk pada lagu hits Firman.
Disambut riuh tepuk tangan, Munjirin tampil percaya diri membawakan lagu “Kehilangan” dan “Separuh Nafas”. Tak kalah memukau, Boy Rafli Amar menunjukkan kemampuannya bernyanyi bak penyanyi profesional, mengajak seluruh penonton bernyanyi bersama dan menciptakan suasana keakraban antara pejabat, panitia, dan masyarakat.
Sebelumnya, panitia telah menyerahkan piala kepada para juara dari berbagai kategori. Festival yang diikuti oleh 265 atlet pelajar dari 35 sekolah ini ditutup dengan harapan baru. Melalui kolaborasi yang terus diperkuat, Sispala optimistis festival ini akan mengangkat BKT Malaka Sari sebagai ikon wisata olahraga air dan ruang publik kebanggaan Jakarta Timur.
Hadir dalam acara penutupan antara lain Ketua Umum MIO Indonesia AYS Prayogie, Sekretaris Jenderal LAKRI Ical Syamsudin, unsur Pemkot Jakarta Timur, para kepala sekolah, sponsor, serta tokoh masyarakat lainnya. (Redaksi)
Sumber : Divisi Humas MIO Indonesia

