INFOTIPIKOR.COM | PURWAKARTA – Pemerintahan Desa Cijaya bersama Majelis Ulama Indonesia (MUI) Desa Cijaya peringati malam nuzulul Qur’an dengan tadarus atau membaca alquran bersama secara serentak dengan warga masyarakat yang hadir.
“Malam ini tanggal 17 ramadhan merupakan malam diturunkannya kitab suci al-quran yang merupakan malam sakral bagi kaum muslimin sebab alquran merupakan pedoman hidup bagi kaum muslimin untuk keselamatan dunia dan akhirat” ungkap H Tri Sutisna, Kades Cijaya disela-sela acara, Jum’at malam (6/3).
Menurutnya, dengan kegiatan malam nuzulul quran ini menjadikan doa bagi kita semua khususnya bagi kaum muslimin dan muslimat yang sedang sakit lahir dan bathin disamping memberikan keberkahan bagi kita semua.

“Kegiatan tadarus bersama masing-masing membacakan satu juz sehingga 30 juz alquran tamat. Mudah-mudahan semuanya mendapatkan keberkahan melalui pembacaan alquran tersebut” tegasnya.
Sementara, Ust. Ujang Muhidin, Ketua MUI Desa Cijaya menuturkan, kegiatan malam nuzulul quran merupakan kegiatan rutin pemerintah Desa Cijaya setiap malam 17 Ramadhan.
“Alhamdulillah tahun ini bisa dilaksanakan kembali kerjasama pemdes cijaya dengan MUI desa cijaya insya allah menjadikan keberkahan buat semuanya khususnya yang hadir dan warga masyarakat Desa Cijaya” tuturnya.

“Insya allah satu tamatan alquran selesai dibacakan masing-masing yang hadir. Para tokoh agama dan tokoh masyarakat serta warga hadir di acara ini. Mudah-mudahan menjadikan keberkahan dan silaturahmi pemerintahan desa dengan warga masyarakat” imbuhnya.
Ketua Panitia Nuzulul Qur’an, Mahmud Ahmadineza, menegaskan bahwa kegiatan ini harus menjadi kegiatan rutin selanjutnya, sebab dinilai sangat positif bahwa membaca alquran akan menjadi penolong nanti d akhirat.
“Mudah-mudahan kegiatan ini menjadi kegiatan terus berlanjut setiap tahunnya. Sesuai dengan arahan guru bahwa baca alquran sangat diharuskan dalam setiap kesempatan” tutupnya.
Dalam kesempatan tersebut, Kepala Desa Cijaya berikan hadiah kepada warga masyarakat yang gemar membaca alquran di masing-masing wilayahnya. (Agus Supriadi)

